Agen Allianz, Bisnis Asuransi

MAU JADI NASABAH ATAU AGEN ASURANSI ALLIANZ?

Foto Asep Sopyan 2018 - CopyPerkenalkan, saya Asep Sopyan, agen asuransi resmi dari Allianz Life Indonesia. Saya menjadi agen pada tanggal 12 November 2011. Saya memiliki lisensi dari AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia), dengan nomor 11541117S. Saat ini saya berposisi sebagai Senior Business Partner (SBP).

Jika anda ingin menjadi nasabah Allianz, atau tertarik membangun bisnis dengan menjadi agen asuransi Allianz, silakan menghubungi saya di:

  • HP/WA: 082-111-650-732
  • Email: myallisya@gmail.com

Atau klik ikon di bawah untuk berbincang langsung dengan saya lewat WA:

Chat WA

Selengkapnya profil saya bisa dibaca di “Profil Agen: Asep Sopyan”.

Lanjutkan membaca “MAU JADI NASABAH ATAU AGEN ASURANSI ALLIANZ?”

Agen Allianz

Business Partner Ketiga Saya: Pieter Djatmiko dari Cengkareng Jakarta Barat

asep-dan-pieter
Saya dan Pak Pieter di suatu acara Allianz

Saya bersyukur pada bulan Oktober 2016 ini, ada satu BP (Business Partner) lagi yang lahir di tim saya. Pieter Djatmiko, pria kelahiran Medan tahun 1980. Bekerja sebagai analis investasi di perusahaan sekuritas. Bergabung dengan ASN (Allianz Star Network) pada bulan Desember 2014. Saat ini tinggal di Cengkareng Jakarta Barat bersama istri.

Pak Pieter mendirikan blog www.asuransi-jiwa.org untuk menjalankan bisnis asuransinya. Pada tahun pertama (2015), dia belum fokus di ASN sehingga hanya bisa mendapatkan 6 nasabah dengan ALP (Annualized Life Premium) 38 jutaan. Tapi pada tahun kedua, terutama selewat kuartal pertama, dia berlari kencang sehingga di bulan September 2016, nasabahnya ada 41 orang dengan ALP 272 juta. Ditambah produksi tahun sebelumnya, total ALP yang berhasil dikumpulkan adalah 310 juta.

Seperti diketahui, syarat untuk menjadi BP di ASN adalah penjualan pribadi 300 juta, yang boleh dicapai dalam hitungan bulan dan selambat-lambatnya dua tahun.

unit-pieter
Pencapaian Pak Pieter dari Januari sd 30 September 2016. Peringkat pertama di unit saya.

Pencapaian ALP 272 juta ini adalah yang tertinggi di tim saya tahun ini, dan ini berarti lebih tinggi daripada penjualan pribadi saya sendiri. Tahun-tahun sebelumnya, di tim saya belum pernah ada yang mengalahkan penjualan pribadi saya (yang sebetulnya tak seberapa). Salah satu ukuran kesuksesan seorang pemimpin adalah ketika orang yang dipimpinnya lebih hebat dari dirinya. Jadi, fakta ini membuat saya merasa lebih sukses daripada sebelumnya.

Bukan hanya mencapai BP, Pak Pieter juga memenangkan kontes ASN CPC Challenge gelombang kedua dengan hadiah trip ke Bangkok. Syarat kontes ini adalah mencapai ALP 150 juta dari bulan Mei sd Agustus 2016 dan konsisten tiap bulan minimal 3 cases.

Dan kabar baiknya lagi, saya juga mendapatkan hadiah yang sama, sehingga pada tanggal 20-24 Oktober 2016 ini kami akan sama-sama berangkat ke Bangkok untuk menghadiri seminar sehari dan selebihnya rekreasi.

Yang menarik, seluruh nasabah Pak Pieter ini diperolehnya dari blog. Rupanya sejak awal tahun ini, Pak Pieter aktif membangun blognya sehingga menjadi lebih ramai dikunjungi. Dalam sehari, trafik blognya lebih dari 500 kunjungan (bisa dicek di SINI).

Saya dan agen-agen di tim saya banyak yang keheranan dengan pencapaian Pak Pieter. Kok bisa hasil dari blognya menyamai bahkan melebihi blog myallisya.com?

Rahasianya pernah diungkapkan Pak Pieter dalam sebuah obrolan dengan saya di satu acara.

Pieter : Pak Asep, artikel di blognya ada berapa?

Asep   : Lebih dari 300 artikel. Pak Pieter berapa?

Pieter : Hampir 500.

Asep   : Hah??!!!

Sungguh saya terkejut mendengar jumlah artikel di blognya mencapai hampir 500, padahal umur blognya belum dua tahun. Jika dirata-rata, berarti dia memuat hampir 1 artikel per hari. Blog saya saja hampir 5 tahun total artikelnya baru 300-an atau rata-rata sekitar 5 artikel per bulan. Ini belum 2 tahun sudah hampir 500. Luar biasa.

Ternyata kuantitas artikel adalah faktor utama yang menaikkan trafik blog. Semakin banyak artikel, semakin banyak jalan menuju blog dari mesin pencari.

Selanjutnya, setelah menjadi BP, tugas Pak Pieter adalah menularkan kemampuan menjual asuransi kepada agen-agennya, baik melalui blog ataupun secara konvensional. Ini akan menjadi misi yang lebih menantang ketimbang menjual asuransi sendiri, tapi hasilnya lebih bernilai untuk jangka panjang.

Pak Pieter menjadi agen asuransi karena mulai bosan dengan kerja 9 to 5. Dia ingin memiliki waktu kerja yang fleksibel dan sekaligus berkesempatan mencapai kebebasan finansial. Hal ini sangat dimungkinkan melalui bisnis sebagai agen asuransi.

Selamat untuk Pak Pieter dan semoga impiannya terwujud dengan segera. Amin.

Selanjutnya, bagi anda yang ingin berkenalan dengan Pak Pieter, atau ingin menjadi agen asuransi, atau ingin menjadi nasabah, bisa mengunjungi blognya www.asuransi-jiwa.org.

Anda juga bisa menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Artikel terkait:

Bisnis Asuransi

7 Alasan Orang Menjadi Agen Asuransi

rahasia sukses agen asuransi 2

Tidak ada orang yang bercita-cita menjadi agen asuransi. Tapi banyak orang yang meninggalkan pekerjaannya demi menjadi agen asuransi.

Secara umum, profesi agen asuransi yang tadinya masih dipandang sebelah mata, pamornya makin naik dari waktu ke waktu. Penyebabnya karena semakin banyak agen asuransi yang sukses dan memperoleh penghasilan besar.

Penghasilan agen asuransi yang sukses bisa sangat besar, ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Sedangkan agen asuransi yang suksesnya biasa-biasa saja, setidaknya mengantongi 10 juta sd 30 juta per bulan. Adapun agen asuransi yang berpenghasilan di bawah itu bisa dikatakan belum berhasil.

Lihat juga:

Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2016

Apa saja alasan orang menjadi agen asuransi?

1. “Terjebak” ajakan teman.

Banyak orang yang jadi agen asuransi karena “dijebak” oleh temannya. Mereka diundang untuk hadir di suatu acara seminar yang isinya ternyata presentasi bisnis asuransi.  Tapi peluang bisnis yang ditawarkan rupanya menarik sehingga mereka pun mendaftar sebagai agen. Ada agen yang sukses bermula dari jebakan ini, ada juga yang gagal, tergantung apakah ada motivasi lain yang berkembang setelah itu.

2. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menghasilkan

Biasanya alasan ini dikemukakan oleh kaum ibu rumah tangga. Untuk hidup sehari-hari mereka telah tercukupi oleh suami. Tapi menjadi agen asuransi memberikan mereka aktivitas yang bermanfaat sekaligus uang saku tambahan. Jika uang saku tambahannya ternyata terus bertambah, lama-lama kegiatan yang awalnya hanya sekadar mengisi waktu luang ini pun menjadi profesi sepenuh waktu.

3. Butuh penghasilan tambahan

Biasanya alasan ini dikemukakan golongan karyawan. Mungkin penghasilan mereka ngepas untuk kebutuhan sehari-hari, dan kalau ada tambahan akan baik sekali. Ada agen yang ketagihan penghasilan tambahan sehingga mereka jadi rajin mencari nasabah, inilah yang membawa kesuksesan. Ada pula yang akhirnya menyamankan diri dengan penghasilan yang diperoleh dari kantor, inilah yang akhirnya mundur teratur.

4. Mencari pekerjaan yang bisa menjadi tumpuan hidup

Ini adalah alasan utama saya waktu bergabung sebagai agen asuransi. Saya pernah dua kali menjadi karyawan, masing-masing selama satu tahun, dan saya berharap memperoleh pekerjaan yang bisa saya jalankan secara permanen dan hasilnya mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Akhirnya saya menemukan peluang tersebut di bisnis asuransi setelah saya hadir pada sebuah seminar besar yang membuka jiwa bisnis saya dan melihat sendiri bukti-buktinya pada agen-agen yang telah sukses.

Karena saya butuh pekerjaan yang bisa jadi tumpuan hidup, maka saya sungguh-sungguh menjalani bisnis ini dan penuh waktu sejak awal. Alhamdulillah setiap tahun saya mengalami kemajuan yang berarti. Cerita saya bisa dibaca di artikel Pengalaman Agen Asuransi.

5. Membantu banyak orang terhindar dari bencana keuangan

Biasanya alasan ini dikemukakan oleh orang yang pernah menyaksikan langsung pengalaman menyakitkan terkena musibah tanpa memiliki asuransi, atau pengalaman betapa terbantunya orang yang terkena musibah dengan memiliki asuransi.

Di Allianz, ada seorang istri yang suaminya terkena stroke sehingga tidak bisa bekerja lagi, lalu bertekad supaya tak ada lagi orang-orang yang dikenalnya mengalami hal yang sama tanpa bantuan asuransi. Ada pula seorang suami yang istrinya terkena kanker usus sehingga harus menghabiskan semua aset yang dimiliki dan berutang sana-sini. Keduanya kini menjadi top agent di ASN dan telah meraih berbagai penghargaan.

Alasan kelima ini pada akhirnya juga menjadi alasan bagi agen yang telah melewati alasan nomor 4. Termasuk saya.

6. Mencapai kebebasan finansial (dan kebebasan waktu).

Dengan sistem bisnis jaringan yang kini diterapkan hampir semua perusahaan asuransi, penghasilan agen asuransi bukan lagi terutama berasal dari penjualan pribadi, tapi dari penjualan agen-agen yang ada dalam jaringan. Inilah sumber kebebasan finansial yang sesungguhnya. Meskipun sang agen asuransi sedang sakit atau sedang berlibur, uang tetap mengalir ke rekeningnya. Semakin banyak jumlah agen yang berhasil direkrut di jaringan, semakin besar penghasilan pasif yang diperoleh.

Tapi mencapai kebebasan finansial itu tidak mudah. Merekrut dan mendidik orang agar menjadi agen asuransi itu lebih sulit daripada menjual asuransi secara pribadi. Di sini diperlukan leadership yang tinggi dan mental yang terus diasah. Oleh karena itu, banyak agen yang akhirnya mencukupkan diri dengan penjualan pribadi, karena merekrut dan mendidik orang itu lebih banyak sakit hatinya dan kadarnya lebih tinggi daripada menghadapi penolakan oleh calon nasabah.

7. Membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial

Pada orang-orang yang telah merasakan kebebasan finansial, bukan berarti impian telah terwujud sepenuhnya. Pada titik ini akan muncul impian selanjutnya yang lebih tinggi, yaitu membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial pula, seperti dirinya. Inilah yang menggerakkan seorang Liem Lie Sia untuk terus terus berkarya dalam bisnis ini, seperti dapat dibaca pada artikel Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia.

Bisnis adalah Pertama-tama tentang Membantu Orang

Bagi anda agen asuransi atau calon agen asuransi, alasan manakah yang paling menggerakkan anda? Yang mana pun tak masalah dan tidak perlu merasa malu jika alasan utamanya soal uang.

Di pikiran banyak orang pada umumnya, bisnis adalah tentang mencari keuntungan. Tapi pada praktiknya, bisnis adalah pertama-tama tentang membantu orang. Keuntungan hanyalah konsekuensi logis dari aktivitas kita membantu orang.

Demikian pula dalam bisnis asuransi. Faktor penggerak awalnya boleh karena uang. Tapi yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan edukasi kepada orang-orang bahwa asuransi itu penting, bahwa asuransi itu kebutuhan, bahwa sakit kecelakaan cacat meninggal itu butuh uang, bahwa asuransi menyediakan uang yang dibutuhkan itu dalam waktu cepat. Selanjutnya, setelah orang-orang tersadarkan dan kemudian mengambil asuransi melalui kita, komisi atau uang hanyalah keniscayaan yang tak terhindarkan.

Begitu pula halnya ketika kita merekrut orang untuk menjadi agen asuransi di tim kita. Boleh-boleh saja yang terpikir di awal adalah penghasilan pasif tanpa batas. Tapi untuk mencapai hal itu, yang pertama harus dilakukan adalah membuka pikiran mereka – calon-calon agen – bahwa mereka butuh penghasilan tambahan, bahwa pekerjaan agen asuransi itu membantu orang agar terhindar dari bencana keuangan, bahwa punya banyak uang itu bisa membantu keluarga dan lebih banyak orang, bahwa kebebasan finansial itu baik.

Lalu setelah mereka menjadi agen, bukan berarti kita lantas segera mencapai kebebasan finansial. Itu masih jauh. Sebelumnya harus kita pastikan bahwa agen-agen di tim kita telah memahami seluk-beluk asuransi dengan baik, mampu menawarkan dan menjual asuransi kepada orang-orang, mampu mencapai omset penjualan yang ditargetkan, mampu memahami bisnis asuransi dan menerangkannya kepada orang lain, mampu merekrut agen dan mengajarkan perihal bisnis ini kepada agen-agennya.

Setelah semuanya dilakukan, ulangi lagi kepada orang-orang lainnya, dan bersabarlah dalam perjuangan. Pasti ada saatnya jatuh, merasa lemah dan putus asa, tapi sebisa mungkin lekaslah bangkit dan tetap semangat. Ketika segala usaha telah dimaksimalkan, berdoalah dan serahkan hasilnya kepada Tuhan.

Hanya agen asuransi yang telah membantu banyak orang, baik melalui produk maupun bisnis, yang berhak mencapai kesuksesan finansial.

Demikian. []

Apakah anda tertarik menjadi agen asuransi? Klik “Cara Menjadi Agen Allianz“. 

Untuk berkonsultasi tentang bisnis asuransi di Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Artikel terkait: