Asuransi Jiwa, Asuransi Syariah

Mari Berwakaf melalui Polis Asuransi Jiwa Allianz Syariah

Apabila anak Adam meninggal dunia, putuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. (HR Muslim).

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya berlangsung terus-menerus, dan karena itu pahalanya pun mengalir terus-menerus kepada pemberi sedekah, walaupun orangnya telah tiada.

Salah satu bentuk sedekah jariyah, dan merupakan bentuk yang paling tahan lama, adalah wakaf. Wakaf artinya berhenti, atau menahan, yaitu menahan pokoknya supaya tidak berkurang dan hanya mengambil manfaatnya.

Zaman dahulu, wakaf biasanya hanya berupa harta tak bergerak, terutama tanah dan bangunan. Tapi zaman sekarang, harta bergerak pun dapat ditahan apa yang menjadi pokoknya, dan hanya diambil apa yang menjadi manfaatnya, seperti pada konsep dana abadi.

Saat diminta berwakaf, anda mungkin membayangkan sejumlah harta yang besar. Seperti tanah, kebun, sawah, bangunan, dll itu memang harta yang besar dan tidak sembarang orang mampu melakukannya.

Tapi dengan konsep wakaf melalui polis asuransi jiwa syariah, sembarang orang pun dapat melakukannya karena dananya bisa dicicil dengan jumlah yang kecil, tapi hasilnya nanti bisa sangat besar.

Sebagai contoh, seorang pria usia 30 tahun dapat mencicil dana wakaf hanya 1 juta tiap bulan, tapi dia bisa berwakaf sebesar 500 juta lebih ke lembaga wakaf yang dipilih. Jika dia kumpulkan sendiri uang 1 juta tiap bulan, butuh 500 bulan atau 40 tahun lebih untuk terkumpul 500 juta. Tapi dengan asuransi jiwa, dana 500 juta untuk wakaf tersebut sudah tersedia sejak hari pertama polis asuransinya disetujui.

Karena wakaf dilakukan melalui polis asuransi jiwa, tentunya dana wakaf tersebut hanya bisa dicairkan ketika wakif (orang yang berwakaf) meninggal dunia. Ikrar wakaf yang sebenarnya baru dilakukan setelah dana wakaf diterima oleh lembaga atau pihak yang ditunjuk. Jadi, wakaf melalui cara ini sifatnya adalah wasiat. Tapi ini adalah wasiat yang berkekuatan hukum mengikat kepada wakif dan para ahli warisnya, sehingga tidak bisa dibatalkan oleh ahli waris.

Ketentuan Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah

Menurut fatwa MUI nomor 106 tahun 2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah:

  1. Jumlah yang dapat diwakafkan dari manfaat asuransi adalah maksimal 45% dari uang pertanggungan.
  2. Jumlah yang dapat diwakafkan dari manfaat investasi adalah maksimal 30% dari nilai investasi.

Dengan demikian, jika UP (uang pertanggungan) 1 miliar, maka yang dapat diwakafkan adalah maksimal sebesar 450 juta. Sedangkan dari sisi investasinya, jika nilainya 100 juta, maka yang dapat diwakafkan adalah maksimal 30 juta.

Sisanya tentu saja menjadi hak para ahli waris dari wakif tersebut. Dengan demikian, aturan ini tidak mencabut hak ahli waris untuk mendapatkan warisan.

Jadi, tindakan berwakaf wasiat melalui polis asuransi jiwa syariah ini akan sekaligus mendapatkan setidaknya dua kebaikan. Pertama, kebaikan karena memberikan harta untuk kepentingan umum (wakaf). Kedua, kebaikan karena memberikan harta kepada keluarga yang ditinggalkan (warisan).

Cara Berwakaf melalui Polis Asuransi Jiwa Allianz Syariah

Jika anda tertarik untuk mendapatkan dua kebaikan dari berwakaf melalui polis asuransi jiwa Allianz Syariah, caranya adalah sbb:

  1. Membuka polis asuransi jiwa syariah dari Allianz, yaitu produk Tapro Allisya Protection Plus. Preminya tergantung tergantung seberapa besar nilai yang akan diwakafkan dan tergantung kemampuan calon wakif.
  2. Mengisi form Janji (Wa’ad) Wakaf, yang akan disertakan sebagai bagian tak terpisahkan dari SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Formulir ini ditandatangani oleh wakif dan seluruh ahli waris. Dalam form ini disebutkan lembaga apa yang akan diserahi dana wakaf jika tertanggung (calon wakif) meninggal dunia.
  3. Selanjutnya membayar premi secara rutin untuk memastikan polis tetap aktif sampai saat itu tiba.
Form Janji Wakaf

Lembaga Wakaf yang Bekerja Sama dengan Allianz Syariah

Ke mana dana wakaf akan disalurkan? Saat ini Allianz Life Indonesia Syariah telah bekerja sama dengan 4 (empat) lembaga pengelola wakaf, yaitu:

  1. Dompet Dhuafa
  2. Rumah Wakaf Indonesia
  3. Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
  4. Inisiatif Wakaf (iWakaf)

Dompet Dhuafa (DD) didirikan pada tahun 1993 oleh Harian Umum Republika. DD adalah lembaga filantropi Islam bersumber dari dana zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). DD memiliki program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial. Di antara hasil karya DD yang berkelanjutan adalah RS Rumah Sehat Terpadu, Sekolah Umar Usman, Smart Ekselensia Indonesia, dan Khadijah Learning Center. DD berkantor di Philanthropy Building, Jl. Warung Jati Barat No.14, Jakarta Selatan. Alamat web: dompetdhuafa.org.

Rumah Wakaf Indonesia (RWI) berdiri pada tahun 2009 dan disahkan sebagai Lembaga Wakaf Nasional pada tahun 2010. Pada tahun 2014 Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai regulator pengelolaan wakaf di Indonesia telah menerbitkan izin Rumah Wakaf Indonesia sebagai Lembaga Pengelolaan Wakaf Tunai.  RWI memiliki program wakaf produktif seperti sekolah, rumah sakit, peternakan, pertanian, dan properti. Ada juga wakaf charity dalam program jembatan, desa Quran, sarana masjid, dan sarana sekolah. RWI beralamat di Jl. Batu Kencana 6, Gumuruh, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Alamat web: rumahwakaf.org.

Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar (YPI Al-Azhar) didirikan pada tanggal 7 April 1952. Nama Al-Azhar diberikan oleh Grand Syaikh Al-Azhar Kairo yang mengunjungi yayasan ini pada tahun 1961. Sejarah YPI Al-Azhar tak bisa dilepaskan dari figur Buya Hamka yang menjadi imam besar masjid agung Al-Azhar. YPI Al-Azhar memiliki lembaga wakaf yang berdiri sendiri dengan nama Wakaf Al-Azhar, mengelola wakaf produktif dalam mendukung aktivitas pendidikan dan dakwah. Di bidang pendidikan, YPI Al-Azhar telah memiliki sejumlah cabang Sekolah Al-Azhar di berbagai kota di Indonesia. YPI Al-Azhar beralamat di Kompleks Masjid Agung Kebayoran Baru, Jl Sisingamaraja, Jakarta Selatan. Alamat web: al-azhar.or.id.

Inisiatif Wakaf (iWakaf) adalah lembaga pengelola wakaf yang didirikan oleh Yayasan PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) dan telah mendapatakan register dari BWI (Badan Wakaf Indonesia). IWakaf memiliki sejumlah kegiatan wakaf seperti pembangunan masjid, ruang kelas, rumah singgah pasien, dan rumah sakit untuk hemodialisa. IWakaf berkantor di Graha PKPU lt 3, Jl Raya Condet no 27A, Batu Ampar, Jakarta Timur. Alamat web: iwakaf.or.id.

Calon wakif dapat memilih satu atau lebih dari empat lembaga di atas. Ke depan, tidak menutup kemungkinan calon wakif dapat memilih sendiri lembaga wakaf di luar yang disebutkan.

Premi Asuransi Jiwa Syariah Tapro Allisya

Berapa dana yang hendak anda wakafkan? Tergantung kemampuan anda.

Berikut adalah tabel premi dengan asumsi anda akan mewakafkan dana senilai 250 juta di saat nanti tutup usia. Sesuai ketentuan MUI, dana tsb adalah 45% dari UP yang diambil, yaitu sekitar 560 juta. Dengan demikian, dana yang diwariskan ke ahli waris (keluarga) adalah 310 juta. Sedangkan untuk sisi investasinya kita kesampingkan dulu, karena nilainya tidak bisa dihitung dengan pasti di awal.

Usia Masuk Premi per Bulan Dana yang DiwakafkanDana yang Diwariskan
25 400,000 250 juta310 juta
30 450,000 250 juta310 juta
35 550,000 250 juta310 juta
40 600,000 250 juta310 juta
45 800,000 250 juta310 juta
50 1,100,000 250 juta310 juta
55 1,500,000 250 juta310 juta
60 2,200,000 250 juta310 juta
65 4,000,000 250 juta310 juta
70 7,000,000 250 juta310 juta

Uang 250 juta itu untuk saat ini setara dengan sekitar lima ribu sak semen, atau seribu bak pasir, atau sekitar 50 ribu bata merah, yang bisa digunakan untuk membangun masjid, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, panti jompo, atau apa pun yang bermanfaat bagi kaum lemah.

Jika 250 juta dirasa kurang banyak, tentunya anda bisa menambahkan sendiri. Mungkin 500 juta, atau 1 miliar, atau 2 miliar, bebas saja. Kurang dari 250 juta pun boleh. Mungkin 25 juta, atau 50 juta, atau 100 juta, boleh. Nanti preminya disesuaikan.

Atau jika anda punya anggaran, misalnya 1 juta atau 2 juta per bulan, untuk berwakaf melalui cara ini, bisa diatur UP-nya dan berapa yang bisa diwakafkan. Berikut ini tabel jika anda berwakaf polis sebesar 1 juta per bulan, sesuai usia masuk.

Usia Masuk Uang Pertanggungan Dana Warisan (Min 55%) Dana Wakaf (Maks 45%)
25 1,4 miliar 770 juta 630 juta
30 1,3 miliar 715 juta 585 juta
35 1,050 miliar 580 juta 470 juta
40 900 juta 495 juta 405 juta
45 700 juta 385 juta 315 juta
50 550 juta 305 juta 245 juta
55 370 juta 205 juta 165 juta
60 250 juta 140 juta 110 juta
65 140 80 juta 60 juta
70 80 45 juta 35 juta

Kita lihat, semakin muda usia, semakin tinggi dana yang bisa diwakafkan. Oleh karena itu, marilah berwakaf sesegera mungkin.

Jika anda bukan orang yang sangat kaya, ini adalah cara agar mampu berwakaf sebanyak mereka, orang-orang kaya yang dermawan. Tanpa melalui asuransi jiwa, kecil kemungkinan kita bisa berwakaf sebanyak ini. Bahkan 5 atau 10 juta pun belum tentu. Coba saja.

Kelak, di akhirat nanti, akan ada orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sebentar saja, agar aku dapat bersedekah…” (QS Al-Munafiqun ayat 10).

Inilah cara agar, entah kematian itu ditangguhkan atau dipercepat, kita dapat bersedekah secara otomatis. Otomatis? Ya, karena bagian dana yang sudah diniatkan untuk wakaf itu langsung ditransfer oleh perusahaan asuransi ke lembaga pengelola wakaf.


Tertarik berwakaf melalui polis asuransi jiwa syariah dari Allianz?

Hubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Tanya-Jawab

T: Apakah berwakaf melalui polis asuransi jiwa ini harus menggunakan produk asuransi jiwa syariah?

J: Ya, tentu saja, agar niat suci ini terhindar dari gharar, riba, dan maysir (judi).

T: Apakah asuransi jiwa syariah tsb harus yang berjenis unitlink? Bolehkah dengan asuransi jiwa whole life (asuransi jiwa seumur hidup) atau asuransi jiwa term life (berjangka)?

J: Saat ini hanya asuransi jiwa jenis unitlink yang menyediakan perlindungan hingga seumur hidup (sd usia 100 tahun) dan sekaligus tersedia dalam produk syariah. Asuransi jiwa whole life tidak ada yang syariah (silakan dicari dan info ke saya kalau ada). Sedangkan asuransi jiwa term life tidak cocok karena masa perlindungannya dibatasi jangka waktu tertentu (misal 10 atau 20 tahun). Jika tertanggung masih hidup setelah jangka waktu tsb, tentunya niat berwakafnya jadi batal. Kalaupun bisa diperpanjang, tetap tidak ada produk term life yang menyediakan masa perlindungan sampai seumur hidup. Namanya juga berjangka.

T: Apakah calon wakif perlu bertemu dengan lembaga wakaf untuk berwakaf dengan cara ini?

J: Tidak perlu. Allianz Syariah telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga wakaf dimaksud, dan kelak dananya akan ditransfer secara otomatis ke rekening lembaga wakaf yang ditunjuk.

Asuransi Syariah

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah, Apa dan Bagaimana?

Pada hari Jumat 16 Juni 2017, bertepatan dengan 21 Ramadhan 1438 H, saya melakukan ikrar wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah di Lembaga Wakaf Al-Azhar, Jakarta Selatan. Polis yang saya wakafkan memiliki uang pertanggungan sebesar 500 juta. Artinya, jika saya dipanggil menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa, kapan pun itu, uang 500 juta (+ nilai investasi, karena ini produk unit-link) akan diserahkan kepada Lembaga Wakaf Al-Azhar untuk kepentingan pendidikan dan dakwah Islam.

Akad Wakaf
Berfoto sehabis ikrar wakaf di Al-Azhar, bersama Bpk Muhammad Rofiq Thoyyib Lubis (Direktur Utama Al-Azhar Peduli Umat, kedua dari kanan) dan notaris Bpk Edi (kanan).

Untuk berwakaf senilai 500 juta, saya tidak perlu memiliki uang 500 juta atau mengumpulkan uang hingga terkumpul sejumlah itu. Melalui polis asuransi jiwa syariah dari Allianz, yang saya buka dan disetujui tanggal 28 Mei 2017, saya cukup menyisihkan uang 500 ribu per bulan, dan uang 500 juta sudah siap untuk diwakafkan kapan pun saya berpulang ke rahmatullah. Itulah kelebihan wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah dibanding berwakaf dengan cara lainnya. Padahal jika mengumpulkan sendiri uang 500 ribu tiap bulan, untuk menjadi 500 juta dibutuhkan waktu 1000 bulan atau 83 tahun. Terlalu lama dan belum tentu umur saya sampai.

Sertifikat Wakaf Al-Azhar
Sertifikat Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah

Apa itu wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah? Bagaimana mekanismenya? Uang pertanggungan ketika cair, diserahkan ke ahli waris dulu atau langsung ke yayasan? Lalu bagaimana hukumnya menurut syariat Islam, apakah boleh?

Pengertian Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah

Wakaf berasal dari bahasa Arab, “waqf”, yang artinya menahan, berhenti, atau diam. Secara istilah berarti harta benda yang nilai pokoknya ditahan dan manfaatnya digunakan untuk kepentingan umum yang sesuai dengan ajaran Islam. Selama harta wakaf ini masih ada dan memberikan manfaat untuk kepentingan umum, selama itu pula pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang berwakaf telah tiada. Wakaf merupakan sedekah jariyah dalam bentuknya yang paling nyata.

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah adalah adalah wakaf berupa polis asuransi syariah yang mana nilai investasinya dan atau manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris ketika manfaat polis jatuh tempo dan atau wakif meninggal dunia.

Program Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah ini didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan investasi akhirat para wakif melalui wakaf produktif maupun wakaf keagamaan serta kegiatan sosial lainnya.

Siapa yang menjadi ahli waris pada polis yang diwakafkan? Termaslahat atau ahli waris yang tercatat di polis tetaplah orang yang memiliki insurable interest (hubungan asuransi) dengan tertanggung, misalnya istri/suami, anak/orangtua, atau saudara kandung. Tapi atas persetujuan semua ahli waris, uang pertangungan polis itu kemudian diserahkan ke lembaga sosial yang ditunjuk. Persetujuan ini dilegalkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani semua ahli waris di hadapan notaris.

Program Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah dari Lembaga Wakaf Al-Azhar

Saat ini, salah satu lembaga yang menangani wakaf wasiat polis asuransi adalah Lembaga Wakaf Al-Azhar, sebuah lembaga di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar, Jakarta Selatan. Lembaga wakaf Al-Azhar rutin mengadakan sosialisasi dan training kepada agen-agen asuransi yang menjual produk syariah untuk menjadi Sahabat Wakaf Al-Azhar.

Selain telah ikut training, syarat untuk menjadi Sahabat Wakaf Al-Azhar adalah telah memulai berwakaf polis asuransi atas nama diri sendiri. Ini sesuai dengan amanah Alquran dalam surat al-Shaff ayat 2-3, agar kita tidak mengatakan sesuatu yang tidak kita lakukan.

Saya pun telah mengikuti Training Wakaf Wasiat Polis Syariah di Al-Azhar pada tanggal 15 Maret 2016 di Jakarta, dan baru berkesempatan menjadi wakif setahun lebih kemudian (16 Juni 2017).

Ada pun program wakaf wasiat polis yang tersedia di Al-Azhar saat ini ada tiga jenis, yaitu:

  1. Wakaf Wasiat Polis Asuransi dengan Gimmick Fasilitas Pemakaman All In Type Single di Al-Azhar Memorial Garden. Berlaku untuk polis dengan nilai UP minimum 500 juta.
  2. Wakaf Wasiat Ahly dengan ketentuan manfaat pengelolaan dana wakaf disalurkan untuk membiayai pendidikan anak wakif hingga lulus Perguruan Tinggi (S1) dengan biaya pendidikan Setara Al-Azhar. Berlaku untuk polis dengan nilai UP minimum 1 miliar per anak.
  3. Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah program bebas dengan mengakomodir kebutuhan akan adanya warisan bagi ahli waris, wakaf keagamaan dan atau wakaf produktif untuk dikelola Al Azhar atau lembaga wakaf lain serta program sosial lainnya. Berlaku untuk polis dengan nilai minimum UP 10 juta sampai maksimum tak terbatas.

Program yang saya ikuti adalah jenis ketiga (program bebas), karena menyediakan fleksibilitas dalam jumlah maupun penyaluran dananya. Saya meniatkan seluruh dana wakaf yang kelak diperoleh dari polis ini digunakan untuk usaha produktif umum yang diselenggarakan Wakaf Al-Azhar, yang hasil usahanya akan digunakan untuk kegiatan pendidikan dan dakwah Islam sesuai misi Al-Azhar.

Cara Melakukan Wakaf Wasiat Polis melalui Wakaf Al-Azhar

Jika anda tertarik berwakaf melalui polis asuransi jiwa syariah, ini langkah-langkahnya.

  1. Anda harus memiliki polis asuransi jiwa syariah.

Jika belum, anda bisa mengambilnya melalui agen asuransi yang anda kenal, atau melalui agen Allianz di blog ini, atau melalui saya.

Polis asuransi yang akan anda wakafkan sebaiknya bukan satu-satunya polis yang anda miliki, dan juga bukan harta anda satu-satunya, karena tidak diperkenankan mewakafkan seluruh harta. Ada keluarga dan ahli waris lain yang lebih membutuhkan manfaat asuransi jiwa dari anda, yang harus didahulukan.

Saya sendiri membeli polis baru untuk diwakafkan, tidak mengganggu polis asuransi jiwa saya sebelumnya yang memiliki total UP 1,65 miliar. Selengkapnya mengenai polis-polis yang saya miliki, bisa dibuka di “Polis Asuransi Keluarga Saya.

Polis asuransi jiwa anda haruslah yang syariah, bukan yang nonsyariah, supaya lebih terhindar dari hal-hal yang diharamkan seperti gharar (ketidakjelasan), maysir (judi), dan riba.

  1. Hubungi Sahabat Wakaf Al-Azhar, orang yang bisa anda ajak berkonsultasi mengenai niat anda untuk berwakaf polis asuransi syariah.

Dalam hal ini, saya (Asep Sopyan) adalah salah satu Sahabat Wakaf yang resmi dari Al-Azhar. Saya telah mengikuti training Sahabat Wakaf Al-Azhar pada tanggal 15 Maret 2016 dan, seperti telah diinformasikan di atas, telah melakukan ikrar wakaf polis pada tanggal 16 Juni 2017.

Sahabat Wakaf akan memandu anda mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mewujudkan niat anda.

  1. Tentukan kepada lembaga sosial mana anda akan menyalurkan wakaf polis anda.

Meskipun anda akan berwakaf polis melalui Al-Azhar, pada dasarnya anda boleh menyalurkan wakaf polis anda ke lembaga sosial apa pun yang anda kenal, seperti masjid, pesantren, panti asuhan, sekolah, dan sebagainya. Pastikan lembaga yang anda tuju memiliki kemampuan yang baik untuk mengelola dana wakaf anda. Perlu diingat, wakaf bukanlah sedekah biasa yang nilainya bisa berkurang dan habis karena dipakai. Dana pokok wakaf harus abadi, sedangkan yang dimanfaatkan hanyalah hasilnya.

Saya sendiri menyalurkan dana wakaf saya seluruhnya ke Al-Azhar, karena saya percaya kredibilitas lembaga ini. Saya menyalurkannya pada program Wakaf Produktif Umum, di mana dana akan diinvestasikan pada usaha di bidang perkebunan, properti, dan transportasi.

  1. Sampaikan niat anda untuk berwakaf polis kepada semua ahli waris anda

Ahli waris anda berhak atas harta anda, kelak ketika anda tiada, sesuai bagian masing-masing menurut syariat Islam. Supaya tidak ada perselisihan di kemudian hari, diperlukan persetujuan mereka bahwa anda akan mewakafkan nilai polis asuransi yang anda miliki. Di sini ada formulir yang harus ditandatangani semua ahli waris anda, baik itu istri/suami, orangtua, anak, saudara kandung, dan lain-lainnya jika ada dan berhak menurut hukum waris Islam.

Jadi, anda harus mendatangi mereka dengan membawa Formulir Pelepasan Hak Ahli Waris dan meminta mereka menandatangani form tersebut. Konsultasikan dengan Sahabat Wakaf mengenai siapa saja yang berhak menjadi ahli waris anda.

  1. Melakukan ikrar wakaf wasiat polis di kantor Wakaf Al-Azhar

Biasanya ikrar wakaf polis dilakukan pada hari Jumat pagi di kantor Wakaf Al-Azhar dengan disaksikan notaris. Notaris disediakan oleh Wakaf Al-Azhar dengan biaya (saat ini) 200 ribu rupiah per akad. Jika anda berwakaf polis di luar Al-Azhar, biaya notarisnya mungkin berbeda.

Anda harus hadir bersama termaslahat (ahli waris) yang namanya tercantum di polis. Anda juga diharuskan membawa saksi-saksi, boleh teman atau saudara anda. Jumlah saksi adalah 2 orang laki-laki, atau 4 perempuan, atau 1 laki-laki dan 2 perempuan.

Setelah ikrar selesai, anda mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa anda telah berwakaf wasiat polis melalui Wakaf Al-Azhar.

Selanjutnya anda tinggal membayar premi polis and asecara rutin dan menunggu saatnya tiba.

Hukum Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana hukumnya wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah? Kabar baiknya telah ada fatwa dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 2016, yang intinya berwasiat untuk mewakafkan nilai polis asuransi syariah adalah boleh.

Hukum Wakaf Wasiat Polis
Fatwa MUI tentang wakaf wasiat polis asuransi

Fatwa tersebut bisa dibaca selengkapnya di SINI.

Demikian sekilas tentang wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah.

Daftar Wakaf Polis Asuransi Jiwa Syariah

Untuk mendaftar dalam program wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah dari Al-Azhar, silakan mengisi form berikut:

 

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Sahabat Wakaf Al-Azhar, Senior BP ASN]

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Asuransi Syariah

Program Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah dari Al-Azhar

Brosur Wakaf 1

Brosur Wakaf 2

Brosur Wakaf 3

Brosur Wakaf 5

Brosur Wakaf 6

Brosur Wakaf 4

Daftar Wakaf Polis Asuransi Jiwa Syariah

Untuk mendaftar dalam program wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah dari Al-Azhar, silakan mengisi form berikut:

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Sahabat Wakaf Al-Azhar, Senior BP ASN]

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan