Renungan

Tamu

Pada hari Jumat dini hari (26-04-2013), Ustaz Jefri al-Bukhori atau akrab disapa Uje, meninggal dunia karena kecelakaan motor di daerah Jakarta Selatan. Pagi harinya, saya menemukan puisi di bawah ini di dinding fesbuk. Karya Subagyo Sastrowardoyo, salah seorang penyair besar Indonesia. Saya pindahkan ke sini, semoga menjadi pengingat bagi kita semua.

Lelaki yang mengetuk pintu pagi hariUst Jefri
sudah duduk di ruang tamu. Aku baru
bangun. Tapi rupanya ia tidak
merasa tersinggung waktu aku belum
mandi dan menemui dia. Rambutku masih
kusut dan pakaianku hanya baju kumal
dan sarung lusuh.
“Aku mau menjemput,” katanya pasti,
seolah-olah aku sudah berjanji sebelumnyaUst Jefri 3
dan tahu apa rencananya.
“Bukankah ini terlalu pagi?” tanyaku ragu.
“Dia sudah menunggu!” Ia nampak tak sabar
dan tak senang dibantah. Aku belum tahu
siapa yang ia maksudkan dengan “dia”,
tetapi sudah bisa kuduga siapa.
“Tetapi aku perlu waktu untuk berpisah
dengan keluarga. Terlalu kejam untuk
meninggalkan mereka begitu saja. MerekaUst Jefri 2
akan mencari.”
Nampaknya tamu itu begitu angkuh seperti
tak mau dikecilkan arti. Siapa dapat lolos
dari tuntutannya.
Sebelum aku sempat berbenah diri ia telah
menyeret aku ke kendaraannya dan aku dibawanya
lari entah ke mana. ke sorga atau ke neraka?”

– Subagio Sastrowardoyo

Renungan

Kiamat dan Asuransi Jiwa

Kematian,

Ada dua macam kiamat. Kiamat besar dan kiamat kecil. Kiamat besar adalah kehancuran alam semesta beserta segala isinya. Kiamat kecil adalah kematian tiap-tiap individu manusia.

Kebanyakan orang bertanya-tanya kapan kiamat besar akan tiba, tapi jarang yang bertanya kapan terjadinya kiamat pada diri mereka sendiri.

Kiamat kecil bisa datang kepada manusia kapan saja di mana pun berada. Jadi, persiapkanlah dua perkara: amal saleh dan asuransi jiwa.

Amal saleh berfungsi melindungi diri sendiri di alam sana. Asuransi jiwa berfungsi melindungi keluarga yang ditinggalkan di alam sini. []

Perencanaan Keuangan

Bukan Menakut-nakuti, Tapi Mengingatkan

m

Pekerjaan saya sebagai agen asuransi mengharuskan saya bicara tentang hal-hal yang tidak diinginkan oleh manusia: kecelakaan, sakit, kematian. Ada yang menganggap saya menakut-nakuti orang. Tapi saya lebih suka menyebutnya: mengingatkan.

Menakut-nakuti berarti berkata tentang hal-hal yang TIDAK AKAN terjadi tapi dibilang akan terjadi. Sedangkan mengingatkan adalah berkata tentang hal-hal yang MUNGKIN terjadi. Kedua hal itu jelas berbeda.

Ingin ataupun tidak ingin, yang namanya sakit, kecelakaan, dan kematian tetaplah mungkin dialami oleh manusia. Tinggal apakah kita sudah siap atau tidak ketika hal-hal yang tidak diinginkan itu menerpa.

Asuransi merupakan satu bentuk persiapan dari sisi keuangan. Lanjutkan membaca “Bukan Menakut-nakuti, Tapi Mengingatkan”