Bisnis Asuransi

4 Benefit Agen Asuransi di Allianz Star Network

MDIT
MDiT: Simbol pencapaian puncak agen ASN

Terkadang ada orang bertanya, apa benefit yang diperoleh agen asuransi di ASN? Saya jawab, yang pasti komisi.

Saya tahu bukan itu jawaban yang diminta. Ketika orang menanyakan tentang benefit suatu pekerjaan, biasanya yang ada di benaknya adalah semacam tunjangan, fasilitas, bonus, dan asuransi (kesehatan, pensiun). Pertanyaan ini lazimnya ditujukan untuk pekerjaan karyawan, di mana benefit akan menjadi nilai tambah di luar gaji yang diperoleh.

Tapi perlu diingat bahwa menjadi agen asuransi di ASN berarti menjadi pebisnis. Pebisnis atau pengusaha tidak mengharapkan tunjangan dan bonus, karena dialah yang justru memberikan tunjangan dan bonus kepada orang-orang yang bekerja kepadanya.

Memang saat ini masih ada pekerjaan agen asuransi yang sistemnya tidak murni bisnis, antara lain di perusahaan asuransi yang menerapkan sistem branch (cabang, bukan agensi) dan di bancassurance (agen asuransi yang ditempatkan di bank), di mana selain komisi ada fasilitas dan tunjangan hingga bonus dan asuransi. Itu adalah kelebihan dari pekerjaan agen asuransi pada sistem yang tidak murni bisnis. Tapi kekurangannya, potensi penghasilan yang bisa diperoleh pun terbatas.

4 Benefit Agen Asuransi ASN

Setidaknya ada 4 benefit yang bisa diperoleh agen asuransi di Allianz Star Network, yaitu penghasilan, penghargaan, trip ke luar negeri, dan aneka kontes. Di luar itu masih banyak benefit lain yang sifatnya nonmateri, seperti pengembangan diri, perluasan jaringan pertemanan, fleksibilitas kerja, hingga kepuasan batin karena telah membantu mencairkan klaim nasabah.

Mari kita bahas satu per satu.

  1. Penghasilan

Sebagai sebuah bisnis, benefit paling utama tentunya adalah penghasilan. Penghasilanlah, yang tergambar melalui marketing plan, yang mestinya menjadi pertimbangan utama ketika anda memasuki sebuah bisnis. Banyak benefit lain bisa anda dapatkan jika penghasilan besar sudah di genggaman.

“Sebagai sebuah bisnis, benefit paling utama tentunya adalah penghasilan.”

Penghasilan diperoleh dari penjualan pribadi maupun dari penjualan tim. Dalam tahap awal, penghasilan dari penjualan pribadi akan lebih mendominasi. Tapi karena ini bisnis jaringan, dalam jangka panjang, yang lebih diharapkan mengisi pundi-pundi rekening kita adalah penghasilan dari penjualan tim atau grup. Itulah yang disebut penghasilan pasif.

Jenjang karir di ASN terdiri dari dua level, yaitu BE (Business Executive) dan BP (Business Partner). Syarat dari BE menjadi BP adalah penjualan pribadi 300 juta (premi disetahunkan) dan bisa dicapai dalam hitungan bulan, maksimal 2 tahun. Setelah jadi BP, tugasnya adalah merekrut agen-agen dan mendidik mereka supaya bisa melakukan penjualan pribadi 300 juta. Begitu saja dilakukan setiap tahun sampai jaringan membesar tanpa batas. Potensi penghasilan yang bisa diraih sebanding dengan besarnya jaringan yang bisa dibangun.

Marketing plan ASN menyediakan tiga macam sumber penghasilan.

  1. Komisi. Diperoleh dari penjualan pribadi, baik level BE maupun BP. Besarnya komisi tergantung produk.
  2. Overriding unit. Diperoleh BP dari penjualan pribadi maupun penjualan BE-BE di bawahnya. Overriding unit besarnya setengah dari komisi tahun pertama dan tahun kedua.
  3. Overriding generasi (royalti). Diperoleh BP dari omset BP-BP di bawahnya hingga kedalaman 5 generasi BP. Overriding generasi besarnya seperenam dari komisi tahun pertama dan tahun kedua. Inilah sumber penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.

Keunggulan dari marketing plan ASN antara lain:

  1. Paling simpel. Jenjang karier hanya dua level, sehingga memudahkan untuk sampai di posisi puncak (BP).
  2. Paling mudah. Syarat naik ke posisi puncak hanya penjualan pribadi 300 juta, tidak perlu merekrut.
  3. Paling cepat. Naik ke posisi puncak bisa dicapai dalam hitungan bulan (bahkan bisa 1 bulan!), tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.
  4. Paling ringan. Syarat maintenance (pertahankan posisi) puncak juga hanya 300 juta (penjualan unit).
  5. Paling dalam. Overriding generasi atau royalti hingga kedalaman 5 generasi BP.
  6. Paling besar. Nilai overriding generasi seperenam komisi, di tempat lain paling hanya sepersepuluh komisi.

 

  1. Penghargaan

Profesi agen asuransi penuh dengan penghargaan, tentunya bagi mereka yang berprestasi. Top personal sales, top unit sales, top recruitter, dan banyak kategori lain akan mendapatkan penghargaan khusus dan nama serta foto mereka dipajang di koran.

Penghargaan paling terkenal adalah MDRT (Million Dollar Round Table), penghargaan level internasional bagi agen yang berhasil mengumpulkan penjualan premi sejumlah tertentu (sekitar 540 juta collected premium tahun pertama).

Di atas MDRT ada COT (Court of Table) dengan target 3 kali lipat MDRT, dan di atasnya ada TOT (Top of Table) dengan target 6 kali lipat MDRT.

Khusus di ASN, ada satu penghargaan paling bergengsi yaitu MDIT (Million Dollar Income Team), agen dengan penghasilan minimal 1 miliar per tahun. Level MDIT ditandai dengan jumlah bintang, 1 bintang mewakili penghasilan 1 miliar. Peraih bintang tertinggi saat ini Liem Lie Sia dengan 17 bintang (penghasilan 17 miliar per tahun), yang menjadi agen ASN sejak tahun 2004. Status MDIT lebih prestisius daripada MDRT bahkan TOT sekalipun.

Selain itu, masih ada beberapa penghargaan lagi yang dikeluarkan perusahaan, grup agensi, maupun Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.

 

  1. Trip ke luar negeri

Semua perusahaan asuransi menyediakan trip ke luar negeri atau dalam negeri bagi agen-agen yang memenuhi syarat. Di ASN setiap tahun ada 3 target trip ke luar negeri, mulai dari negara-negara di kawasan ASEAN, Asia, hingga Eropa-Amerika-Afrika, semakin jauh semakin tinggi targetnya. Sejauh ini belum ada kontes trip dalam negeri di ASN.

Target trip bisa dicapai melalui penjualan pribadi (bagi BE maupun BP) dan omset unit (khusus BP).

 

  1. Aneka Kontes

Selain trip ke luar negeri, selalu ada kontes di bisnis asuransi. Kontes bisa diberikan perusahaan, grup agensi, maupun leader.

Sebagai contoh, sejak tahun 2015 di ASN ada kontes berhadiah uang saku, iPad, dan trip ke luar negeri bagi agen yang mampu mencapai CPC (Consistent Producers Club) selama 2 tahun berturut-turut. Ada juga kontes berhadiah mobil VW Beetle dan Mercedes Benz C Class.

Grup agensi maupun leader pun seringkali memberikan kontes dengan hadiah yang lebih kecil, misalnya trip dalam negeri, nonton bareng, angpau, atau sekadar souvenir.

Semua itu diperlukan untuk menjaga semangat agen, karena agen asuransi adalah profesi yang rentan mengalami penurunan semangat.

Tapi benefit paling utama tetaplah penghasilan, yang lain hanyalah kembang-kembangnya.

 

Tertarik menjadi agen asuransi di ASN?

Daftar sbg Agen

 

Tanya Jawab

  • Apakah di ASN ada bonus tahunan atau triwulanan dari penjualan pribadi? Tidak ada. Bonus tahunan yang dulu pernah ada telah dialihkan ke overriding generasi supaya penghasilan pasif makin besar.
  • Apakah di ASN ada bonus perekrutan? Tidak ada. Bonus perekrutan yang dulu pernah ada telah dialihkan ke overriding generasi supaya penghasilan pasif makin besar.
  • Apakah agen ASN memperoleh asuransi kesehatan? Tidak. Asuransi kesehatan bisa dibeli sendiri ketika sudah memperoleh penghasilan.
  • Apakah agen ASN memperoleh asuransi pensiun? TidakDana pensiun bisa diperoleh melalui overriding generasi jika jaringan sudah berkembang.
  • Apakah agen ASN memperoleh fasilitas seperti telepon, meja, komputer, kendaraan? Tidak. Ingat, agen asuransi itu pebisnis, bukan karyawan. Semua fasilitas tsb bisa diperoleh melalui penghasilan. Jadi, fokus saja pada peningkatan penghasilan.
  • Apakah syarat menjadi BP harus merekrut agen? Tidak. Untuk menjadi BP, syaratnya adalah penjualan pribadi saja dengan ALP 300 juta.
  • Apa itu ALP? ALP singkatan dari Annualized Life Premium atau premi asuransi jiwa yang disetahunkan. Misal premi 1 juta per bulan, berarti ALP-nya 12 juta (dengan catatan 1 juta itu premi dasar semua, top up atau saver dalam unitlink tidak termasuk).
  • Berapa minimal jumlah nasabah yang harus diperoleh untuk menjadi BP? Tidak ada syarat minimal jumlah nasabah, yang penting total ALP mencapai 300 juta. ALP 300 juta adalah setara premi 25 juta per bulan. Jika satu nasabah rata-rata preminya 1 juta per bulan, berarti diperlukan 25 nasabah untuk mencapai ALP 300 juta.
  • Apakah BP masih harus melakukan penjualan pribadi? Tidak harus. Kewajiban BP adalah merekrut agen dan mendidik agen-agen yang direkrutnya agar bisa menjual polis. Tapi jika melakukan penjualan pribadi, itu lebih baik sekaligus memberi contoh untuk agen-agen di jaringannya.
  • Apakah yang dimaksud kedalaman 5 generasi BP? Contoh: Si A seorang BP, dia merekrut B. Si B lalu menjadi BP, dan dia merekrut C. Si C menjadi BP, dan dia merekrut D. Si D menjadi BP, lalu dia merekrut E. Si E menjadi BP, dan dia merekrut F. Si F menjadi BP. Dari struktur ini, si B adalah generasi kesatu dari si A, C generasi kedua, D generasi ketiga, E generasi keempat, dan F adalah generasi kelima dari si A. Jika terjadi penjualan di F, si A mendapatkan overriding generasi alias royalti.
  • Apakah ada syarat untuk mendapatkan overriding generasi dari kedalaman 5 generasi? Ya ada, yaitu harus mempunyai BP generasi 1 sebanyak 5 BP.
  • Apakah BP bisa turun level menjadi BE? Bisa. BP akan turun level menjadi BE jika tidak memenuhi syarat maintenance (mempertahankan posisi) yaitu penjualan unit sebesar 300 juta dalam satu tahun. Penjualan unit berarti penjualan pribadi BP dengan BE-BE di bawahnya. Tapi dia selalu punya kesempatan untuk promosi kembali menjadi BP.
  • Bagaimana caranya menjadi agen asuransi ASN? Mendaftar melalui BP dengan melengkapi persyaratannya. Selengkapnya bisa dibaca di Cara Menjadi Agen Allianz.

 

Untuk konsultasi mengenai bisnis asuransi di ASN, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

 

Artikel Terkait:

Bisnis Asuransi

Mengapa Saya Jadi Agen Asuransi dan Mengapa Allianz

Saya menjadi agen asuransi di ASN (Allianz Star Network) pada bulan Oktober 2011 dan menjalani ujian AAJI pada 12 November 2011. Saya langsung fokus sehingga dalam waktu yang relatif singkat, hasil dari bisnis ini bisa menghidupi saya dan keluarga. Cerita perjalanan saya sebagai agen asuransi Allianz bisa dibaca di Cerita Pengalaman Agen Asuransi, yang saya tulis berseri setiap awal tahun. 

MDIT

Apa yang Ditawarkan Profesi Agen Asuransi?

Untuk melihat alasan mengapa saya jadi agen asuransi, mari kita lihat apa saja yang ditawarkan profesi ini:

1. Waktu kerja fleksibel. Jam kerja bisa diatur sendiri. Bisa dimulai sebagai bisnis sampingan.

2. Tempat kerja fleksibel. Tidak harus ngantor tiap hari. Kerja bisa di mana saja.

3. Tanpa hubungan bos-karyawan. Diri sendiri adalah pebisnis. Tidak ada atasan, tidak perlu izin untuk keperluan apa pun.

4. Modal kecil, sehingga risiko pun kecil atau bahkan tidak ada.

5. Hasil besar dan terus bertambah setiap bulan. Bisnis dengan faktor 24x++: kerja 1 bulan, hasil 24 bulan, plus 36 bulan berikutnya hingga seumur hidup.

6. Penghasilan pasif hingga tak terbatas. Mendapatkan royalti atau bagian komisi dari omset jaringan, jika sudah terbentuk. Inilah kebebasan finansial + kebebasan waktu. (Mengenai potensi penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari bisnis ini, silakan lihat bukti-buktinya di MDIT (Agen Allianz Berpenghasilan Miliaran).

7. Keamanan kerja. Agen tidak akan dipecat selama memenuhi target tiap tahun, dan adanya faktor 24x++ menjamin penghasilan akan tetap diperoleh meskipun berbulan-bulan tidak bekerja.

8. Segmen pasar sangat luas, karena produk asuransi dibutuhkan oleh setiap manusia.

9. Produk dan bisnis bersifat jangka panjang. Produk asuransi dibutuhkan oleh setiap orang sejak lahir sampai meninggal dunia.

10. Membantu banyak orang, produk maupun bisnis. Produk memberikan perlindungan, bisnis memberikan penghasilan. Tidak salah jika dikatakan, agen asuransi adalah The Nobel Job (profesi mulia atau terhormat).

11. Jaringan bisnis bisa diwariskan, kepada pasangan atau anak. Kerja seumur hidup tidak sia-sia.

12. Rendah stres. Tanpa utang-piutang, tanpa stok barang, tidak mikirin gaji karyawan.

13. Menambah teman. Bertemu klien dari beragam kalangan. Semua rekan kerja adalah para pebisnis.

14. Meningkatkan kualitas diri dan kepemimpinan. Melalui interaksi mendalam dengan banyak orang dan rekan-rekan pebisnis, secara otomatis kita dilatih untuk lebih rendah hati, lebih melayani, selalu bersikap positif, kuat mental, dan lain-lain.

15. Trip gratis ke luar negeri setiap tahun. Hadiah standar bagi agen berprestasi.

16. Banyak penghargaan. MDRT, MDIT, nama dimuat di koran, dll. (Contoh penghargaan Allianz, klik di SINI). Kerja keras diapresiasi.

17. Keseimbangan hidup terjaga. Bisa mengatur waktu untuk keluarga, berlibur, kegiatan ibadah, hobi, dan lain-lain.

Adakah bisnis atau profesi lain yang menawarkan sekaligus semua hal di atas?

Mengapa Allianz?

Mari kita lihat dari tiga aspek: perusahaan, produk, dan sistem bisnis.

Perusahaan

Perusahaan merupakan faktor penunjang yang penting bagi keberhasilan bisnis, apalagi dalam bisnis yang mensyaratkan kepercayaan.

1. Brand atau merek ternama. Penjualan jadi lebih mudah.

2. Perusahaan asuransi terbesar dunia. (Versi majalah Forbes, klik di SINI). Di Indonesia masuk 4 besar dan terus bertumbuh menjadi yang terbesar.

3. Jaringan luas di seluruh dunia. Beroperasi di > 70 negara, dengan jumlah nasabah > 78 juta. Di Indonesia sudah ada di 40 kota, 80 titik pelayanan, lebih dari 10 ribu agen, dan 1.200 karyawan.

4. Teruji waktu. Didirikan tahun 1890, sudah lebih dari 120 tahun. Di Indonesia sejak 1996, lebih dari 15 tahun.

5. Sponsor berbagai cabang olahraga. Sepakbola (pemilik klub Bayern Munchen dan stadion Allianz Arena), balap mobil F-1, golf, paralimpik, dll.

6. Peduli lingkungan hidup dan persoalan kemanusiaan. (Penjelasan nomor 4-5, silakan dibaca di artikel Nilai Lebih Allianz).

Produk

Allianz mendefinisikan produk asuransi secara baru, yang berawal dari keprihatinan mendalam atas problem terbesar yang dialami semakin banyak penduduk dunia dari waktu ke waktu.

1. Fokus melindungi 1 yang terpenting: PENGHASILAN, melalui proteksi jiwa, cacat, dan penyakit kritis. (Mengenai pentingnya perlindungan penghasilan, klik di SINI.)

2. Produk unggulan proteksi penyakit kritis. Membantu orang di saat-saat paling membutuhkan dengan sejumlah uang tunai yang besar. Jika momen pembuktian itu tiba (klaim penyakit kritis), kepuasannya sangat terasa.

3. Menanggung 49 sd 100 kondisi penyakit kritis, mulai usia 6 bulan sd 100 tahun. Terbaik, terlengkap, termurah di Indonesia. (Tentang produk penyakit kritis Allianz, klik di SINI).

4. Bisa terus repeat order. Asuransi jiwa dan penyakit kritis bisa tetap dijual walaupun orang sudah punya banyak asuransi. Beda sekali jika jualan utamanya kartu asuransi kesehatan cashless.

5. Tersedia produk syariah. Penting bagi kalangan yang peduli nilai-nilai spiritual dan kesucian dalam setiap aktivitas ekonomi.

Sistem Bisnis

Sistem bisnis atau marketing plan ASN (Allianz Star Network) merupakan revolusi di industri asuransi, dengan keunggulan sebagai berikut:

1. Paling simpel. Jenjang karier hanya dua level, BE (Business Executive) dan BP (Business Partner), sehingga memudahkan untuk sampai di posisi puncak.

2. Paling mudah. Syarat promosi dari BE ke BP hanya penjualan pribadi 300 juta, tidak perlu merekrut.

3. Paling cepat. Promosi dari BE ke BP bisa dalam hitungan bulan, tanpa harus menunggu sampai akhir tahun.

4. Paling ringan. Syarat maintenance BP sangat ringan. Hanya penjualan unit 300-600 juta dalam setahun (tergantung kedalaman generasi BP) dan tanpa syarat penjualan pribadi.

5. Paling dalam. Royalti hingga kedalaman 5 generasi BP.

6. Paling besar. Royalti paling besar dibanding yang lain. Gabungan poin 5 dan 6 merupakan sumber penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.

Tertarik jadi agen Allianz juga? Klik di Cara Menjadi Agen Allianz.


Untuk konsultasi mengenai bisnis asuransi di Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Serpong Tangerang Selatan