Investasi

4 Tingkat Investor

Tingkat 1: Penabung

Orang yang menabung melihat kepada orang yang tidak menabung: Ah, malangnya kamu, tidak punya masa depan.

 

Tingkat 2: Investor Reksadana

Orang yang berinvestasi di reksadana berkata kepada orang yang menabung: Ah, kasihan kamu, tidak sadar ya kalau sebenarnya uangmu berkurang, …, oleh inflasi.

 

Tingkat 3: Investor Saham

Orang yang berinvestasi di saham berkata kepada orang yang berinvestasi di reksadana: Ah, kenapa tidak belajar sedikit lagi saja,…, dan keuntunganmu akan berlipat-lipat.

 

Tingkat 4: Pemilik Bisnis

Adakah orang yang memandang investor saham dengan pandangan ke bawah? Dialah pemilik bisnis, yaitu orang yang menerbitkan saham dan menjualnya kepada para investor saham. Menurut Kiyosaki, inilah ultimate investor, level puncak dari jajaran investor.

 

Investasi

Saya Meniru Buffett. Kesalahannya.

Pada pertemuan tahunan Berkshire 1992, ia (Warren Buffett) berkata, “Saya kira keputusan terburuk saya adalah ketika saya pergi ke bengkel saat saya berusia 20 atau 21 tahun. Dan saya kehilangan 20% dari nilai kekayaan bersih saya. Jadi, bengkel itu membebankan biaya pada saya sekitar 800 juta dolar saat ini, saya rasa.” (Dari buku Mark Tier, The Winning Investment Habits of Warren Buffett & George Soros)

Ternyata saya pun melakukan apa yang dilakukan Buffett muda. Pada 12 Februari 2012 lalu, saya pergi ke bengkel Honda di BSD untuk mengambil motor yang beberapa hari sebelumnya ditunda di sana. Bengkel membebankan kepada saya biaya Rp 112.696.788!

112 juta?

Ya. Padahal harga motornya saja cuma sepersepuluh dari itu.

Kok bisa?
Lanjutkan membaca “Saya Meniru Buffett. Kesalahannya.”