Catatan Pribadi, Edukasi Asuransi

Pengalaman Menggunakan JKN BPJS saat Kelahiran Anak Ketiga di RS Vitalaya Pamulang

Aji P 1

Alhamdulillah, anak ketiga kami lahir pada Rabu, tanggal 27 Juni 2018, dini hari pukul 01.15. Jenis kelamin laki-laki, berat 3 kg, panjang 50 cm. Melahirkan secara sesar di RSIA Vitalaya Pamulang, dibantu dr. Saverina Adella, Sp.OG.

Tadinya kami mau lahir normal dan sudah datang ke Puskesmas Pondok Benda Pamulang. Tapi karena tensi tiba-tiba tinggi di atas 150, akhirnya dirujuk ke RS Vitalaya untuk diobservasi, dan sarannya adalah melahirkan secara sesar. Agak kaget karena dua anak kami sebelumnya lahir secara normal. Tapi tak apa-apa. Bagi kami, mana yang terbaik saja.

Istriku menginap di RS selama tiga hari (Rabu, Kamis, Jumat). Kami mendapatkan kamar Intan ruang 313, kamar kelas 2 dengan isi 2 orang, tapi untuk pengguna JKN BPJS dihitung kelas 1. Tak masalah, karena kamarnya cukup luas dan bersih. Ada sofa panjang, bisa untuk tidur pendamping.  Lanjutkan membaca “Pengalaman Menggunakan JKN BPJS saat Kelahiran Anak Ketiga di RS Vitalaya Pamulang”

Asuransi Kesehatan

Cara Daftar JKN BPJS Kesehatan Secara Online

Kartu BPJSMeskipun saya dan keluarga punya asuransi kesehatan swasta dari Allianz, saya tetap mengikuti JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dari BPJS Kesehatan. Saya pakai JKN terutama untuk rawat jalan. Untuk rawat inap alhamdulillah tidak pernah. (Baca juga: Polis Asuransi Keluarga Saya).

Saya mendaftar JKN pada pertengahan tahun 2015 secara daring (online) melalui web BPJS Kesehatan. Waktu itu kartu yang diperoleh saya cetak sendiri dan dilaminating. Tapi kemudian ketika saya mengganti faskes (fasilitas kesehatan), saya sempat datang ke kantor BPJS-K di Tangsel dan mendapat kartu fisik.

Berikut ini cara mendaftar JKN secara online: Lanjutkan membaca “Cara Daftar JKN BPJS Kesehatan Secara Online”

Asuransi Jiwa, Perencanaan Keuangan

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

AsuransiJika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah).

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. (Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Menurut saya, asuransi yang prioritas untuk diambil adalah asuransi jiwa untuk pencari nafkah (orangtua).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Blog myallisya.com memakai slogan “1 yang terpenting: melindungi penghasilan keluarga”, karena penghasilanlah yang membuat roda kehidupan keluarga bisa berjalan. Lanjutkan membaca “Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?”