Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa untuk Lansia

Apakah orang yang sudah lanjut usia butuh asuransi jiwa?

Yang pasti, kalau seseorang meninggal dunia, setidaknya ada dua pos pengeluaran:

  1. Biaya pengurusan jenazah dan pemakaman, atau prosesi di rumah duka.
  2. Biaya tradisi yang menyertainya, misalnya tahlilan untuk kaum muslim tradisional, ngaben untuk kaum Hindu Bali, saur matoa untuk warga suku Batak, dan lain-lain. Seringkali biaya tradisi kematian ini jauh lebih tinggi daripada biaya pengurusan jenazah.

Jika lansia tersebut atau keluarganya sudah punya dana untuk itu, tak masalah tidak ambil asuransi jiwa. Tapi jika belum ada dananya, sebaiknya ambil asuransi jiwa. Bahkan walaupun sudah ada dananya, tetap akan jauh lebih hemat jika disiapkan melalui asuransi jiwa.

Dengan asuransi jiwa, jika seseorang meninggal dunia, maka akan keluar sejumlah dana yang besar, yang bisa dipakai untuk keperluan pengurusan jenazah dan tradisi yang menyertainya, serta untuk kebutuhan lainnya.

Dua pos biaya di atas belum termasuk jika lansia tsb punya tanggungan utang, karena utang tetap harus dibayar walaupun sudah tiada. Dan jika jika lansia tsb masih punya anak-anak yang hidupnya belum mandiri, wajiblah dia punya asuransi jiwa.

Tabel Premi dan UP Asuransi Jiwa

Berapa premi asuransi jiwa untuk lansia?

Premi tergantung usia, uang pertanggungan yang diambil, dan kondisi kesehatan.

Sebagai contoh, berikut ini disajikan tabel premi untuk lansia mulai usia masuk 55 tahun sd 70 tahun. Produk yang digunakan adalah Tapro Allisya Protection Plus, asuransi jiwa jenis unitlink. Kondisi untuk lansia sehat, pekerjaan kelas 1 (dalam ruangan) atau kelas 2 (luar ruangan, risiko rendah).

Di sini disajikan dua tabel. Tabel pertama dengan uang pertanggungan 100 juta. Tabel kedua dengan premi 1 juta per bulan.

Sebagai contoh, untuk pria atau wanita usia 60 tahun, UP yang diinginkan 100 juta, maka preminya adalah 400 ribu per bulan. Tapi jika punya anggaran 1 juta per bulan, dia bisa mendapatkan UP 260 juta. Uang sebesar inilah yang cair dan diterima oleh ahli waris, jika suatu saat dia tutup usia.

Usia 70 tahun adalah usia masuk maksimal, di atas itu tidak bisa menjadi peserta asuransi jiwa. Masa pertanggungan sd usia 100 tahun, atau sampai tutup usia, mana yang lebih dulu.

Berapa lama bayar preminya? Disarankan anda membayar premi selama hidup. Saat terjadi klaim, akan keluar UP ditambah nilai investasi yang ada pada saat itu.

Pengecualian Meninggal Dunia

Cara Klaim Meninggal Dunia

NoFormulir/Berkas yang Dibutuhkan
1Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia, ditandatangani ahli waris
2Polis asli
3Surat Keterangan Dokter tentang Penyebab Kematian
4Jika tertanggung meninggal karena kecelakaan atau sebab tidak wajar, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian
5Jika meninggal di rumah tanpa perawatan dokter, buat laporan kronologis kematian dan ditandatangani ahli waris
6Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis, diisi dan ditandatangani ahli waris
7Kutipan Akta Kematian dari catatan sipil yang dilegalisir
8Surat Keterangan Meninggal dari kelurahan yang dilegalisir
9Surat Keterangan dari perwakilan Indonesia, jika meninggal di luar negeri.
10Formulir Pemberitahuan Nomor Rekening
11Fotokopi identitas diri tertanggung dan pemegang polis
12Fotokopi identitas diri semua ahli waris (akta lahir utk ahli waris anak)
13Fotokopi kartu keluarga
14Form CRS (Common Reporting Standard) dan FATCA (Foreign Account Tax Compliance Act) yang diisi ahli waris
15Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.

Catatan:

  • Klaim meninggal dunia diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tertanggung meninggal dunia.
  • Semua formulir klaim yang dibutuhkan bisa diunduh di web allianz.co.id, atau diminta ke agen anda.
  • Semua berkas klaim dikirim ke kantor agensi Allianz di mana anda mendaftar, atau dititipkan ke agen anda, atau dikirim ke kantor pusat Allianz Life Indonesia, dengan alamat Allianz Tower, Jl HR Rasuna Said Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta 12980 telp 021-29268888.

Cara Daftar

Bertemu dengan agen untuk mengisi SPAJ (Surat Pengajuan Asuransi Jiwa). Calon nasabah menyiapkan dokumen sbb:

  1. KTP calon tertanggung dan pemegang polis
  2. Buku tabungan atau kartu kredit (jika ingin cara bayar dengan autodebet)
  3. Resume medis atau hasil pemeriksaan medis (jika ada riwayat sakit)
  4. Premi pertama ditransfer di awal (kecuali cara bayar menggunakan kartu kredit)

Permohonan Ilustrasi


Untuk konsultasi mengenai produk-produk asuransi dari Allianz, atau ingin menjadi agen, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Tanya-Jawab

Tanya: Apakah untuk mengajukan asuransi ini harus tes medis?

Jawab: Jika sehat tanpa riwayat sakit, dan uang pertanggungan tidak melebihi batas non-medis (sesuai Tabel Tes Medis), maka tidak memerlukan tes medis. Tapi jika ada riwayat sakit, atau uang pertanggungan yang diambil melebihi batas non-medis, maka calon tertanggung akan diminta tes medis.

T: Jika diminta tes medis, di mana dilakukan dan atas biaya siapa?

J: Tes medis dilakukan di klinik yang bekerja sama dengan Allianz, antara lain Prodia, dan atas biaya dari Allianz.

T: Apakah ada masa tunggu untuk bisa diklaim?

J: Tidak ada masa tunggu. Hari ini polis disetujui, perlindungan langsung aktif. Jika sorenya atau besoknya meninggal dunia, bisa diklaim. Tapi tentunya untuk usia polis di bawah dua tahun akan ada investigasi yang mendalam tentang penyebab kematian. Selama penyebab kematian tidak terkait dengan kondisi yang telah ada sebelumnya, yang tidak dinyatakan di pertanyaan kesehatan, klaim akan dibayar.

T: Bagaimana cara bayar preminya?

J: Cara bayar bisa melalui transfer, autodebet rekening (Mandiri, BRI, BNI, BCA, BSM), atau kartu kredit (Visa, Master, Amex, BCA). Cara transfer bisa melalui banyak cara: transfer bank (Mandiri, BCA, HSBC, Permata), Pegadaian, Kantor Pos, Eazy Payment, dan Indomaret.

Asuransi Jiwa

Siapa Saja yang Wajib Memiliki Asuransi Jiwa?

Suze Orman ttg Asuransi Jiwa 2Asuransi jiwa (life insurance) adalah asuransi yang memberikan UP (uang pertanggungan) ketika tertanggung meninggal dunia. UP diterima oleh termaslahat atau ahli waris dari tertanggung. Uang ini akan bermanfaat bagi ahli waris untuk melanjutkan kehidupannya.

Jadi, asuransi jiwa dibutuhkan bukan karena ada orang yang akan meninggal, tapi karena ada orang(-orang) yang harus melanjutkan hidup.

Dalam kondisi seperti apa diperlukan asuransi jiwa? Lanjutkan membaca “Siapa Saja yang Wajib Memiliki Asuransi Jiwa?”

Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi

3 Hal Yang Dilakukan Ibu Rumah Tangga Jika Suami Meninggal Dunia Tanpa Asuransi Jiwa

Istri asuransi jiwa

Di sebuah kota, hiduplah satu keluarga muda. Suami seorang pekerja keras, istri seorang ibu rumah tangga, dan anak-anak masih balita.

Mereka hidup bahagia hingga suatu ketika, tiba-tiba terdengar berita yang sangat mengejutkan. Suami sekaligus ayah mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.

Sejak itu, sang istri , yang kini menjadi single parent, kebingungan. Suami tak meninggalkan warisan dan juga tak punya asuransi jiwa. Tak ada lagi tulang punggung keluarga. Mereka butuh makan, dan nanti anak-anak harus sekolah.

Bagaimana kehidupan selanjutnya? Apa yang harus dilakukan?

Oke. Kisah di atas adalah rekaan belaka, tapi mungkin terjadi pada siapa saja.

Jadi, apa yang harus dilakukan si ibu tunggal agar kehidupan keluarganya tetap berjalan?

Ada tiga kemungkinan. 

1. Cari kerja

Apakah mudah cari kerja? Apakah punya pengalaman kerja sebelumnya?

Kalau berbisnis, apakah punya modalnya, dan juga pengalaman? Kalau jalani bisnis yang tanpa modal, seperti jadi sales, apakah bisa langsung menghasilkan?

2. Cari suami 

Apakah mudah cari suami? Apakah mudah mendapatkan suami yang mau menerima keberadaan anak-anak? Apakah suami baru itu mapan dan bertanggung jawab?

Kadang ada suami berkilah tidak mau ambil asuransi jiwa karena uangnya bisa dipakai istrinya untuk kawin lagi. Justru sebaliknya. Kalau suami tak punya asuransi jiwa dan juga tak meninggalkan warisan, istri akan kawin lagi karena butuh ada yang memberikan nafkah.

3. Pulang ke rumah orangtua

Dengan catatan, ortu masih ada. Di rumah ortu bisa sambil cari kerja atau cari suami.

Itulah tiga hal yang mungkin dilakukan seorang ibu rumah tangga jika suaminya meninggal dunia tanpa memberikan warisan ataupun asuransi jiwa.

Tapi lain halnya jika suami punya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup, maka istri punya pilihan keempat:

  1. Tetap tinggal di rumahnya, tidak perlu pulang ke rumah ortu, tidak perlu cari kerja, bahkan tidak perlu suami baru, karena kebutuhan ekonomi sudah tercukupi oleh warisan dari uang asuransi jiwa suaminya. 

Jadi, baik anda seorang suami atau seorang istri, pikirkanlah hal di atas dan lakukan langkah yang tepat, yaitu mengambil asuransi jiwa, dan setelah itu anda bisa tenang.

“Ah, kayak gitu gak usah dipikirin, nanti malah bikin susah,” mungkin begitu kata sebagian orang.

Pilihannya: lebih baik dipikirkan sekarang saat masih baik-baik saja, atau dipikirkan nanti saat sudah susah?

Produk yang disarankan: Tapro Allisya Protection Plus. Premi mulai 300 ribu per bulan. Uang pertanggungan mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah, dan bisa ditambah manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap, penyakit kritis, dan rawat inap cashless.

Satu penawaran dengan produk Tapro: Premi 360 Ribu per Bulan Dapat UP Jiwa 1 Miliar, Mau?

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Artikel ini telah dibuat juga dalam versi video dan dimuat di kanal youtube Asep Sopyan Network