Bisnis Asuransi

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Ketujuh (2018)

Sebelumnya saya mohon maaf karena cerita pengalaman di tahun ketujuh ini baru diterbitkan di akhir Mei, sampai ada pembaca yang menanyakannya di kolom komentar blog ini. Jika anda membaca lebih lanjut, anda akan dapat menduga sebabnya.

Alhamdulillah, ternyata saya telah melewati tujuh tahun sebagai agen asuransi Allianz. Tidak pindah profesi. Tidak pindah perusahaan. Juga tidak nyambi. Itu artinya pekerjaan ini dapat diandalkan sepenuhnya sebagai sandaran hidup.

Tapi memang, saya juga tidak bertumbuh dalam dua tahun terakhir ini. Bahkan omset dan penghasilan saya cenderung menurun.

Dapat dilihat pada tabel berikut ini, pencapaian saya di tahun 2018 dibandingkan dengan 2017.

Keterangan 2018 2017 Perubahan
Penjualan pribadi 211 juta, 30 polis 160 juta, 33 polis +31%
Omset unit 871 juta, 103 polis 912 juta, 165 polis -4%
Omset grup 1,620 M, 195 polis 2,525 M, 366 polis -36%
Agen baru 15 agen 31 agen -52%
Agen aktif (minimal 1 polis) 25 44 agen -43%
Promosi BE menjadi BP 2 0 ~
BP direct 3 3 =
BP grup 3 3 =
Penghasilan (per Desember) 35 jutaan per bulan 40 jutaan per bulan -12%
Penghargaan 1. Champion Club (trip Korea Selatan)

 

2. BP Build BP (2 BP)

3. CPC Champion Club Unit Challenge (iPad)

1. CPC 12 bulan

 

2. Champion Club (trip Cruise)

3. Early Bird Champion (Singapore)

4. SBP (Senior Business Partner)

~

Kecuali penjualan pribadi yang sedikit naik (tapi masih jauh dari target), omset unit dan grup menurun. Jumlah agen baik yang baru maupun yang aktif menurun. Memang ada dua agen (BE) yang promosi menjadi BP, tapi pada saat yang sama, ada pula dua BP yang turun menjadi BE. Jadi dalam hal ini impas. Dan sebagai hasil akhirnya, penghasilan saya pun turun. Bahkan saya tidak lagi memenuhi kriteria sebagai SBP (Senior Business Partner), yaitu agen yang memiliki penghasilan antara 500 juta sd kurang dari 1 miliar setahun. Tapi saya tetap akan menggunakan gelar ini dalam pengertian yang lain, yaitu BP yang membawahi beberapa BP, atau bisa juga diartikan BP yang sudah senior alias sudah lama jadi BP.

Memang, jadi agen asuransi yang sukses itu tidak mudah. Butuh kerja keras dan ketahanan diri yang luar biasa, serta dukungan  yang kuat dari grup leader (support system). Saya mungkin kurang kerja keras, karena terlanjur nyaman dengan cara saya selama ini, yaitu menjual dan merekrut melalui blog, yang cukup dilakukan dari rumah. Dukungan dari grup leader bukannya tidak ada, tapi memang saya kurang memanfaatkannya.

Sampai saat ini saya masih merasa belum sukses. Masih jauh. Ukuran sukses seorang agen asuransi di Allianz, setidaknya, adalah ketika dia menjadi seorang MDIT (Million Dollar Income Team), alias agen dengan penghasilan miliaran. Lebih dari itu, ukuran sukses yang sebenarnya adalah ketika dia mampu menjadikan agen-agen di bawahnya menjadi MDIT juga. Setelah tujuh tahun ini ternyata saya belum juga menjadi MDIT. Padahal standarnya cukup lima tahun, bahkan ada yang tiga tahun. Di bawah saya pun belum ada yang MDIT.

Tapi saya tetap akan berada di bisnis ini. Ada 300 lebih nasabah yang berada dalam tanggung jawab saya dan belasan agen aktif, yang semuanya menjadi jalan rezeki saya. Saya tidak bisa memikirkan, khususnya untuk diri saya yang tidak punya keahlian lain, pekerjaan apa lagi yang dapat menghasilkan lebih dari 30 juta per bulan. Kadang saya merasa puas dengan penghasilan di atas 30 juta per bulan, walaupun sering merasa kurang. Dan mungkin ini yang membuat kerja keras saya tidak lagi seperti di lima tahun awal.

Kedinginan di bawah N-Seoul Tower, Korea

Meskipun secara umum saya mengalami penurunan, saya bersyukur di tahun 2018 masih ada sedikit pencapaian. Saya mencapai kontes ASN Champion Club dengan hadiah trip ke Seoul Korea Selatan. Tripnya telah dilaksanakan pada tanggal 25 sd 31 Maret 2019. Selain itu saya pun mendapatkan kontes CPC Champion Club Unit Challenge berhadiah sebuah iPad Pro, hadiahnya saya terima pada bulan Juli 2018. (Ceritanya bisa dibaca di SINI).

Lalu di tim saya pun ada dua BE yang naik menjadi BP, yaitu Natanael di Surabaya dan Anton Dwi Cahyono di Jakarta. Naiknya dua BP ini mengkompensasi turunnya dua BP. Menurut saya, dua-duanya mencapai BP lebih disebabkan kerja keras mereka sendiri, bukan karena bantuan saya. Saya beruntung mendapatkan beberapa agen yang bergerak aktif sendiri tanpa harus didorong-dorong. Saya hanya menyediakan info-info yang diperlukan, seperti pengetahuan produk, administrasi pengajuan polis, atau info terbaru dari perusahaan. Selebihnya mereka sendiri yang aktif menemukan apa yang mereka butuhkan.

Dari sini, saya menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan seorang agen adalah sikap proaktif. Dengan proaktif, artinya dia punya inisiatif untuk bergerak sendiri tanpa harus didorong oleh pihak luar, entah leadernya atau keluarganya. Saat dia bergerak, masalah akan timbul dan jika dia tetap bergerak, akan muncul pula solusinya. Jadi, masalah itu bukan untuk dihindari tapi justru untuk dicari dan dihadapi. Seperti halnya dalam permainan games, itulah cara untuk naik tingkat ke level yang lebih tinggi.

Selanjutnya, saya pun beruntung masih bisa jalan-jalan ke luar negeri pada tahun 2018 ini. Berkat pencapaian di tahun sebelumnya, saya mendapat tiket trip kapal pesiar ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan saya mendapatkan dua tiket, yang saya manfaatkan untuk mengajak serta istri saya ke kapal pesiar Mariner of the Seas Royal Caribbean. Ini bagaikan bulan madu yang tertunda bagi kami. Ceritanya bisa dibaca di SINI. Alhamdulillah.

IMG_20180315_100959
Menatap keluasan lautan dari balkon kapal pesiar Mariner of the Seas

Demikian cerita saya, kali ini tidak sepanjang tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai tambahan, berikut beberapa hal yang sempat tercatat dari perjalanan tahun 2018.

  1. Saya membantu agen saya di Balaraja mengurus klaim nasabahnya yang meninggal dunia. Meninggal bulan Januari 2018, klaim cair bulan Oktober sebesar 81 juta. Prosesnya lama karena ada kesalahan nama ahli waris dan kekurangan dokumen sehingga kami harus berkali-kali bolak-balik pengadilan negeri dan pengadilan agama Tangerang. Ceritanya bisa dibaca di SINI.
  2. Klaim meninggal dunia juga terjadi pada nasabah dari dua agen saya yang lain. Yang satu nasabah dari Homerus Arsad, tinggal di Nias, klaim sebesar 300 juta, cair dalam lima bulan (ceritanya bisa dibaca di SINI). Yang satu lagi nasabah dari Pieter Djatmiko, tinggal di Bogor, meninggal karena kecelakaan, nilai klaim 1 miliar, klaim cair dalam empat bulan (ceritanya di SINI). Semua prosesnya cukup lama karena usia polis belum dua tahun sehingga memerlukan investigasi.
  3. Pada bulan Juli 2018, Allianz meluncurkan produk baru yaitu Rider Flexi Critical Illness. Ini adalah asuransi penyakit kritis terbaik dari Allianz, terdiri dari tiga plan (Silver, Gold, Platinum), menanggung 88 sd 168 kondisi penyakit kritis, tahap awal (early stage) sudah bisa cair, dan masa perlindungan hingga usia 99 tahun. Informasi produk bisa dibaca di SINI.
  4. Pada bulan September, saya mulai menjual produk asuransi umum dari Allianz Utama. Produk yang saya jual antara lain asuransi mobil (Mobilku), asuransi rumah (Rumahku Plus), dan asuransi perjalanan (Travel Pro). Silakan hubungi saya jika anda membutuhkan jenis asuransi di atas.
  5. Pada bulan Oktober, Allianz menjadi sponsor Asian Paragames yang dilangsungkan pada tanggal 8-13 Oktober 2019 di Jakarta. Asian Paragames adalah ajang perlombaan olahraga untuk atlet difabel di Asia (info di SINI). Selain itu, pada bulan yang sama, Allianz juga menjadi rekan Kidzania Jakarta untuk dua permainan seru: Secret Agent dan Building Climbing (info di SINI).

Terakhir, target saya pada tahun 2019 ini tidak muluk-muluk. Dua tiket Champion Club ke Turki, yaitu penjualan pribadi 360 juta dan unit 900 juta, plus menaikkan satu agen menjadi BP. Semoga tercapai. Dan semoga penghasilan saya meningkat lagi, demikian pula penghasilan agen-agen di tim saya. Amin. []

Tertarik menjadi agen asuransi Allianz seperti saya?

Klik “Cara Menjadi Agen Allianz“. 

Untuk konsultasi mengenai bisnis asuransi di ASN, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Partner)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Simak cerita saya selengkapnya dalam judul “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz“:

Bisnis Asuransi

Dicari: Para Penulis yang Mau Jadi Agen Asuransi

Blog

Apakah anda bisa dan senang menulis?

Apakah anda ingin bekerja penuh waktu sebagai penulis?

Apakah anda ingin kaya dari menulis?

Jika ya, apakah anda sudah tahu bagaimana cara jadi kaya dengan menulis?

Beberapa Cara Penulis Mendapatkan Uang

Bekerja jadi penulis itu kelihatannya enak. Waktu kerja fleksibel dan tidak diatur siapa pun. Tapi bagaimana dengan penghasilannya jika hanya mengandalkan dari aktivitas menulis?

Berikut ini adalah beberapa cara penulis mendapatkan uang. Seorang penulis bisa melakukan salah satu atau kesemuanya sekaligus, sesuai kemampuan dan kesempatan yang ia miliki. Bisa juga menggabungkan dengan aktivitas lain di luar menulis.

1. Menulis di Media Massa

Tulisan di media massa bisa berupa artikel opini, politik, budaya, atau karya sastra. Jika satu artikel mendapat honor rata-rata 500 ribu, maka untuk mendapatkan penghasilan 10 juta per bulan dibutuhkan 20 artikel, dan untuk mendapatkan 100 juta per bulan dibutuhkan 200 artikel per bulan, alias sehari 7 artikel.

Sanggupkah anda menulis 7 artikel sehari? Bagaimana dengan mutunya? Dan mungkinkah semuanya dimuat di media massa

2. Menulis Buku

Seorang penulis buku mendapatkan uang dari royalti. Jika harga buku 50 ribu dan royaltinya 10% (5 ribu rupiah per buku), maka untuk mendapatkan uang 100 juta, buku tersebut harus laku 20 ribu eksemplar. Ini sudah masuk kategori best seller untuk ukuran Indonesia.

Jika anda ingin mendapatkan penghasilan 100 juta tiap bulan hanya dari menulis buku, sanggupkah anda menulis satu buku best seller tiap bulan

3. Membuat Blog

Seorang penulis bisa membuat blog dan mendapatkan uang dari situ melalui beberapa cara. Satu yang banyak dilakukan orang adalah melalui iklan berbayar (adsense). Syaratnya, blog anda ramai pengunjungnya. Semakin banyak pengunjung, semakin banyak uang yang masuk melalui iklan.

Sebagai gambaran, konon blog semacam portalpiyungan, postmetro, dan seword, mendapatkan uang dari iklan antara 25-50 juta per bulan. Pengunjung mereka sekitar 200 ribu sd 800 ribuan per bulan.

Apakah anda sanggup membuat blog seramai itu atau lebih ramai lagi? Perlu diketahui, blog-blog tersebut memuat tulisan sejumlah belasan hingga puluhan per hari dan dikerjakan oleh beberapa orang.

Sebagai perbandingan, blog myallisya.com tempat tulisan ini dimuat, hanya dikunjungi rata-rata 500 orang per hari atau 15 ribuan per bulan, sedangkan uang iklan yang diperoleh rata-rata hanya 1 USD per bulan. Sangat tidak bisa diharapkan.

Tidak banyak penulis yang sanggup menjadi kaya-raya sepenuhnya dari menulis. Oleh karena itu, sejumlah penulis terkenal biasanya mengandalkan periuk nasinya dari kerja sampingan di luar menulis, seperti menjadi dosen, pembicara publik, konsultan penulisan, pengusaha penerbitan, atau mengerjakan proyek-proyek penulisan yang sebenarnya di luar ketertarikannya.

Cara Yang Saya Lakukan: Membuat Blog dan Menulis tentang Asuransi

Saya menyadari diri saya bukan penulis produktif. Selama satu dekade tahun 2000-an, tulisan saya yang dimuat di media massa, berupa esai, cerpen, dan puisi, masih bisa dihitung dengan jari alias setahun satu pun belum tentu. Jadi tidak mungkin saya mengandalkan hidup dari situ.

Saya juga belum pernah mampu menyelesaikan sebuah buku pun. Saya masih memimpikan suatu saat bisa menerbitkan buku, tepatnya novel, tapi kali ini jelas bukan dengan tujuan untuk mencari uang.

Saya pun pernah tertarik untuk mencari uang lewat blog dan pernah berusaha membuat blog yang ramai pengunjungnya agar menarik para pemasang iklan. Tapi sampai saat ini belum berhasil.

Akhirnya, pada akhir 2011, saya bertemu seseorang yang mengenalkan saya dengan produk dan bisnis asuransi. Saya pun mendaftar sebagai agen asuransi, lalu membuat blog dan menulis tentang seluk-beluk asuransi. Dari mana bahan-bahan tulisan saya? Ya saya belajar, dari membaca, ikut training, dan dari pengalaman saya sendiri ketika bertemu prospek.

Saya tidak mendapatkan uang secara langsung dari tulisan yang saya buat di blog. Tapi tulisan-tulisan saya tentang asuransi mengundang banyak orang untuk mampir di blog saya, yaitu mereka yang sedang mencari produk asuransi atau ingin menjadi agen asuransi. Setiap tahun saya mendapatkan sekitar 50 nasabah dan 20 agen.

Saat ini, setelah lima tahun menjadi agen asuransi yang menulis blog, nasabah saya ada lebih dari 200 orang dan agen saya ada lebih dari 50 orang, dengan omset penjualan lebih dari 2 miliar setahun.

Dari situ, saya mendapatkan penghasilan hampir 50 juta per bulan dan sebagian besarnya merupakan penghasilan pasif. Saya pun sudah memiliki rumah, mobil, bisa berinvestasi dan bersedekah lumayan banyak, dan setiap tahun selalu jalan-jalan ke luar negeri.

Rumah mungil (2014) dan mobil sejuta umat (2015)

Sejak awal bergabung jadi agen sampai sekarang, aktivitas saya sama: menulis tentang asuransi untuk blog myallisya.com. Saya tidak pernah menawarkan asuransi kepada orang lain secara langsung, kecuali sedikit di awal-awal bergabung.

Sembari menulis, saya melayani konsultasi tentang asuransi dan bisnis asuransi. Sehari-hari saya di rumah saja, dan baru keluar rumah jika sudah ada janji dengan calon nasabah atau calon agen yang hendak bergabung.

Di antara puluhan agen saya, ada belasan yang mengikuti cara saya dalam menjual asuransi dan merekrut agen melalui blog. Blog-blog mereka bisa dilihat di “Rekomendasi Blog Agen Allianz”. Kebanyakan dari mereka tidak berlatar belakang penulis, tapi ada juga yang sukses dengan blognya.

Saya masih terus mencari agen-agen baru yang mampu menulis atau yang latar belakangnya seorang penulis. Jadi penulis itu enak. Kerja dari rumah, waktu sangat fleksibel, tidak mengatur atau diatur siapa pun. Dan digabung dengan menjadi agen asuransi, maka segala kelebihan tadi ditambah dengan penghasilan yang besar serta kesempatan mendapatkan aneka penghargaan, antara lain mendapatkan trip gratis ke luar negeri setiap tahun.

Jadi, apakah anda adalah penulis yang saya cari?

Profil Saya

Trip kapal pesiar bersama istri (2018)

Sebelum memutuskan, anda perlu tahu tentang saya, dengan siapa anda akan bekerja sama. Nama saya Asep Sopyan, asal dari Pandeglang Banten, kuliah Psikologi di UIN Ciputat, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ciputat, dan saat ini tinggal di Tangerang Selatan.

Sekitar dekade 2000-an, saya pernah menulis sejumlah cerpen dan esai di media massa. Sebagian besar tulisan saya tersimpan di blog pribadi asepsopyan.com. Karya berupa cerpen bisa dibaca di CERPEN. Berupa puisi, bisa dibaca di PUISI. Berupa esai, bisa dibaca di ESAI. Karya edit buku bisa dilihat di EDIT. (Tambahan: Sejak 2017, saya juga merekam lagu-lagu yang saya karang bertahun-tahun sebelumnya. Hasilnya bisa dilihat di LAGU).

Secara keseluruhan, bicara kualitas dan kuantitas, saya seorang penulis yang biasa-biasa saja, malah di bawah standar. Dan saya pun mencari penulis yang biasa-biasa saja, sebab penulis yang luar biasa akan punya impian pada level yang berbeda.

Melalui artikel ini, saya menawarkan sebuah peluang bisnis yang akan membantu rekan-rekan para penulis untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Jika anda bukan penulis dengan bakat, kecerdasan, dan produktivitas luar biasa seperti Andrea Hirata, Ippho Santosa, Tere Liye, Mira W, Dewi Lestari, Seno Gumira Ajidarma, Quraish Shihab, Habiburrahman el-Shirazy, Arswendo Atmowiloto, Pramoedya Ananta Toer, Kho Ping Hoo, Bastian Tito, dan lain-lain, saya kira anda perlu melupakan mimpi untuk hidup sejahtera semata-mata dari tulisan.

Tentu saja anda tetap harus memelihara impian anda. Saya pun tetap memelihara impian saya untuk menulis cerpen dan novel. Suatu waktu jika penghasilan pasif saya sudah di atas 100 jutaan per bulan dan agen-agen di tim saya sudah bisa jalan sendiri, saya akan membagi waktu misalnya setengah tahun untuk menulis novel dan setengah tahun untuk memperhatikan bisnis. Dengan demikian, saya yakin saya bisa menyelesaikan satu novel setiap tahun, sekaligus menjaga bisnis saya tetap berkembang.

Selengkapnya tentang cerita dan impian saya, bisa dibaca di artikel “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun 1-5“. 

Peluang Bisnis di ASN

Saya menjadi agen asuransi di ASN (Allianz Star Network), sebuah jalur distribusi keagenan yang memasarkan produk-produk asuransi jiwa dan kesehatan dari Allianz Life Indonesia. Allianz adalah satu merek besar di industri asuransi dunia, didirikan di Jerman tahun 1890. Jika anda suka sepakbola, anda akan tahu stadion indah Allianz Arena di Jerman. Jika anda suka menonton F1, anda akan menemukan logo Allianz di arena balapan. Allianz pun menjadi penjamin dari sejumlah proyek monumental dunia, antara lain menara Burj Al-Arab di Dubai, Petronas di Malaysia, Jin Mao Building di Shanghai, menara Jam Raksasa Abraj Al-Bait di Mekkah, Bandara Chek Lap Kok di Hongkong, dan MRT Singapura.

Produk-produk yang disediakan oleh Allianz Life Indonesia cukup beragam, tapi terutama yang menjadi unggulan adalah asuransi jiwa jenis unit-link yang dikenal dengan nama Tapro. Dalam produk ini sudah tercakup semua jenis asuransi pokok yang dibutuhkan oleh manusia, yang saya singkat R-S-C-M, yaitu asuransi Rawat inap, asuransi Sakit kritis, asuransi Cacat tetap, dan asuransi Meninggal dunia. Semua orang dan keluarga butuh Tapro, jadi pangsa pasar produk ini sangat besar. (Lebih lanjut tentang Tapro, silakan dibaca di “Produk Unggulan Allianz).

Sebagai balasan bagi agen karena telah membantu orang-orang memiliki perlindungan Tapro, tersedia skema kompensasi yang sangat menarik, yang memungkinkan setiap agen memiliki penghasilan tanpa batas. Jika di atas saya menyebutkan angka 50 juta dan 100 juta per bulan, walaupun itu sudah cukup kaya untuk ukuran orang Indonesia, sesungguhnya itu belum seberapa. Ada ratusan orang di ASN yang memiliki penghasilan 100 juta per bulan, dan yang tertinggi di atas 1,5 miliar per bulan. Anda dapat membaca nama-namanya di artikel “Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2016”. (Lebih lanjut tentang sistem bisnis, silakan dibaca di “Sistem Bisnis ASN).

Apakah peluang ini cukup menarik bagi anda?

Jika anda penulis, anda tidak perlu door to door menawarkan asuransi kepada orang, tidak perlu membuat janji temu dengan teman anda untuk membicarakan asuransi. Anda cukup melakukan seperti yang saya lakukan, yaitu membuat blog dan rutin menulis tentang seluk-beluk asuransi. Anda butuh berusaha lebih keras di awal supaya pengunjung blog anda segera mencapai ratusan orang per hari. Setelah itu, calon-calon nasabah akan datang dengan sendirinya.

Tertarik?

Jika ya, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Agen Allianz

Business Partner Ketiga Saya: Pieter Djatmiko dari Cengkareng Jakarta Barat

asep-dan-pieter
Saya dan Pak Pieter di suatu acara Allianz

Saya bersyukur pada bulan Oktober 2016 ini, ada satu BP (Business Partner) lagi yang lahir di tim saya. Pieter Djatmiko, pria kelahiran Medan tahun 1980. Bekerja sebagai analis investasi di perusahaan sekuritas. Bergabung dengan ASN (Allianz Star Network) pada bulan Desember 2014. Saat ini tinggal di Cengkareng Jakarta Barat bersama istri.

Pak Pieter mendirikan blog www.asuransi-jiwa.org untuk menjalankan bisnis asuransinya. Pada tahun pertama (2015), dia belum fokus di ASN sehingga hanya bisa mendapatkan 6 nasabah dengan ALP (Annualized Life Premium) 38 jutaan. Tapi pada tahun kedua, terutama selewat kuartal pertama, dia berlari kencang sehingga di bulan September 2016, nasabahnya ada 41 orang dengan ALP 272 juta. Ditambah produksi tahun sebelumnya, total ALP yang berhasil dikumpulkan adalah 310 juta.

Seperti diketahui, syarat untuk menjadi BP di ASN adalah penjualan pribadi 300 juta, yang boleh dicapai dalam hitungan bulan dan selambat-lambatnya dua tahun.

unit-pieter
Pencapaian Pak Pieter dari Januari sd 30 September 2016. Peringkat pertama di unit saya.

Pencapaian ALP 272 juta ini adalah yang tertinggi di tim saya tahun ini, dan ini berarti lebih tinggi daripada penjualan pribadi saya sendiri. Tahun-tahun sebelumnya, di tim saya belum pernah ada yang mengalahkan penjualan pribadi saya (yang sebetulnya tak seberapa). Salah satu ukuran kesuksesan seorang pemimpin adalah ketika orang yang dipimpinnya lebih hebat dari dirinya. Jadi, fakta ini membuat saya merasa lebih sukses daripada sebelumnya.

Bukan hanya mencapai BP, Pak Pieter juga memenangkan kontes ASN CPC Challenge gelombang kedua dengan hadiah trip ke Bangkok. Syarat kontes ini adalah mencapai ALP 150 juta dari bulan Mei sd Agustus 2016 dan konsisten tiap bulan minimal 3 cases.

Dan kabar baiknya lagi, saya juga mendapatkan hadiah yang sama, sehingga pada tanggal 20-24 Oktober 2016 ini kami akan sama-sama berangkat ke Bangkok untuk menghadiri seminar sehari dan selebihnya rekreasi.

Yang menarik, seluruh nasabah Pak Pieter ini diperolehnya dari blog. Rupanya sejak awal tahun ini, Pak Pieter aktif membangun blognya sehingga menjadi lebih ramai dikunjungi. Dalam sehari, trafik blognya lebih dari 500 kunjungan (bisa dicek di SINI).

Saya dan agen-agen di tim saya banyak yang keheranan dengan pencapaian Pak Pieter. Kok bisa hasil dari blognya menyamai bahkan melebihi blog myallisya.com?

Rahasianya pernah diungkapkan Pak Pieter dalam sebuah obrolan dengan saya di satu acara.

Pieter : Pak Asep, artikel di blognya ada berapa?

Asep   : Lebih dari 300 artikel. Pak Pieter berapa?

Pieter : Hampir 500.

Asep   : Hah??!!!

Sungguh saya terkejut mendengar jumlah artikel di blognya mencapai hampir 500, padahal umur blognya belum dua tahun. Jika dirata-rata, berarti dia memuat hampir 1 artikel per hari. Blog saya saja hampir 5 tahun total artikelnya baru 300-an atau rata-rata sekitar 5 artikel per bulan. Ini belum 2 tahun sudah hampir 500. Luar biasa.

Ternyata kuantitas artikel adalah faktor utama yang menaikkan trafik blog. Semakin banyak artikel, semakin banyak jalan menuju blog dari mesin pencari.

Selanjutnya, setelah menjadi BP, tugas Pak Pieter adalah menularkan kemampuan menjual asuransi kepada agen-agennya, baik melalui blog ataupun secara konvensional. Ini akan menjadi misi yang lebih menantang ketimbang menjual asuransi sendiri, tapi hasilnya lebih bernilai untuk jangka panjang.

Pak Pieter menjadi agen asuransi karena mulai bosan dengan kerja 9 to 5. Dia ingin memiliki waktu kerja yang fleksibel dan sekaligus berkesempatan mencapai kebebasan finansial. Hal ini sangat dimungkinkan melalui bisnis sebagai agen asuransi.

Selamat untuk Pak Pieter dan semoga impiannya terwujud dengan segera. Amin.

Selanjutnya, bagi anda yang ingin berkenalan dengan Pak Pieter, atau ingin menjadi agen asuransi, atau ingin menjadi nasabah, bisa mengunjungi blognya www.asuransi-jiwa.org.

Anda juga bisa menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Artikel terkait: