Asuransi Syariah, Edukasi Asuransi

4 Manfaat Asuransi Syariah Secara Muamalah

4C3A4580-910F-49E4-947D-3521F4ADEAFD

Posted by denjo.

London tercatat sebagai pusat keuangan syariah terkemuka di Barat. Inggris merintis sejumlah industri keuangan syariah dengan perkembangan yang signifikan. Aset lembaga keuangan Inggris yang menawarkan layanan keuangan syariah mencapai 4,5 miliar dolar pada akhir 2014. Dari lebih dari 20 bank di Inggris, lima diantaranya menerapkan sistem obligasi Syariah sepenuhnya dan menawarkan layanan keuangan syariah, hampir dua kali lipat dari Amerika Serikat. Saat ini terdapat lebih dari 100 ribu pelanggan ritel keuangan syariah di Inggris. (Sumber:http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/15/11/05/nxbcrf382-inggris-pimpin-pasar-keuangan-syariah-terbesar-di-barat#)

Dengan membaca berita diatas, timbul beberapa pertanyaan?

• Mengapa Negara Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim masih menerapkan sistem konvensional (non-syariah)?

Dominasi pemikiran sistem konvensional menjadikan sistem syariah belum mampu berjalan sebagaimana yang diharapkan. Padahal sistem syariah berisi tuntunan dan pedoman ideal yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Secara tidak disadari didalam memenuhi kebutuhan hidup berumah tangga masih dipenuhi produk-produk konvensional, seperti menabung pada Bank konvensional, Asuransi konvensional, Kredit kepemilikan rumah dan bermotor konvensional dsb.

• Mengapa Negara Indonesia masih berkutat pada perdebatan para praktisi mengenai kajian-kajian keuangan syariah yang notabennya sudah halal?

Banyak praktisi yang hanya mengerti tentang hukum ekonomi namun tidak mengerti hukum syariah. Di sisi lain, juga terdapat praktisi yang hanya paham tentang hukum syariah, namun tidak mengerti hukum ekonomi.

Agar trend syariah bertumbuh maksimal, diperlukan praktisi yang paham tentang ekonomi namun juga ahli dalam hal syariah. Untuk dari itu dibutuhkan peran dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN)

4 Manfaat Asuransi Syariah Secara Muamalah
Majunya bangsa ini dimulai dari diri sendiri, dengan cara berasuransi syariah untuk
merencanakan masa depan keluarga yang sejahtera penuh dengan keberkahan dunia maupun akhirat. Berikut adalah 4 manfaat asuransi secara muamalah:

1. Melalui asuransi syariah kita belajar untuk hidup saling tolong-menolong dalam hal kebaikan, dengan cara menyisihkan sebagian penghasilan untuk dikontribusikan kepada peserta lain yang mengalami musibah, seperti sakit dan meninggal dunia.
2. Melalui asuransi syariah merupakan wujud tanggung jawab kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan karena meninggal dunia. Jangan sampai keluarga yang ditinggalkan tidak mencukupi nafkahnya dan jangan sampai mereka mengemis ataupun meminta-minta kepada orang lain.

3. Melalui asuransi syariah dapat memutuskan tali kemiskinan, sebab kemiskinan mendekati pada kekafiran.

4. Melalui asuransi syariah dapat menghindari diri dari bahaya riba, sebab seorang yang sedang mengalami musibah seperti sakit sudah pasti membutuhkan biaya. Solusi cepat mendapatkan dana untuk biaya pengobatan rumah sakit adalah meminjam dana pada rentenir atau lintah darat.

Dengan jaminan mayoritas penduduk di negara muslim tentunya akan mampu menerima asuransi syariah, tetapi perkembangan asuransi syariah tidak seperti apa yang dibayangkan. Walaupun demikian, saya yakin asuransi syariah akan lebih diterima masyarakat. Tahap demi tahap masyarakat akan lebih membuka diri terhadap asuransi syariah dan perlahan meninggalkan asuransi konvensional yang dimiliki saat ini.

Meninggalkan asuransi konvensional lebih baik karena sebagai hamba sudah tentu memegang prinsip apa yang dilarang didalam Islam.

3 Prinsip Asuransi Syariah yaitu:
1. Melarang Maisyir
Maisyir adalah suatu tindakan perjudian yang berarti seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah bekerja juga suatu tindakan memperkaya diri dengan cara merugikan orang lain.
2. Larangan Gharar
Gharar yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur- unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan.
Gharar berakibat sangat buruk yaitu akan menimbulkan kebencian pada pihak yang bertransaksi.
3. Larangan Riba
Yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.

Kesimpulan
Asuransi syariah memiliki banyak sekali maslahat untuk bermuamalah.
Asuransi syariah halal dan berkah.
Menjadi peserta asuransi syariah adalah satu cara mendapatkan pahala, Insya Allah.

Berkonsultasi secara gratis, hubungi:

Suhardeni

0812-8263-0856

phat_family46@yahoo.com

 

 

 

 

 

 

Asuransi Syariah

Mengenal Peran dan Fungsi Dewan Pengawas Syariah

DPS Allianz

Sebuah perusahaan yang menjalankan bisnis syariah, termasuk perusahaan asuransi, harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas mengawasi pelaksanaan prinsip syariah di perusahaan tersebut.

Dewan Pengawas Syariah adalah ahli syariah yang diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia, dengan tugas memberikan nasihat dan saran kepada direksi serta mengawasi kegiatan perusahaan agar sesuai dengan prinsip syariah.

Fungsi utama DPS adalah mengawasi kegiatan usaha lembaga keuangan syariah agar sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah yang telah difatwakan oleh DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia).

Keanggotaan DPS di perusahaan asuransi minimal 1 orang dan boleh lebih. Seorang DPS dapat merangkap maksimal pada empat lembaga keuangan syariah.

Di Allianz Syariah, anggota DPS ada dua orang, yaitu Dr. H. Mohamad Hidayat, MBA, MH dan Dr. H. Rahmat Hidayat, SE, MT.

Tugas-tugas Dewan Pengawas Syariah

  1. Memberikan nasihat dan saran kepada pemimpin perusahaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aspek syariah.
  2. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan fatwa DSN serta memberikan pengarahan/pengawasan produk/jasa pengelolaan kekayaan dan kewajiban, praktik, pemasaran, dan kegiatan usaha agar sesuai dengan prinsip syariah.
  3. Merumuskan permasalahan-permasalahan yang memerlukan pembahasan DSN
  4. Sebagai mediator antara perusahaan asuransi syariah dengan DSN dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa dari lembaga keuangan syariah yang memerlukan kajian dan fatwa dari DSN
  5. Melaporkan hasil pengawasan perusahaan kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali dan ke DSN sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun.

Kriteria Anggota Dewan Pengawas Syariah

Terdapat sejumlah kriteria bagi individu yang diberikan amanat sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kualitas pelaksanaan prinsip syariah yang dijalankan.

Adapun kriteria anggota DPS adalah:

  1. Memiliki akhlaqul karimah (akhlak mulia)
  2. Lulus penilaian kemampuan dan kepatutan
  3. Bertindak dengan itikad baik, jujur, dan profesional
  4. Memiliki kompetensi dan kepakaran di bidang syariah muamalah dan pengetahuan di bidang lembaga keuangan syariah secara umum
  5. Memiliki komitmen untuk mengembangkan keuangan berdasarkan syariah
  6. Memiliki kelayakan sebagai pengawas syariah yang dibuktikan dengan surat/sertifikasi dari DSN

Sumber: Materi Belajar Ujian Lisensi Asuransi Syariah AASI.

Semoga informasi ini menambah keyakinan kita bahwa produk asuransi syariah yang kita miliki sudah sesuai syariah dan diawasi pelaksanaannya oleh ahlinya, yaitu Dewan Pengawas Syariah.

Adapun fatwa MUI yang menjadi dasar hukum produk asuransi syariah, bisa diunduh di “Fatwa MUI tentang Asuransi Syariah“.

Produk asuransi syariah di Allianz ada dua, yaitu:

  1. Tapro Allisya Protection Plus, asuransi jiwa jenis unitlink dengan manfaat lengkap.
  2. Allisya Care, asuransi kesehatan murni tanpa investasi dengan sistem cashless.

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi syariah dan produk-produk asuransi syariah Allianz, silakan menghubungi saya, agen asuransi Allianz di Serpong Tangerang Selatan.

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com 

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Pembahasan soal-soal ujian lisensi asuransi syariah di kanal Youtube Asep Sopyan Network
Asuransi Syariah

KH Ma’ruf Amin: Asuransi Allianz Syariah Bagian dari Produk yang Halal

Berikut adalah cuplikan dari ceramah KH Ma’ruf Amin saat mengisi acara Seminar Allisya Circle di Kuningan City Jakarta tanggal 8 Juni 2017. Ketua MUI ini mengatakan bahwa asuransi syariah itu halal dan produk asuransi Allianz Syariah merupakan bagian dari produk yang halal.

Silakan disimak berikut videonya.

 

…. Syariah ini didasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional. Saya ini merangkap ketua MUI, ketua Dewan Syariah Nasional, yang melahirkan fatwa-fatwa itu. Jadi kalau masalah syariah itu ada fatwanya dari Dewan Syariah Nasional. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa produk-produk syariah, asuransi, perbankan, itu tidak syariah, orang itu tidak paham fatwa yang ada.

Karena itu tentu saya ingin mengatakan bahwa produk asuransi Allianz Syariah bagian dari produk yang halal.

Memang di dalam syariah itu ada yang cara berpikirnya itu tekstualis, harus berdasarkan nash. Kalau tidak ada nashnya, itu dianggap tidak syariah. Namanya tekstualis, artinya dia itu statis pada teks-teks saja. Ada juga yang liberalis, memberikan penafsiran syariah secara berlebihan.

Kita menggunakan pandangan yang moderat. Jadi kalau misalnya tidak ada dalil tapi itu dibutuhkan, maka kita pendekatannya dilarang atau tidak. Ada larangan atau tidak. Nah ketika tidak ada larangan dan tidak nabrak prinsip yang dilarang, yaitu tidak ada riba, tidak ada penipuan (gharar), tidak ada gambling (maysir), nah itu menjadi halal.

Selengkapnya mengenai fatwa-fatwa MUI tentang asuransi syariah, dapat dipelajari di “Fatwa MUI tentang Asuransi Syariah”.

Mengenai produk asuransi syariah yang tersedia di Allianz, ada dua yaitu Tapro Allisya Protection Plus dan Allisya Care. Tapro Allisya adalah asuransi jiwa jenis unit-link dengan beragam manfaat proteksi, meliputi proteksi jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan rawat inap. Sedangkan Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi.

Mengenai Tapro Allisya Protection Plus, bisa dibaca di SINI.

Mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

Untuk konsultasi asuransi syariah secara GRATIS, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda