Investasi

Laporan dan Evaluasi Bermen Saham (April 2012)

m

Tentang Nama

Untuk mempersingkat penyebutan, nama “reksadana” pribadi saya yang tadinya Bermen Dana Saham saya revisi menjadi Bermen Saham. Singkatan dari “Bermain dan Menganalisis Saham”, hehe.

Tujuan Investasi

Meraih hasil investasi maksimal dalam jangka pendek maupun panjang.

Strategi Investasi

Intensifikasi dana pada saham-saham berkategori kecil-tumbuh dan murah-prospektif yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Informasi Umum

–          Tanggal peluncuran: 2 Januari 2012

–          Dana kelolaan (total modal disetor): Rp 5,950,500.-

–          Jumlah unit: 5,195.4358

Kinerja Investasi Lanjutkan membaca “Laporan dan Evaluasi Bermen Saham (April 2012)”

Investasi

Laporan dan Evaluasi Bermen Dana Saham (Maret 2012)

Tentang Nama

Bermen Dana Saham adalah nama yang saya berikan untuk “reksadana” pribadi saya alias investasi saya di saham. Kalau diinggriskan kira-kira berbunyi Bermen Equity Fund. Karena sementara ini saya hanya bermain di saham-saham syariah, boleh juga ditambahkan “Bermen Dana Saham Syariah”, atau “Bermen Syariah Equity Fund”. Tapi saya takut label syariah akan membebani saya, atau saya tidak berperilaku sesuai syariah, maka biarlah label syariahnya tidak usah disertakan.

Kenapa namanya Bermen? Apa itu Bermen?

Dulu sekitar tahun 2005, saya dan beberapa kawan di Ciputat pernah membuat sebuah forum diskusi bernama Bermen School. Bermen itu singkatan dari “berpikir” dan “menulis”. Tapi ini singkatan yang sangat fleksibel dan bisa semau gue. Terserah ber-nya mau dipanjangin jadi apa, dan men-nya juga mau jadi apa.

Sekarang saya pakai nama bermen untuk investasi saham. Saya suka bunyinya, kedengarannya seperti “bermain”. Bermain saham. Bermain dan menganalisis. Hehehe.
Lanjutkan membaca “Laporan dan Evaluasi Bermen Dana Saham (Maret 2012)”

Investasi

Agar Investasi Maksimal, Bayarlah Asuransi secara Bulanan

Beberapa produk asuransi hanya menyediakan cara bayar tahunan, sebagian lagi cara bayarnya bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan. Ada juga yang preminya cukup dibayar sekali, alias premi tunggal.

Jika tujuannya ingin sekaligus berinvestasi, maka menurut saya cara bayar bulanan lebih menguntungkan. Gambarannya begini:

Misalnya kita punya bujet uang 5 juta rupiah. Kita ingin asuransi jiwa yang bisa memproteksi 1 miliar. Di produk asuransi yang bayarnya tahunan, kita bisa mendapatkannya dengan premi 3 juta setahun. Sedangkan melalui produk asuransi yang bayarnya bisa bulanan, kita dikenakan premi 355 ribu per bulan. (Catatan, ini untuk pria usia 30 tahun, tidak merokok, pekerjaan dalam ruangan. Keterangan produknya bisa dilihat di sini).

Dari dua pilihan itu, mana yang harus dipilih agar investasi maksimal?

Jika kita memilih bayar yang tahunan, kita keluar uang 3 juta, dan di tangan kita ada sisa 2 juta. Uang 2 juta ini kita investasikan.

Jika kita memilih bayar yang bulanan, kita keluar uang 355 ribu, dan di tangan kita tersedia uang Rp 4.645.000. Uang 4,645 juta ini kita investasikan. Lanjutkan membaca “Agar Investasi Maksimal, Bayarlah Asuransi secara Bulanan”