Unit Link

Polis Tetap Aktif Walaupun Lama Tak Bayar Premi, Kok Bisa?

Jatuh Tempo Polis NasabahPerhatikan gambar di atas.

Gambar di atas menunjukkan daftar polis jatuh tempo (due date) nasabah-nasabah saya, yang diurut berdasarkan tanggal jatuh tempo paling telat.

Pada daftar teratas, ada polis dengan jatuh tempo tanggal 16 Oktober 2015. Premi tahunan. Dengan kata lain, sudah tiga kali jatuh tempo nasabah ini tidak setor premi, yaitu pada 2015, 2016, dan 2017. Tapi polisnya masih inforce atau aktif. Polis dimulai bulan Oktober 2013, alias baru dua tahun bayar premi.

Di bawahnya, ada polis dengan jatuh tempo 5 Desember 2015. Premi bulanan sebesar 2,8 juta per bulan. Dengan kata lain, sampai Maret 2018 ini nasabah tidak bayar premi selama 28 bulan. Tapi polisnya juga masih inforce. Polis dimulai bulan Juni 2013, alias baru dua tahun setengah bayar premi.

Di bawahnya lagi, ada polis dengan jatuh tempo 16 Januari 2016, premi 400 ribu per bulan. Artinya, sampai Maret 2018 ini nasabah tidak bayar premi selama 27 bulan. Polis masih aktif. Polis dimulai bulan April 2013, jadi baru dua tahun 8 bulan.

Pertanyaannya, bagaimana polis bisa tetap aktif walaupun preminya tidak dibayar selama bertahun-tahun?

Tak lain karena ada nilai investasi. Itulah salah satu kelebihan produk asuransi jenis unit-link. 

Unit-link adalah program asuransi yang dipadukan dengan investasi. Investasi di sini berfungsi terutama untuk membayar biaya-biaya polis, yaitu biaya administrasi dan biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah). Selama nilai investasi cukup untuk membayar biaya-biaya polis, proteksi polis tetap berlaku.

Dengan adanya nilai investasi, setidaknya ada dua manfaat yang didapatkan:

  1. Jika sewaktu-waktu mengalami kesulitan keuangan, bayar premi bisa libur dulu. Nanti dilanjutkan kembali setelah kondisi keuangan pulih. Proteksi tetap aktif selama nilai investasi cukup untuk membayar biaya-biaya polis.
  2. Jika sewaktu-waktu butuh uang, saldo investasi bisa ditarik sebagian. Proteksi tetap aktif selama saldonya masih cukup untuk membayar biaya-biaya polis.

Fitur “nilai investasi membayari biaya-biaya polis” ini baru berlaku setelah polis berusia dua tahun.

Untuk polis yang belum mencapai usia dua tahun, jika premi tidak dibayar dan telah melewati masa tenggang, maka polis akan lapse (batal, proteksi berhenti).

Tapi tentu saja nilai investasi saat polis baru berusia 2-3 tahun itu masihlah sedikit. Sehingga cuti bayar preminya tidak akan bisa selamanya, tapi hanya beberapa bulan atau beberapa tahun saja, tergantung komposisi premi dan manfaatnya.

Demikian. []

Baca juga beberapa artikel terkait unit-link:

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan CI

Unit Link

Posted by denjo.

Perhatikan Catatan Penting Pada Sebuah Ilustrasi

Sebelum menyetujui untuk bergabung pada program asuransi jiwa dan kesehatan unit link, alangkah baiknya konsulktasikan terlebih dahulu kepada Agen asuransi terpercaya Anda. Minta beberapa contoh ilustrasi sesuai dengan manfaat yang Anda butuhkan, agar proteksi yang Anda miliki sesuai dengan kebutuhan.

Perlu digaris bawahi, bahwa tujuan dalam berasuransi adalah memproteksi keuangan dari risiko kehidupan seperti sakit biasa, sakit kritis, cacat, tua dan meninggal dunia. Semua risiko kehidupan tersebut sudah pasti membutuhkan biaya, maka dari itu asuransi berfungsi sebagai uang pengganti disaat terjadi risiko kehidupan.

Sedangkan nilai investasi pada asuransi jiwa unit link adalah bonus yang nilainya tidak dijamin oleh perusahaan asuransi manapun.

Catatan nilai investasi unit link syariah.

• Nilai investasi merupakan nilai jual Unit berdasarkan Harga Beli Unit yang akan datang.

Harga unit dapat dilihat langsung pada link http://investment.allianz.co.id/allianz-fund/allianz-fund/nab-navs.

• Nilai setiap Unit berbeda dari waktu ke waktu bergantung pada kinerja investasi dan tidak terlepas dari Risiko Investasi berdasarkan jenis investasi yang dipilih oleh Pemohon.

Sebagai contoh risiko investasi yang dipilih adalah Allisya Rupiah Equity Fund.

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk menyediakan hasil investasi maksimal jangka panjang.

Strategi investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan 0 – 20% ke dalam instrumen-instrumen jangka pendek seperti deposito syariah, SBI syariah (Sertifikat Bank Indonesia), SPN syariah (Surat Perbendaharaan Negara), dan/atau reksadana syariah pasar uang) dan 80 – 100% ke dalam instrumen-instrumen saham dalam instrumen syariah berdasarkan keputusan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) baik secara langsung atau melalui reksadana saham syariah.

Yang menjadi tolak ukur adalah Jakarta Islamic Indeks (JII), dengan kategori investasi agresif, dengan mata uang rupiah, dengan rentang harga jual-beli sebesar 5% dan biaya manajemen sebesar 2%

• Nilai investasi yang diperoleh sudah dikurangi dengan iuran Tabarru, biaya administrasi pada Allisya Protection Plus sebesar Rp.26.500/bulan, ujrah (biaya) akuisisi, ujrah pengelolaan investasi saat ini.

Biaya akuisisi pada Allisya Protection Pus: tahun pertama 75%, tahun kedua 40%, tahun ketiga 15%, tahun keempat 7,5%, dan tahun kelima 7,5%. Total 145%. Tahun keenam dan seterusnya tidak dikenakan lagi biaya akuisisi.

• Jika ada tanda bintang (*) pada ilustrasi Nilai investasi Anda sudah tidak mencukupi dan polis akan segera berakhir.

• Membeli Polis asuransi jiwa adalah bentuk kesadaran dan komitmen jangka panjang. Apabila polis dihentikan pada tahun-tahun awal dapat menyebabkan kerugian bagi Nasabah.

Jangan takut untuk tetap menabung diasuransi, yang dimaksud tidak dijamin perusahaan asuransi adalah nilai investasinya yang bergantung pada tingkat suku bunga saat ini. Bukan berarti uang para nasabah asuransi tidak dijamin, karena perusahaan asuransi selalu diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan memiliki “Risk Based Capital” atau rasio solvabilitas (RBC) khususnya berkaitan dengan pengukuran kesehatan finansial perusahaan asuransi.

Bagaimana setelah membaca ulasan tersebut, sudah pasti tidak tergiur dengan tawaran agen asuransi yang mengiming-imingkan nilai investasi pada asuransi unit link? Lupakan semua itu, agar tidak kecewa dengan nilai investasi yang diharapkan ditahun ke-10. Fokus saja pada manfaat nilai pertanggungan yang Anda peroleh, jika mengalami risiko kehidupan.

Kesimpulan

Asuransi sangat penting untuk perlindungan keuangan keluarga Anda, jika memang ingin hasil investasi yang pasti terjamin berinvestasilah pada properti, emas dsb.

Saat ini mungkin belum memiliki pendapatan lebih untuk berinvestasi pada bidang properti, maka dari itu hal yang pertama dilakukan adalah berasuransi.

Jika sudah memiliki pendapatan lebih untuk berinvestasi, maka asuransi secara tidak langsung akan menjaga investasi yang Anda miliki saat ini.

Untuk berkonsultasi secara gratis, hubungi:

Suhardeni 0812-8263-0856

Phat_family46@yahoo.com

Asuransi Penyakit Kritis

Investasi Kecil Tak Masalah, Yang Penting UP Besar dan Premi Murah

Asuransi Itu Proteksi“Bagi saya investasi kecil tak masalah, yang penting UP besar dan premi murah.”

Senang saya jika mendapat nasabah yang berpikiran seperti kalimat di atas. Seperti dua hari lalu (1 November 2017), saat saya bertemu dengan seorang ayah muda usia 27 tahun di APL Tower Jakarta Barat, yang berniat mengambil asuransi penyakit kritis untuk dia dan istrinya.

“Bahkan premi hangus pun tak jadi soal. Jika nanti investasinya habis, saya bisa top up atau bayar premi lebih besar.”

Saya senang karena orang ini paham betul dengan asuransi, bahwa asuransi itu proteksi dan proteksi itu biaya. Yang namanya biaya pasti hangus. Walaupun produk yang diambilnya jenis unitlink, tetap unsur biayanya itu hangus dan itulah biaya proteksi.

Baca Juga:

Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi

Asuransi apa yang diambilnya? Lanjutkan membaca “Investasi Kecil Tak Masalah, Yang Penting UP Besar dan Premi Murah”