Edukasi Asuransi, Unit Link

Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi

Irama jantungSesuai dengan arti harfiahnya, asuransi itu proteksi, bukan investasi. Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, yang tidak dapat diduga datangnya.

Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah. Tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya). Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Iklan CI lurusAsuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya. Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi (tabarru) akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

  1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

  1. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu. Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

  1. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

Baca juga: Asuransi Jangka

Pendek, Investasi Jangka Panjang.

  1. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap. Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

  1. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain. Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

  1. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.

Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

No Komponen Biaya Unit-link Reksadana
1 Biaya administrasi bulanan Ada, kisaran 20-40 ribu per bulan Tidak ada
2 Biaya akuisisi Ada dan sangat besar Tidak ada
3 Biaya asuransi (tabarru) Ada dan sangat besar Tidak ada
4 Biaya top up (penyetoran, pembelian) Ada, antara 2-5% Ada, antara 0-3%
5 Biaya penarikan dana Umumnya tidak ada Ada, sekitar 1%
6 Biaya pengelolaan investasi Ada, sekitar 1-2% per tahun Ada, sekitar 1-2% per tahun
7 Biaya bank kustodian Tidak ada Ada, sekitar 0,2-0,25% per tahun
8 Biaya pengalihan dana (switching) Umumnya tidak ada, atau baru ada jika lebih dari 4 kali swicthing dalam setahun, dengan besar sekitar 1%. Ada, antara 0-1%
9 Biaya pajak pertambahan nilai Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama. Jarang terjadi karena unit-link premi berkala tidak akan untung di 3 tahun pertama. Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama

Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Baca juga: Asuransi Apa yang Paling Penting?

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link. Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk?

Demikian. []

Untuk konsultasi mengenai asuransi dan produk-produk asuransi dari Allianz, silakan menghubungi saya, agen asuransi Allianz di Serpong Tangerang Selatan. 

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com 

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan Asji 25

Pengetahuan Asuransi, Unit Link

Mengubah Unit-Link Menjadi YRT (Yearly Renewable Term)

Unit-link adalah produk asuransi yang terdiri dari dua unsur, yaitu asuransi jiwa dan investasi. Dua unsur ini ditautkan (linked) sehingga disebut unit-link.

Unsur investasi pada unit-link memiliki karakteristik yang sama dengan reksadana (mutual fund). Sedangkan unsur asuransi jiwa pada unit link adalah YRT (Yearly Renewable Term), yaitu term-life tahunan bergaransi perpanjangan. Dikatakan term-life tahunan, karena biaya asuransi ditetapkan hanya untuk satu tahun dan akan berbeda untuk tahun berikutnya. Metode ini disebut actual premium. Lalu bergaransi perpanjangan (renewable) maksudnya polis tidak akan diberhentikan di tengah jalan secara sepihak oleh perusahaan asuransi, kecuali peserta sendiri yang menginginkan berhenti.

Pada term-life murni yang berjangka waktu beberapa tahun (5, 10, 15, atau 20 tahun), premi merupakan hasil perata-rataan dari biaya tiap tahun dibagi jumlah tahun. Oleh karena itu, premi di separuh masa kontrak pertama akan lebih tinggi dari biaya aktualnya, dan di separuh masa kontrak kedua akan lebih rendah dari biaya aktualnya. Metode ini disebut level premium.

Term-life tahunan adalah jenis asuransi jiwa yang paling sederhana dan karena itu paling murah. Kelemahannya, premi naik setiap tahun seiring bertambahnya usia.

Bagi anda yang telah mengenal wacana pemisahan asuransi dan investasi, sesungguhnya unit-link pun dapat dipisahkan dari investasinya. Caranya, dengan mengubah unit-link tsb menjadi YRT. Prinsip dari cara ini ialah anda hanya membayar biaya-biayanya saja agar manfaat proteksinya tetap berjalan.

Biaya-biaya pada Unit-link

Untuk menjalankan cara ini, anda perlu tahu apa saja biaya-biaya yang dikenakan dalam produk unit-link, yaitu:

  1. Biaya akuisisi.

Biaya ini dikenakan selama 5 tahun dihitung dari premi dasar unit-link, dengan porsi terbesar di dua tahun pertama. Di dua tahun pertama, biaya akuisisi dipotong dari premi sehingga polis akan lapse jika nasabah terlambat bayar premi hingga melewati masa tenggang. Pada tahun ketiga sampai kelima, biaya akuisisi relatif kecil dan teknisnya dipotong dari saldo investasi.

  1. Biaya administrasi.

Biaya ini dikenakan selama polis masih aktif, mulai dari tahun pertama polis (ada juga yang mulai tahun kedua) sampai tahun terakhir (polis ditutup, tertanggung meninggal dunia, atau maksimal sd usia 100 tahun).

  1. Tabarru atau biaya asuransi (cost of insurance, cost of rider).

Tabarru atau biaya asuransi dikenakan untuk setiap manfaat proteksi yang diambil, baik asuransi dasar maupun rider. Untuk asuransi dasar istilahnya COI (Cost of Insurance), untuk rider istilahnya COR (Cost of Rider). Besarnya biaya asuransi tergantung uang pertanggungan, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan kondisi kesehatan tertanggung. Biaya asuransi berlaku untuk satu tahun dan akan berubah (cenderung naik, tapi tidak selalu) pada tahun berikutnya. Karakteristik inilah yang menjadikan unsur asuransi pada unit-link bisa digolongkan sebagai YRT.

Itulah tiga biaya yang perlu diperhitungkan dalam konteks keperluan mengubah unit-link menjadi YRT. Karena biaya akuisisi hanya dikenakan di lima tahun pertama, maka mulai tahun keenam dan seterusnya biaya yang dihitung hanya Tabarru dan administrasi.

Selain tiga itu, ada beberapa biaya yang lazim pada unit-link yaitu biaya pengelolaan investasi, biaya top up (ada yang mengenakannya dalam bentuk selisih harga jual-beli unit), biaya penarikan dana, pajak, dan biaya pengalihan jenis dana. Tapi angkanya relatif kecil, dan sebagian hanya dikenakan jika ada transaksi tertentu, sehingga boleh diabaikan dalam konteks ini.

Langkah-langkah Mengubah Unit Link Menjadi YRT

Langkah-langkah berikut ini hanya berlaku di unit-link Tapro Allianz (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), tapi di unit link lain pun pada prinsipnya tak jauh berbeda. Unit-link Tapro Allianz belum memotong biaya asuransi tahun pertama dari premi tahun pertama, tapi memotongnya separuh di tahun kedua dan separuh lagi di tahun ketiga. Jadi, di tahun pertama tidak ada potongan biaya asuransi, di tahun kedua dan ketiga akan ada potongan dobel.

Langkah-langkah mengubah unit-link menjadi YRT menggunakan produk Tapro Allianz:

  1. Pada tahun pertama dan kedua, bayarlah premi seperti biasa.
  2. Pada tahun ketiga, anda boleh membayar hanya Tabarru tahun ketiga + setengah Tabarru tahun pertama + administrasi + biaya akuisisi tahun ketiga sebesar 15% dari premi awal.
  3. Pada tahun keempat, anda boleh membayar Tabarru tahun keempat + administrasi + biaya akuisisi tahun keempat sebesar 7,5% dari premi awal.
  4. Pada tahun kelima, anda boleh membayar Tabarru tahun kelima + administrasi + biaya akuisisi tahun kelima sebesar 7,5% dari premi awal.
  5. Mulai tahun keenam dan seterusnya, anda boleh membayar hanya Tabarru tahun berjalan + administrasi.
  6. Kapan pun anda tidak butuh proteksi lagi, anda boleh berhenti bayar. Anda hanya akan menerima nilai investasi yang jumlahnya pasti kecil sekali (hampir hangus, atau anggap saja hangus karena niat awal anda adalah berasuransi murni layaknya term-life).

Contoh Perhitungan

Tuan Z umur 30 tahun membuka polis unit link Tapro Allisya untuk mendapatkan UP jiwa 1 miliar dengan premi 360 ribu per bulan. Ilustrasinya bisa dilihat di SINI.

Maka:

a). Pada tahun pertama dan kedua, Tuan Z membayar premi 360 ribu per bulan.

Di akhir tahun kedua, Tuan Z telah membayar biaya-biaya yang seluruhnya dipotong dari premi, yaitu:

  1. Biaya akuisisi tahun pertama sebesar 75% dari premi awal 360 ribu, yaitu 270.000 per bulan.
  2. biaya akuisisi tahun kedua sebesar 40% dari premi awal 360 ribu, yaitu 144.000 per bulan.
  3. Tabarru (biaya asuransi) tahun kedua sebesar 145.000 per bulan,
  4. Setengah Tabarru tahun pertama sebesar 72.500 per bulan.
  5. Biaya administrasi tahun pertama dan kedua sebesar 27.500 per bulan.

Nilai investasi yang tersisa di akhir tahun kedua anggaplah sebagai dana cadangan. Jumlahnya kecil, mungkin hanya sekitar 500-800 ribuan (di bawah 1 juta).

b). Pada tahun ketiga, tuan Z membayar biaya-biaya yaitu:

  1. Tabarru tahun ketiga (usia 32) sebesar 145.000/bulan
  2. Setengah Tabarru tahun pertama sebesar 72.500/bulan
  3. Administrasi 27.500/bulan
  4. Biaya akuisisi tahun ketiga sebesar 15% dari premi awal 360 ribu, yaitu 54.000/bulan

Total yang dibayar Tuan Z pada tahun ketiga adalah: 299.000/bulan.

c). Pada tahun keempat, tuan Z membayar biaya-biaya yaitu:

  1. Tabarru tahun keempat (usia 33) sebesar 145.000/bulan
  2. Administrasi 27.500/bulan
  3. Biaya akuisisi tahun keempat sebesar 7,5% dari premi awal, yaitu 27.000

Total yang dibayar Tuan Z pada tahun keempat adalah 198.500/bulan

d). Pada tahun kelima, Tuan Z membayar biaya-biaya yaitu:

  1. Tabarru tahun kelima (usia 34) sebesar 151.677/bulan
  2. Administrasi 27.500/bulan
  3. Biaya akuisisi tahun kelima sebesar 7,5% dari premi awal, yaitu 27.000

Total yang dibayar Tuan Z pada tahun kelima adalah 206.177/bulan

e). Pada tahun keenam, Tuan Z membayar biaya-biaya yaitu:

  1. Tabarru tahun keenam (usia 35) sebesar 160.000/bulan
  2. Administrasi 27.500/bulan

Total yang dibayar Tuan Z pada tahun keenam adalah 187.500/bulan

f). Pada tahun ketujuh, Tuan Z membayar biaya-biaya yaitu:

  1. Tabarru tahun ketujuh (usia 36) sebesar 170.000/bulan
  2. Administrasi 27.500/bulan

Total yang dibayar Tuan Z pada tahun ketujuh adalah 197.500/bulan

g). Pada tahun-tahun selanjutnya, hanya dua biaya itulah yang harus dibayar, dengan nilai yang cenderung naik.

h). Tuan Z dapat menghentikan pembayaran Tabarru dan administrasi kapan pun ia menginginkan, dan proteksi pun berakhir.

Demikianlah cara mengubah unitlink menjadi YRT (Yearly Renewable Term). Semoga bermanfaat.


Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Tanya Jawab

Tanya: Apakah hal seperti ini diperbolehkan?

Jawab: Ya. Karena kewajiban peserta pada dasarnya hanyalah membayar biaya-biaya yang diperlukan agar polis unit-link tetap berlaku. Sedangkan investasi adalah hak nasabah. Hak boleh tidak diambil dan perusahaan asuransi pun tidak berhak menagih.

Tanya: Maksudnya, apakah membayar premi dengan angka ganjil (contoh: 196.500) itu diperbolehkan?

Jawab: Baik, tentu petugas admin di Allianz akan bingung menerima premi ganjil. Biasanya mereka akan konfirmasi ke nasabah jika menemukan setoran yang berbeda dengan premi awal. Solusinya adalah tetap menyetor sesuai premi awal tapi tidak rutin (selang-seling sesuai kebutuhan). Misal: Tabarru+admin tahun berjalan adalah 186.500, maka kita boleh menyetor premi 360 ribu untuk dua bulan. Nanti bulan ketiga kita setor lagi 360 ribu. Tidak pas tidak apa-apa, karena kita akan dibantu oleh dana cadangan yang tersimpan sejak akhir tahun kedua.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga nilai investasi tetap ada walaupun kecil. Misalnya saya, polis unit-link pertama yang saya miliki selalu saya jaga saldonya di kisaran 500 ribuan. Jika saldo sudah di bawah 500 ribu, saya setor premi. Jika saldo masih di atas 500 ribu, saya tidak setor premi.

Tanya: Bagaimana cara mengetahui saldo unit-link saya?

Jawab: Anda bisa mengetahuinya melalui laporan transaksi yang dikirim ke email atau ke rumah tiap bulan. Anda pun dapat memantau sendiri saldo investasi unit-link anda melalui portal Allianz Eazy Connect.

Tanya: Apa saja biaya-biaya yang dikenakan pada unit link Tapro?

Jawab: Biaya-biaya yang dikenakan pada unit link Tapro adalah:

1) Biaya akuisisi, dikenakan di 5 tahun pertama. Besarnya 75% (tahun pertama), 40% (tahun kedua), 15% (tahun ketiga), dan 7,5% (tahun keempat dan kelima).

2) Biaya administrasi Rp 27.500.

3) Biaya asuransi atau Tabarru, dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung UP, jenis kelamin, dan usia.

4) Biaya pengelolaan investasi 2% per tahun.

5) Selisih jual-beli unit sebesar 5%.

Tanya: Kenapa pada dua tahun pertama harus membayar premi seperti biasa?

Jawab: Pada dua tahun pertama, biaya akuisisi masih besar (75% dan 40%). Dan begitulah yang disyaratkan dalam polis. Jika tidak dibayar, polis akan lapse setelah melewati masa tenggang (44 hari).

Tanya: Biaya pengelolaan investasi 2% per tahun belum dihitung pada contoh di atas, mengapa?

Jawab: Karena nilai investasi kita sangat kecil, biaya 2% bisa diabaikan.

Tanya: Bagaimana dengan selisih jual-beli unit sebesar 5%?

Jawab: Biaya ini hanya dikenakan pada 5 tahun pertama, karena mulai tahun keenam, setoran kita akan ditambahi sebesar 5,26% untuk menutup selisih tersebut. Selain itu nilainya relatif kecil sehingga bisa diabaikan.

Tanya: Mengapa pada tahun ketiga, kita masih membayar setengah Tabarru tahun pertama?

Jawab: Tabarru tahun pertama ditagihkan mulai bulan ke-13 sampai bulan ke-36 (dicicil selama 2 tahun). Di unit-link lain, aturannya mungkin berbeda.

Tanya: Apakah pembayaran Tabarru+Administrasi harus bulanan atau boleh tahunan?

Jawab: Penagihan Tabarru dan admin dilakukan secara bulanan, walaupun kita bayar premi secara tahunan.

Tanya: Bagaimana cara mengetahui besarnya Tabarru pada tahun-tahun berikutnya?

Jawab: 1) Dapat ditanyakan ke agen (saya, penulis artikel ini, khusus nasabah); 2) Dapat ditanyakan ke CS Allianz menjelang ulang tahun polis; 3) Anda pun akan mendapat kiriman surat yang berisi informasi biaya Tabarru tahun berikutnya setiap menjelang ulang tahun polis.

Tanya: Apakah suatu saat, Tabarru+admin akan lebih tinggi dari premi awal? Kapan itu?

Jawab: Ya. Tepatnya kapan, tergantung usia masuk dan besarnya premi awal. Untuk kasus Tuan Z di atas, Tabarru+admin akan lebih tinggi dari premi awal 360 ribu pada usia 45 tahun.

Tanya: Berapa kenaikan rata-rata Tabarru?

Jawab: Tabarru untuk proteksi jiwa naiknya sekitar 8-9% per tahun. Tabarru untuk rider berbeda-beda. Khusus untuk rider ADDB, Tabarrunya flat sampai akhir kontrak (usia 65 tahun).

Tanya: Polis unit-link saya telah berjalan selama 5 tahun. Apakah saya bisa mengubahnya menjadi YRT?

Jawab: Bisa. Pertama cek dulu saldonya. Jika saldonya cukup banyak, anda boleh cuti premi (berhenti bayar premi untuk sementara) sampai saldonya mengecil menjadi sekitar 2-3 kali Tabarru bulanan. Setelah itu boleh lakukan cara yang ditunjukkan dalam artikel ini.

Jika anda tidak sabar, boleh tarik dananya hingga tersisa saldo minimal yang diperkenankan (minimal 2 juta, atau sekitar 2-3 kali Tabarru bulanan). Setelah itu, anda boleh membayar premi secara tidak rutin sekadar supaya tersedia saldo yang cukup untuk membayar Tabarru dan administrasi.

Tanya: Polis unit-link saya telah berjalan selama 10 tahun dan telah cuti premi. Apakah bisa diubah menjadi YRT?

Jawab: Bisa. Prinsipnya sama dengan kondisi di atas.

Tanya: Apa keuntungan menjadikan unit link sebagai YRT?

Jawab: Keuntungannya adalah:

  1. Biaya asuransi yang rendah mulai tahun ketiga hingga 10-20 tahun masa kepesertaan (tergantung premi awal dan usia masuk).
  2. Penagihan biaya dilakukan secara bulanan, sehingga terasa lebih ringan.
  3. Biaya asuransi dikenakan sesuai usia sehingga lebih adil. Biaya asuransi tahun sekarang ditagihkan tahun sekarang, biaya asuransi tahun depan ditagihkan tahun depan. Tidak dirata-ratakan seperti pada term life 10 atau 20 tahunan.
  4. Dapat memperoleh benefit asuransi yang bagus dari unit-link, yang sebagian tidak bisa diperoleh di asuransi murni tradisional (term-life).
  5. Dapat memperoleh produk yang bagus dengan cara bayar secara bulanan tanpa harus membayar lebih mahal. Pada produk tradisional, jika disediakan cara bayar bulanan, preminya akan lebih mahal.
  6. Bebas menentukan kapan ingin menutup polis, tanpa sedikit pun dirugikan.
  7. Jika diperlukan, dapat menikmati perlindungan hingga umur 99 tahun.

Tanya: Apa kerugian mengubah unit link menjadi YRT?

Jawab: Kerugiannya, jika harus dianggap kerugian, adalah:

  1. Hanya bisa dilakukan mulai tahun ketiga.
  2. Biaya asuransi akan naik seiring usia, dan selewat 10-20 tahun akan lebih tinggi dari premi awal.
  3. Tidak cocok untuk orang yang keberatan dengan premi hangus.
  4. Jika lupa bayar premi selama beberapa bulan, polis akan lapse (karena cadangan dananya sedikit).

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda