Bisnis Asuransi, Cerita Agen Asuransi

Liburan ke Seoul Korea Selatan Bersama Allianz (Maret 2019)

Piala ASN Champion Club 2018, kontes yang memungkinkan saya bisa liburan ke Seoul Korsel. Terima kasih Allianz.

Pada tahun 2018, saya mencapai kontes ASN Champion Club kategori unit, karena mencapai ALP unit di atas 800 juta dan mempromosikan 2 BE menjadi BP. Hadiah dari kontes ini adalah trip ke Seoul, Korea Selatan, selama seminggu. Saya berangkat bersama sekitar 1200 agen Allianz lainnya pada tanggal 25 Maret 2019 dan pulang tanggal 31 Maret 2019.

Dari kantor Allianz Serpong sendiri ada saya, leader saya bpk Yudi Haliman beserta istri, dan BP di tim saya bpk Pieter Djatmiko. Kami menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 878 pada Senin malam dan tiba di bandara Incheon Seoul pada Selasa pagi.

Di sana tempat-tempat yang kami kunjungi antara lain: Petite France, Nami Island, Namsan Tower, Korean folk village, Everland Theme Park, Trick Eye Museum, Gyeongbok Palace, Hanok Village, Red Pine Tree Shop, Ginseng outlet, dan Dongdaemun Fashion Market.

Pada hari bebas di hari keenam, saya menyempatkan diri mengunjungi masjid di kawasan Islamic Center Seoul, Itaewon, menggunakan MRT. Di hari ini saya juga mengulang pergi ke Namsan Tower dengan berjalan kaki.

Berikut adalah foto-foto selama perjalanan tersebut.

Courtyard Marriott, hotel tempat menginap di kawasan selatan Seoul.
Tempat pertama yang dikunjungi di Korea. Petite France, miniatur perkampungan tradisional Perancis.
Le Petit Prince atau Pangeran Kecil, ikon Petite France.
Suasana di perkampungan kecil Perancis
Bersama beberapa teman dari Allianz Busster. Cokro, Pieter, Petrus dan istrinya.

Dari Petit France, selanjutnya kami ke Nami Island, atau sebuah pulau yang menyebut dirinya Naminara Republic. Saat itu kami datang di waktu yang kurang pas. Musim dingin baru berakhir dan semi baru dimulai, jadi bunga-bunga belum banyak bermekaran.

Kapal yang membawa kami ke Nami Island, sebuah pulai kecil di tengah sungai Han.
Deretan pohon yang sangat rapi di Nami Island. Akan lebih indah jika sedang berbunga mekar.
Patung sepasang kekasih dalam drama Winter Sonata, serial drama yang populer di awal tahun 2000. Tidak mudah menunggu patung ini sepi dari pengunjung, jadi meski ada penampakan dua gadis di belakang, inilah foto terbaik yang bisa saya dapatkan.
Sebuah musholla di tengah pulau Nami. Bersyukur menemukan tempat ini dan bisa sembahyang zuhur digabung asar.
Mungkin ini adalah pose terbaik saya selama di Korea Selatan.

Hari berikutnya (27 Maret 2019), kami berkunjung ke Korean Folk Village atau perkampungan tradisional Korea di Gyeonggi, Seoul. Di sini kami dipakaikan hanbok atau baju tradisional Korea.

Suasana alam yang indah di perkampungan tradisional Korea.
Pura-pura berbincang
Gazebo ala bangsawan Korea
Kalau di Indonesia ini semacam tempat penyimpanan padi.

Selanjutnya kami berkunjung ke Everland Theme Park, taman bermain terbesar di Korea Selatan.

Pohon rimbun warna-warni di depan Everland Theme Park
Naik kereta gantung bersama pak Yudi dan istri serta pak Pieter, semua agen dari Allianz Serpong.
Melayang di atas bangku gantung, bersama Jupie dan Pieter.
Theme park sangat luas, butuh sesekali menepi untuk membaca brosur petunjuk.
Berlatar belakang wahana paling mendebarkan di Everland. Sayang tidak kucoba.
Di toko ginseng. Diperkenalkan ttg bermacam-macam ginseng dan manfaatnya.
Di depan Gyeongbok Palace, istana peninggalan dinasti Joseon.
Sedikit di antara bebungaan yang sudah mekar.
Duduk di depan Dong Daemun Plaza, di seberang adalah gedung kesenian Seoul.
Trickeye Museum, di dalamnya banyak pertunjukan ajaib.

Pada hari kelima, acara bebas seharian. Saya manfaatkan untuk menjelajah Seoul sendirian, merasakan naik MRT, mengunjungi masjid di kawasan Islamic Center, dan berjalan kaki ke puncak bukit Namsan di mana ada menara tinggi di atasnya.

Kartu single trip MRT Seoul.
Suasana di dalam gerbong MRT Seoul.
Peta MRT Seoul yang canggih dan banyak jalurnya.
Masjid Pusat Seoul di kawasan Islamic Center Itaewon, satu-satunya masjid di kota Seoul.
Suasana di dalam Masjid Pusat Seoul
Masjid Pusat Seoul dengan dua menaranya yang menjulang.

Dari masjid Pusat Seoul, sekitar habis asar, saya berjalan kaki menuju Namsan Tower. Jaraknya di peta hanya sekitar 2 km, dan menara itu tampak dekat, tapi ternyata jalan yang berbelak-belok dan menanjak membuat jarak perjalanan mungkin bertambah jadi 5 km lebih.

Menara Namsan dari kejauhan. Tampak dekat.
Semakin dekat, tapi masih jauh.
Sekitar pukul 5.30, sampailah di bawah Namsan Tower, menara tertinggi di Seoul dengan tinggi 236 meter, dan terletak di puncak bukit yang berada 479 meter di atas permukaan laut.
Menggunakan lensa cembung untuk dapat menangkap keseluruhan menara.
Coretan di tembok lantai bawah Namsan Tower. Jelas sekali yang mencatatkan nama-nama itu adalah rombongan dari Indonesia.
Kota Seoul dilihat dari bukit Namsan. Tampak lebih padat dari Jakarta, setidaknya dalam banyaknya bangunan pencakar langit.
Aneka teh dan kopi saset oleh-oleh dari hotel
Di bandara Incheon, menunggu pesawat Garuda yang siap membawa kami kembali ke Indonesia.

Serba-serbi Korea

Menikmati pan-fried hotteok di Nami Island, penganan terbuat dari tepung beras. Harga 1500 won (18 ribuan).
Makan siang dg Samgyetang, ayam utuh yang direbus lama dan di dalam perutnya diisi rempah-rempah, termasuk ada sepotong kecil ginseng.
Makan siang dg menu bibimbap (nasi campur) di kawasan Folk Village. Nasi, telor, sayuran, dan saus semua diaduk layaknya gado-gado atau ketoprak. Enak juga. Sampai habis saya makan.
Bulgogi, makanan terbuat dari irisan daging yang dipanggang.
Harga BBM di Korea. 1319 dan 1415 won per liter (sekitar 16 sd 17 ribuan rupiah).
Bus-bus di Korea, kalau bukan merek Hyundai pasti KIA dan beberapa merek lokal lain.
Krim gel aloevera merek Nature Republic, beli di pasar Dong Daemun.

Demikian beberapa oleh-oleh saya dari Korea Selatan. Terima kasih Allianz dan para nasabah yang telah mempercayakan perlindungan asuransinya melalui saya.

Ingin bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis tiap tahun?

Gabunglah sebagai agen Allianz. Hubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Bisnis Asuransi

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keenam (2017)

Stadion San Siro 2Sudah enam tahun saya menjadi agen asuransi di Allianz. Alhamdulillah, sejauh ini secara umum semua berjalan baik mesti tidak setiap detailnya sesuai dengan harapan.

Para nasabah saya yang masih bertahan, yang berjumlah sekitar 250 orang, alhamdulillah, hampir semuanya sehat dan tidak ada yang pernah klaim musibah berat. Klaim yang lumayan sering hanya sakit ringan seperti diare dan tiphus. Beberapa dari mereka menghubungi saya tatkala ada masalah klaim, dan ketika berkat andil saya masalah tersebut terselesaikan, di situlah saya merasa pekerjaan saya sebagai agen asuransi terasa bermakna.

Yang namanya bisnis lazim ada naik-turun. Begitu pula bisnis saya di asuransi. Setelah pada lima tahun sebelumnya cenderung naik, di tahun 2017 ini, atau tahun keenam sebagai agen asuransi, saya merasakan mengalami penurunan.

Penjualan pribadi saya turun hampir setengahnya dibanding tahun sebelumnya. Omset unit turun sekitar seperempatnya. Polis nasabah di grup banyak yang lapse karena terpengaruh pemberitaan miring tentang Allianz di kuartal terakhir 2017. Untungnya ada satu kabar baik, yaitu omset grup saya masih mencatat kenaikan sekitar 20%. Semua itu berpengaruh ke penghasilan saya, yang turun sekitar 10%. Semoga tahun ini naik kembali.

Ringkasnya, produksi saya dan grup pada tahun 2017 bisa dilihat di bawah ini: Lanjutkan membaca “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keenam (2017)”