Pengetahuan Asuransi, Unit Link

Mengenal Unit-Link dan Perbedaannya dengan Asuransi Tradisional

Pengertian Unit-link

Secara sederhana, unit-link adalah asuransi jiwa yang ditautkan (linked) dengan investasi. Asuransi jiwanya berbentuk YRT (Yearly Renewable Term, asuransi jiwa berjangka tahunan yang memiliki garansi perpanjangan), sedangkan investasinya berbentuk reksadana (kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi).

Manfaat asuransi unit-link terdiri dari manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). Manfaat dasarnya memberikan sejumlah uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam masa perlindungan, biasanya hingga seumur hidup (usia 99-100 tahun). Ridernya bermacam-macam, antara lain meliputi perlindungan dari cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan, cacat sebagian hingga cacat total), penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi.

Investasi unit-link disalurkan ke dalam instrumen investasi berbentuk reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi. Dana pada reksadana dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko dan potensi keuntungannya.

Definisi unit-link dalam gambar.
Definisi unit-link dalam gambar.

Perbedaan Unit-link dengan Asuransi Tradisional Lanjutkan membaca “Mengenal Unit-Link dan Perbedaannya dengan Asuransi Tradisional”

Asuransi Pendidikan

Dilema Asuransi Pendidikan

Banyak orang yang saya ceritai tentang asuransi, bertanya kepada saya tentang asuransi pendidikan. Mereka ingin asuransi yang memberikan sejumlah uang ketika anaknya masuk sekolah (TK, SD, SMP, SMA, PT). Dasar alasannya saya kagumi, yaitu bahwa mereka lebih mementingkan anak daripada diri mereka sendiri.

Tapi sebenarnya ada yang lebih penting ketimbang persiapan dana pendidikan anak, yaitu proteksi jiwa dan kesehatan untuk orangtua. Dasar pemikirannya begini: sepanjang orangtua sehat dan selamat dan masih hidup, dana pendidikan anak bisa diperoleh dengan cara lain dan dari mana saja asalkan berusaha. Tapi jika orangtua tidak sehat atau tidak selamat, bisa-bisa dana pendidikan yang telah dipersiapkan pun akan terpakai untuk biaya berobat orangtua.

Dengan kata lain, ungkapan kasih sayang kepada anak justru lebih tepat disalurkan lewat asuransi jiwa. Dengan asuransi jiwa, orangtua memikirkan kepentingan anak bukan hanya ketika ia sehat dan selamat dan hidup, tapi juga jika ia tak berdaya dan bahkan jika ia terlalu cepat menghadap Sang Pencipta.

Intinya: proteksi harus didahulukan daripada investasi. Inilah alur perencanaan keuangan yang benar.
Lanjutkan membaca “Dilema Asuransi Pendidikan”

Asuransi Jiwa, Unit Link

Perbedaan Unit Link dengan Endowment (Dwiguna)

  1. Dipandang dari segi tujuan, unit link bertujuan mendapatkan proteksi jiwa dengan hasil investasi sbg bonusnya, di mana fungsi pokok investasi terutama untuk menjaga kelangsungan asuransi sampai masa berlakunya berakhir. Sedangkan endowment bertujuan mendapatkan jaminan sejumlah dana di masa depan dengan dilindungi proteksi jiwa untuk memastikan dana tsb tetap diperoleh. Endowment lazim digunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan dan dana pensiun.
  2. Uang pertanggungan (UP) jiwa pada unit link bisa dibuat lebih besar daripada UP jiwa pada endowment. Begitu pula UP rider-ridernya, unit link lebih besar.
  3. Rider unit link lebih banyak dan variatif dibandingkan endowment. Pada endowment, disarankan tidak mengambil rider karena selain UP-nya kecil, jaminan nilai tunai yg menjadi tujuan utama pun bisa berkurang.
  4. Nilai tunai pada unit link berupa hasil investasi, nilai tunai pada endowment merupakan tabungan. Besarnya hasil investasi tidak dijamin, besarnya tabungan dijamin. Tetapi hasil investasi bisa jauh lebih besar daripada nilai tabungan, meski juga bisa rugi.
  5. Pada endowment, karena jumlah dana sudah ditentukan dari awal, maka nilai tunai tsb besar kemungkinan tak akan mampu menahan inflasi (time value of money; nilai uang terhadap waktu). Jumlah yang dianggap besar pada masa kini, pada masa mendatang akan berkurang nilainya. Pada unit link, karena dananya diinvestasikan, maka hasilnya bisa lebih besar daripada tingkat inflasi. Investasi (baik pada benda riil maupun surat berharga) adalah satu-satunya cara menangkal inflasi, meski, harus diakui, mungkin pula gagal. []