Pengetahuan Produk

Perbedaan dan Persamaan antara Rider ADDB dan TPD

TabrakanPada produk Tapro Allianz terdapat dua rider (asuransi tambahan) yang memiliki kemiripan, yaitu ADDB dan TPD.

ADDB adalah singkatan dari Accidental Death and Disablement Benefit. TPD adalah singkatan dari Total Permanent Disability.

Jika diterjemahkan secara harfiah, ADDB berarti “Manfaat Cacat dan Meninggal karena Kecelakaan”. Sedangkan TPD berarti “Cacat Tetap Total”.

Di sini ada kesamaan pada kata “cacat”. Lanjutkan membaca “Perbedaan dan Persamaan antara Rider ADDB dan TPD”

Penyakit Kritis

Prepare for the Worst: Hilangnya Kemandirian Hidup

Ketidakmampuan TotalPrepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), itulah hakikat asuransi. Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup.

Hilangnya kemandirian hidup berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan. Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar.

Sementara itu, pada saat yang sama, biaya hidup masih harus dipenuhi dan begitu pula biaya untuk pengobatan, khususnya jika masih ada harapan pulih kembali. Lanjutkan membaca “Prepare for the Worst: Hilangnya Kemandirian Hidup”

Asuransi Penyakit Kritis

Prepare for the Worst: Ketidakmampuan Total

LumpuhSelama ini lazim dipahami bahwa proteksi dasar pada asuransi jiwa adalah risiko meninggal dunia. Tapi sebetulnya, ada satu risiko lain yang layak disejajarkan dengan meninggal dunia, yaitu ketidakmampuan total.

Ketidakmampuan total dapat mewujud dalam dua bentuk:

  1. Cacat total atau kelumpuhan (tidak berfungsinya kedua tangan, kedua kaki, kedua mata, atau kombinasi dari tiga organ tersebut).
  2. Hilangnya kemandirian hidup (tidak bisa melakukan aktivitas dasar seperti makan, minum, mandi, berpakaian, buang air, atau beralih tempat).

Kedua bentuk tersebut dapat bersifat permanen ataupun sementara, dapat disebabkan oleh penyakit ataupun kecelakaan. Namun satu hal patut disadari, bahwa tidak satu orang pun di dunia ini yang kebal dari risiko tersebut. Ini bukan masalah statistik, tapi soal kemungkinan.

Dampak Keuangan

Ditinjau dari segi keuangan, orang yang meninggal dan orang yang mengalami ketidakmampuan total itu sama, yaitu sama-sama tidak bisa mencari uang. Jika orang yang bersangkutan adalah pencari nafkah, maka terjadinya salah satu dari dua risiko tersebut dapat menimbulkan dampak yang sama bagi keluarga, yaitu putusnya sumber penghasilan.

Malah, karena orang yang mengalami ketidakmampuan total secara fisik masih hidup, dia memerlukan biaya hidup yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, dan juga biaya berobat jika masih ada harapan dipulihkan. Jadi, ketidakmampuan total menimbulkan dampak keuangan yang lebih besar daripada kematian.

Pertanyaannya, apakah UP ketidakmampuan total harus lebih besar daripada UP jiwa? Tidak perlu, karena ada dua kabar baik.

Pertama, orang yang mengalami ketidakmampuan total masih hidup, dan selama masih hidup, akan selalu ada harapan.

Kedua, orang tersebut dapat mengembangkan kemampuan baru yang disesuaikan dengan kondisinya.

Selain itu, ada dua kondisi lain yang akibatnya secara keuangan dapat disetarakan dengan ketidakmampuan total, yaitu:

  1. Penyakit yang terus-menerus. Orang yang penyakitnya muncul terus-menerus, akan kehilangan waktu produktif untuk bekerja mencari nafkah.
  2. Penyakit yang pengobatannya membutuhkan biaya sangat besar. Beberapa penyakit, terutama yang tergolong kritis, membutuhkan biaya sangat besar untuk pengobatan, sehingga berpotensi menghabiskan seluruh aset, dan jika masih kurang, harus ditutupi dari utang. Walaupun misalnya sembuh, perjalanan hidup selanjutnya akan disibukkan dengan upaya mengembalikan aset-aset atau bahkan membayar utang.

4 Produk untuk Menanggung Risiko Ketidakmampuan 

Di dunia asuransi dikenal tiga produk yang dapat menanggung risiko keuangan dari ketidakmampuan (total maupun tidak total), yaitu proteksi penyakit kritis, kecelakaan, dan cacat tetap total.

Di Allianz, tiga proteksi tersebut tersedia dalam bentuk 4 rider pada produk Tapro, yaitu:

  1. CI+ (Critical Illness Plus), menanggung 49 penyakit kritis.  
  2. CI100 (Critical Illness 100), menanggung 100 kondisi risiko penyakit kritis sejak tahap awal.
  3. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung risiko cacat dan meninggal karena kecelakaaan, baik cacat sebagian maupun cacat total.
  4. TPD (Total Permanent Disability), menanggung risiko cacat tetap total, baik disebabkan penyakit ataupun kecelakaan.

Sebagai penutup, saya ingin menawarkan sebuah program dari Allianz yang memberikan perlindungan keuangan dari risiko-risiko dasar tersebut, yaitu Tapro Allisya Protection Plus (syariah). Para pembaca dapat melihatnya di artikel berikut ini:

  1. 600 Ribu Dapat Total UP > 2,5 Miliar
  2. 1 Juta Dapat Total UP > 4 Miliar

Selain itu, dapat dibaca pula pertimbangan lainnya pada artikel TLO pada Asuransi Jiwa.

Demikian. Semoga dipahami. []

 

Untuk berkonsultasi mengenai produk-produk asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Baca juga artikel terkait dalam seri Prepare for the Worst: