Asuransi Syariah, Berita Allianz, Edukasi Asuransi

Video Peran dan Fungsi Dewan Pengawas Syariah Allianz

Dewan Pengawas Syariah berperan penting dalam rangka mendorong perkembangan industri keuangan syariah

Dewan Pengawas Syariah atau disingkat DPS merupakan struktur khusus di lembaga keuangan syariah yang kedudukannya setara dengan Dewan Komisaris. DPS bukanlah kepanjangan tangan dari manajemen, DPS adalah organisasi/badan independen dan review dari DPS adalah obyektif.

DPS memiliki tugas – tugas pokok antara lain mengembangkan produk keuangan syariah, mensosialisasikan produk keuangan syariah, dan memastikan SOP dan produk keuangan syariah telah syariah compliance.

DPS berperan penting dalam rangka mendorong perkembangan industri keuangan syariah, memastikan produk keuangan syariah telah syariah compliance sehingga memberikan keyakinan pada masyarakat tentang suatu produk agar masyarakat tidak ragu untuk membeli produk asuransi syariah.

DPS melakukan berbagai cara untuk memastikan bahwa operasional sebuah perusahaan asuransi syariah sudah sesuai dengan kaidah/hukum syariah, antara lain dengan :

  • Pengawasan terhadap produk – produk yang akan dilaunching
  • Meminta informasi, data, dan penjelasan langsung kepada pihak manajemen
  • Melakukakan kegiatan pengawasan langsung di lapangan dan mendatangi kantor – kantor cabang

DPS melakukan pelaporan ke dua lembaga, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional (DSN – MUI).

Berikut ini adalah penjelasan oleh Bapak Dr H Mohammad Hidayat, MBA, MH selaku Ketua DPS Allianz Indonesia, dan Bapak Dr H Rahmat Hidayat, SE, MT selaku angggota DPS Allianz Indonesia, tentang peran dan fungsi DPS pada perusahaan asuransi syariah.

Semoga ke depan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Muslim Indoneisa, telah mempunyai keyakinan terhadap produk asuransi syariah, karena dengan adanya DPS, produk tersebut telah ditelitit dan tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip syariah.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

HP/SMS/WA/Telegram : 085 777 999 526
HP/SMS : 0852 22 218 218
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Sumber

Asuransi Syariah

Mengenal Peran dan Fungsi Dewan Pengawas Syariah

DPS AllianzSebuah perusahaan yang menjalankan bisnis syariah, termasuk perusahaan asuransi, harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas mengawasi pelaksanaan prinsip syariah di perusahaan tersebut.

Dewan Pengawas Syariah adalah ahli syariah yang diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia, dengan tugas memberikan nasihat dan saran kepada direksi serta mengawasi kegiatan perusahaan agar sesuai dengan prinsip syariah.

Fungsi utama DPS adalah mengawasi kegiatan usaha lembaga keuangan syariah agar sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah yang telah difatwakan oleh DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia).

Keanggotaan DPS di perusahaan asuransi minimal 1 orang dan boleh lebih. Seorang DPS dapat merangkap maksimal pada empat lembaga keuangan syariah. Lanjutkan membaca “Mengenal Peran dan Fungsi Dewan Pengawas Syariah”

Asuransi Syariah

Mengenal Lebih Dekat Dewan Pengawas Syariah

Setiap perusahaan yang memiliki bisnis berbasis syariah, pasti familiar dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Mengapa DPS memainkan peranan penting? Ikuti wawancara singkat dengan Drs. H. Mohamad Hidayat, MH, MBA, anggota Dewan Syariah Nasional MUI yang sekaligus ketua Dewan Pengawas Syariah Allianz Life Indonesia.

M.HidayatApakah fungsi DPS dan di mana posisinya dalam sebuah perusahaan ?

DPS merupakan dewan yang memberi nasihat kepada direksi dan melakukan pengawasan syariah dalam perusahaan. Tugas DPS juga memberikan opini hukum syariah atas produk-produk yang dikembangkan oleh perusahaan. DPS masuk dalam struktur perusahaan yang memiliki bisnis dengan basis syariah, dan kedudukannya setara dengan komisaris. Namun bedanya, DPS fokus pada aspek syariah. Tidak hanya soal produk, namun juga kebijakan dan pemasaran. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan menerima produk keuangan syariah sebelum mendapat persetujuan DPS. Lanjutkan membaca “Mengenal Lebih Dekat Dewan Pengawas Syariah”