Edukasi Asuransi, Investasi

Perbedaan antara Unitlink dengan Reksadana

Unitlink adalah produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, sedangkan reksadana adalah produk investasi.

Dari kategori ini saja sudah terlihat jelas perbedaan antara unitlink dengan reksadana. Unitlink itu dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, sedangkan reksadana itu dikeluarkan oleh perusahaan manajer investasi.

Memang unitlink ada investasinya, dan modelnya mirip dengan reksadana, yaitu sama-sama dikemas dalam bentuk unit penyertaan modal, serta disalurkan ke instrumen-instrumen investasi berbentuk surat berharga yaitu saham, obligasi, dan deposito. Tapi fungsi investasi pada unitlink terutama adalah menjaga keberlangsungan polis asuransi, bukan untuk diambil untuk keperluan lain. Jika diambil untuk keperluan lain, itu bisa saja, tapi akan berpengaruh pada keberlangsungan perlindungan asuransi, karena masa aktif polis asuransi unitlink tergantung keberadaan nilai investasi.

Jadi, jika anda ingin berinvestasi, dalam arti mengembangkan uang anda agar lebih besar, pilihannya bukan unitlink, tapi reksadana. Sedangkan jika anda ingin berasuransi, dalam arti melindungi uang anda agar tidak habis saat terjadi risiko, unitlink bisa jadi pilihan.

Tentu saja reksadana hanya salah satu pilihan dalam berinvestasi dan unitlink pun hanya salah satu pilihan dalam berasuransi. Anda perlu mengetahui dan mempertimbangkan opsi-opsi lainnya sebelum memutuskan berinvestasi atau berasuransi.

Pilihan investasi selain reksadana misalnya saham, obligasi, deposito, emas, properti, tanah, atau diputar ke dalam bisnis sekalian.

Pilihan asuransi selain unitlink yaitu term life, whole life, dan endowment untuk asuransi jiwa, dan untuk asuransi kesehatan atau aset pada umumnya merupakan asuransi murni dengan kontrak jangka pendek.

Perbedaan lainnya antara unitlink dan reksadana yang penting diketahui adalah perbedaan biaya.

Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

NoBiayaUnit-linkReksadana
1Biaya akuisisi/ subscription (pembelian awal)100 sd 200% dari premi disetahunkan0 sd 2,5% dari setoran awal
2Biaya administrasi20 sd 40 ribuan per bulanTidak ada
3Biaya asuransi (cost of insurance atau tabarru)Tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan manfaat asuransi yang diambilTidak ada
4Biaya pengelolaan investasi (management fee)1 sd 3% per tahun tergantung jenis dana. Semakin tinggi risiko semakin besar biaya pengelolaan.Biaya ini sudah termasuk dalam NAB (Nilai Aktiva Bersih)0,4 sd 3% tergantung jenis dana.Biaya sudah termasuk dalam NAB)
5Biaya top up (setoran lanjutan)2 sd 5%0 sd 1%
6Biaya penarikan (redemption)2 sd 5%0 sd 1,5%
7Biaya pengalihan dana (switching)1%0 sd 1%
8Biaya kustodianTidak ada0,2 sd 0,25% (sudah termasuk dalam NAB)

Keterangan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), digunakan terutama untuk komisi dan bonus agen. Biaya subscription bagi reksadana yang mengenakan biaya ini juga terutama untuk komisi sales. Kenapa biaya akuisisi dalam unitlink besar sekali? Ya karena sebegitulah standar alokasi komisi di produk asuransi. Setiap industri punya standarnya sendiri. Biaya akuisisi di Allianz sendiri besarnya 145% dalam lima tahun. Di polis asuransi lain ada yang lebih kecil dan ada yang lebih besar, hingga di atas 200%. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unitlink akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya akuisisi yang besar, administrasi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 8 (top up, penarikan, pengelolaan investasi, pengalihan dana, dan kustodian) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, walaupun secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Belakangan ini seiring dengan perkembangan teknologi digital, banyak penyedia reksadana yang meniadakan biaya pembelian, top up, dan penarikan. Jika ingin berinvestasi reksadana, disarankan lewat aplikasi penyedia reksadana, seperti Bibit, Ajaib, dan Bareksa. Saya sendiri menggunakan aplikasi Bibit untuk investasi reksadana. Bagi anda yang ingin pakai Bibit, jangan lupa gunakan kode referal saya “bibitasep” untuk mendapatkan deposit 25 ribu.

Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku.

Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).

Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Demikian. []


Untuk konsultasi tentang asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (SBP, MDRT Allianz Indonesia)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asepsopyan.asn@gmail.com | Youtube: Asep Sopyan Network

Investasi, Unit Link

Diputar Ke Mana Dana Investasi Allianz Syariah?

Hasil gambar untuk Allisya Protection PlusAda yang bertanya kepada saya, dana investasi Allianz syariah itu diputarnya di mana?

Pertanyaan ini membawa saya untuk mengecek langsung Fund Fact Sheet atau laporan dana investasi yang disajikan secara bulanan di web allianz.co.id.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa dana investasi pada produk Allisya Protection Plus (unit-link syariah dari Allianz) ditempatkan ke tiga jenis dana, yaitu:

  1. Allisya Rupiah Fix Income Fund, atau dana pendapatan tetap.
  2. Allisya Rupiah Balanced Fund, atau dana campuran.
  3. Allisya Rupiah Equity Fund, atau dana saham.

Nasabah produk Tapro Syariah dapat memilih satu atau lebih dari tiga jenis dana tersebut. Lanjutkan membaca “Diputar Ke Mana Dana Investasi Allianz Syariah?”

Uncategorized

Kebutuhan Uang di Masa Depan dan Solusinya

Asuransi investasiDi masa sekarang kita semua butuh uang. Tentu saja. Untuk makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, operasional rumah tangga, sekolah anak, sedekah, hobi, dan lain-lain, semua itu butuh uang.

Tahukah anda, di masa yang akan datang pun kita semua butuh uang?

Secara garis besar, keutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

  1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui. Contoh: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.
  2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Contoh: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan ini berbeda cara memenuhinya. Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya adalah dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Jika anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, dalam satu tahun uang anda menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Tapi lain halnya dengan asuransi. Jika anda mengajukan polis asuransi jiwa senilai 1 miliar dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia. Jika, maaf, anda meninggal keesokan harinya, uang 1 miliar berhak diterima ahli waris anda. Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah sebabnya asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Demikian. []

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda