Bisnis Asuransi

Apakah Agen Asuransi di Allianz Memperoleh Gaji Pokok dan Tunjangan?

gaji-agen-asuransi

A : Apakah agen asuransi di Allianz mendapatkan gaji tetap?

Z : Tidak, karena agen asuransi di Allianz berstatus sebagai mitra bisnis dari perusahaan, bukan karyawan.

A : Tapi apakah ada gaji pokok?

Z : Gaji pokok juga tidak ada. Seluruh penghasilan agen asuransi diperoleh dari komisi. Komisi ada yang berasal dari penjualan pribadi, ada juga yang berasal dari omset tim (bagi yang sudah punya tim atau grup dan grupnya berproduksi).

A : Gaji tetap dan gaji pokok tidak ada, lalu apakah agen mendapat tunjangan seperti asuransi, transportasi, dan telepon?

Z : Tidak juga. Asuransi bayar sendiri, transportasi dan telepon ditanggung sendiri.

A : Kalau begitu, lalu apa kelebihan menjadi agen asuransi di Allianz?

Z : Potensi penghasilan tak terbatas.

A : Tapi itu kan baru potensi.

Z : Betul, baru potensi. Mana yang anda pilih: mendapat gaji tetap dan tunjangan tapi penghasilan dibatasi, atau tidak mendapat gaji tetap dan tunjangan tapi penghasilan bisa jauh lebih besar?

A : Memangnya berapa potensi penghasilan agen asuransi di Allianz?

Z : Jika dibilang tak terbatas, mungkin itu ngawang-ngawang gak jelas. Tapi berdasarkan data tahun 2017, penghasilan tertinggi agen Allianz adalah 19 miliar setahun atau 1,7 miliar per bulan. Di bawahnya yang mencapai penghasilan ratusan juta per bulan ada 200 orang lebih. Selengkapnya bisa dibaca di “Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2018”.

A : Wow banget ya. Itu lebih dari direktur di perusahaan besar. Lalu berapa penghasilan di perusahaan asuransi yang ada gaji pokok dan tunjangan?

Z : Agen asuransi yang mendapatkan gaji pokok dan tunjangan adalah agen-agen yang bekerja di bank, atau disebut agen bancassurance. Gaji pokok diperoleh karena mereka ada kewajiban masuk kantor setiap hari, seperti karyawan pada umumnya. Gaji pokok mulanya mungkin setara UMR, dan selanjutnya bisa naik tiap tahun seiring posisi dan prestasi, selain itu mendapat insentif atau komisi dari penjualan produk. Total yang dibawa pulang mungkin bisa 10 juta, atau 20-30 juta per bulan, tergantung omset yang bisa dihasilkan. Tapi tidak banyak yang bisa lebih dari itu, kecuali mungkin agen bancass yang kerja di bank asing. Persisnya silakan dicari tahu ke agen bancassurance. Dan yang pasti, karena perusahaan memberikan gaji pokok, sudah pasti ada target minimal yang dituntut dari agen setiap bulannya, yang jika target tersebut tidak tercapai, insentif tidak diberikan.

A : Oke. Tapi dari mana sumbernya penghasilan ratusan juta sampai miliaran agen Allianz?

Z : Dari omset grup. Siapa yang bisa membangun grup, semakin besar grupnya dialah yang paling besar penghasilannya.

A : Kalau tidak berhasil membangun grup bagaimana?

Z : Maka potensi penghasilannya pun ada batasnya, yaitu sekuat dia bisa melakukan penjualan pribadi. Penghasilan 30-50 jutaan sudah bagus untuk seorang personal producer.

A : Tapi itu sudah lumayan juga ya, walaupun tanpa asuransi dan tunjangan.

Z : Hmm, begitulah, tapi tergantung ukurannya. Kalau ukurannya UMR, itu lumayan. Tapi kalau anda punya impian yang besar, angka segitu kecil.

A : Oke. Kalau begitu saya pilih di Allianz saja.

Z : Sip. []

Untuk mendaftar sebagai agen asuransi Allianz, silakan membuka artikel “Cara Menjadi Agen Allianz“.

Untuk konsultasi tentang bisnis asuransi di Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Bisnis Asuransi

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keenam (2017)

Stadion San Siro 2Sudah enam tahun saya menjadi agen asuransi di Allianz. Alhamdulillah, sejauh ini secara umum semua berjalan baik mesti tidak setiap detailnya sesuai dengan harapan.

Para nasabah saya yang masih bertahan, yang berjumlah sekitar 250 orang, alhamdulillah, hampir semuanya sehat dan tidak ada yang pernah klaim musibah berat. Klaim yang lumayan sering hanya sakit ringan seperti diare dan tiphus. Beberapa dari mereka menghubungi saya tatkala ada masalah klaim, dan ketika berkat andil saya masalah tersebut terselesaikan, di situlah saya merasa pekerjaan saya sebagai agen asuransi terasa bermakna.

Yang namanya bisnis lazim ada naik-turun. Begitu pula bisnis saya di asuransi. Setelah pada lima tahun sebelumnya cenderung naik, di tahun 2017 ini, atau tahun keenam sebagai agen asuransi, saya merasakan mengalami penurunan.

Penjualan pribadi saya turun hampir setengahnya dibanding tahun sebelumnya. Omset unit turun sekitar seperempatnya. Polis nasabah di grup banyak yang lapse karena terpengaruh pemberitaan miring tentang Allianz di kuartal terakhir 2017. Untungnya ada satu kabar baik, yaitu omset grup saya masih mencatat kenaikan sekitar 20%. Semua itu berpengaruh ke penghasilan saya, yang turun sekitar 10%. Semoga tahun ini naik kembali.

Ringkasnya, produksi saya dan grup pada tahun 2017 bisa dilihat di bawah ini: Lanjutkan membaca “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keenam (2017)”

Bisnis Asuransi

Generasi Milenial Sulit Punya Rumah, Ini Solusinya

Generasi milenial sulit punya rumah

Akhir-akhir ini di sejumlah media ramai berita analisis tentang generasi milenial yang kian sulit punya rumah, karena harga rumah semakin mahal sementara penghasilan tak bisa mengikuti kenaikan tersebut. Ini bukan hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.

Generasi milenial ialah orang-orang yang lahir antara tahun 1980-an sd 1990-an awal. Saat ini mereka berusia antara 25 sd 37 tahun, sudah saatnya punya rumah sendiri.

Sebagai gambaran, rumah di perumahan dengan luas tanah 50 M2 dan bangunan 30 M2, di daerah Jakarta harganya sudah di atas 500 jutaan, dan di pinggiran antara 300-400 jutaan. Ini artinya cicilan antara 3 jutaan sd 5 jutaan per bulan, di luar uang muka yang juga kerap jadi persoalan. Bagi orang dengan penghasilan sekitar 5 juta per bulan, nyaris tidak mungkin bisa memiliki rumah walaupun dengan cara KPR. Lanjutkan membaca “Generasi Milenial Sulit Punya Rumah, Ini Solusinya”