Bisnis Asuransi

6 Pola Pikir Agen Asuransi Sukses

rahasia sukses agen asuransi 2

Seorang agen asuransi sukses sudah pasti memiliki pola pikir (mindset) yang tepat mengenai bisnisnya, yang membawanya kepada kesuksesan.

Inilah 6 pola pikir yang harus dibangun di dalam diri seorang agen asuransi yang ingin sukses.

1. Berpikir sebagai pebisnis.

Pekerjaan agen asuransi adalah sebuah bisnis. Agen asuransi tidak digaji dan tidak memperoleh tunjangan layaknya karyawan. Penghasilan agen asuransi didapat melalui omset penjualan, baik penjualan pribadi maupun tim (jika ada).

Oleh karena itu, seorang agen asuransi harus berpikir layaknya pebisnis atau pengusaha. Pebisnis memiliki karakteristik utama: proaktif, bertanggung jawab, dan berani mengambil risiko.

Proaktif artinya dia tidak menunggu diperintah layaknya karyawan, tapi dia sendirilah yang memerintahkan dirinya sendiri untuk berbuat. Dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, dan tidak menyerahkan tanggung jawab atas perbuatannya kepada orang lain. Dia pun berani mengambil risiko, misalnya untuk berinvestasi dalam hal-hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnisnya tumbuh.

2. Berpikir bahwa ini adalah bisnis anda sendiri, bukan bisnis leader anda.

Banyak orang yang berada di bisnis jaringan terjebak persepsi bahwa ketika dia disuruh jualan, hasilnya untuk upline atau leadernya. Ini kekeliruan besar. Untuk membuktikannya, coba saja anda tidak jualan sama sekali, nah, apa yang terjadi? Jelas anda tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan leader anda, jika dia seorang leader yang memiliki pola pikir benar, akan tetap tumbuh bersama agen-agennya yang lain.

Di bisnis ini, apa yang anda lakukan adalah terutama untuk anda sendiri. Memang leader anda memperoleh bagian dari penjualan anda. Tapi itu adalah haknya berdasarkan sistem, dan juga hasil dari kerjanya karena telah mengajak anda dan mendidik anda.

Tapi jangan khawatir dan tidak perlu iri. Bisnis ini sangat adil. Jika anda lebih proaktif daripada leader anda, anda bisa melebihi pencapaian leader anda. Banyak bukti bahwa di bisnis jaringan, seorang downline memiliki penghasilan yang lebih besar daripada upline-nya.

3. Berpikir bahwa bisnis ini adalah sebuah bisnis besar.

Semakin besar sebuah bisnis dalam persepsi anda, semakin serius anda menjalankannya. Jika sebuah bisnis anda anggap kecil, anda pun akan kurang serius atau menganggapnya sampingan belaka. Jadinya, hasilnya pun kecil saja.

Sebuah bisnis dikatakan besar bisa dilihat dari tiga hal: modal, omset, atau keuntungan. Kebanyakan orang hanya terpaku pada yang pertama. Dari segi modal, bisnis distribusi asuransi memang kecil. Tapi dari segi omset dan keuntungan, nilainya sangat besar.

Omset Myallisya 2016
Omset grup saya tahun 2016

Sebagai ilustrasi, omset grup saya pada tahun 2016 adalah lebih dari 2 miliar setahun. Jika dihitung bulanan sekitar 180 juta per bulan dan ini semua mengalirkan penghasilan lebih dari 40 juta per bulan.

Omset 180 juta dan penghasilan 40 juta per bulan itu besar atau kecil? Bagi saya masih kecil, tapi saya yakin akan terus membesar, karena di ASN ada agen yang omset per bulannya lebih dari 40 miliar dan penghasilannya lebih dari 2 miliar per bulan.

Jadi, jangan pernah anggap remeh bisnis agen asuransi. Salah satu indikasi menganggap remeh adalah sudah jadi agen tapi tidak menjalankannya secara sungguh-sungguh.

4. Berpikir bahwa bisnis ini adalah pekerjaan utama anda, bukan sampingan.

Anda harus menganggap bisnis agen asuransi sebagai pekerjaan pokok anda, bukan sampingan. Mungkin saat ini belum bisa sepenuh waktu (full time), tapi tetap harus dikerjakan sepenuh hati (full heart). Sekurang-kurangnya, anda punya cita-cita untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama anda di masa yang akan datang (1-2 tahun kemudian).

Jika anda menganggap bisnis ini sebagai sampingan belaka, hasilnya pun akan sampingan pula, dan akan sulit menyamai apalagi melebihi penghasilan anda saat ini.

5. Berpikir dalam kerangka jangka panjang, bukan saat ini saja.

Mungkin anda telah berhasil menjual satu-dua polis dan ternyata komisinya kecil, dicicil pula tiap bulan. Tapi cobalah berpikir satu-dua tahun ke depan, ketika anda telah menjual 50 polis, atau telah memiliki jaringan 50 agen aktif, maka apa yang dicicil tiap bulan itu akan menjadi satu jaminan keamanan bagi penghasilan anda.

Bagi agen asuransi, cara melihat masa depan itu gampang sekali. Lihat saja upline anda atau leader di atasnya lagi, berapa lama mereka telah menjadi agen dan apa yang telah mereka raih saat ini. Itulah masa depan anda, bahkan anda bisa lebih baik lagi jika anda bekerja lebih keras dan lebih cerdas.

6. Berpikir sebagai bagian dari sebuah tim, bukan individual.

Bisnis asuransi dijalankan dengan skema bisnis jaringan, di mana ada upline (leader, perekrut, atau ayah), downline (yang direkrut atau anak), dan crossline (agen lain yang tidak segaris keturunan dengan kita, atau saudara). Kesemuanya adalah agen-agen yang memiliki tujuan sama, yaitu ingin sukses. Untuk itu diperlukan kerja sama dan saling mendukung agar semuanya mencapai tujuan.

Tidak mungkin seorang agen bisa sukses jika dia sendiri saja. Mungkin dia jago jualan dan mampu mencetak premi yang besar-besar, tapi lama-lama dia akan cape sendiri.

Nobar Munchen
Bpk Hendy Winata (paling depan), pendiri grup Busster, saat mengajak agen-agennya (termasuk saya, berkacamata di tengah baris kedua) nonton bola di Singapura, 27 Juli 2017. 

Ada pepatah: “Jika ingin cepat, berlarilah sendiri. Tapi jika ingin jauh, berlarilah bersama-sama.” Ungkapan ini sangat tepat menggambarkan filosofi bisnis asuransi.

Kenapa seorang agen harus berpikir sebagai bagian dari sebuah tim? Karena dia masuk ke bisnis ini melalui orang lain (upline), dan dia butuh bimbingan dari upline-nya bagaimana cara menjalankan bisnis ini agar sukses. Kemudian kelak dia pun akan menjadi upline atau leader, jadi dia harus pandai memimpin para downlinenya agar mereka bisa sukses. Tak boleh dilupakan peran crossline, di mana kita butuh mereka untuk menjadi penyemangat, penasihat, sumber inspirasi, kompetitor yang baik, dan pengukur pencapaian kita.

Demikian. []

Tertarik menjadi agen asuransi? Silakan baca-baca beberapa artikel lagi.

  1. Sistem Bisnis ASN. https://myallisya.com/ruang-agen/sistem-bisnis-asn/
  2. Tapro, Produk Unggulan Allianz. https://myallisya.com/ruang-agen/tapro-produk-unggulan-allianz/
  3. Perbedaan Profesi Karyawan dengan Agen Asuransi. https://myallisya.com/2017/04/06/perbedaan-antara-profesi-karyawan-dengan-agen-asuransi/
  4. Perbedaan Bisnis MLM dan Bisnis Asuransi. https://myallisya.com/2013/06/11/perbedaan-bisnis-mlm-dan-bisnis-asuransi/
  5. Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kelima. https://myallisya.com/2017/01/19/pengalaman-menjadi-agen-asuransi-allianz-tahun-kelima-2016/
  6. Cara Menjadi Agen Allianz. https://myallisya.com/ruang-agen/cara-menjadi-agen-allianz/

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Bisnis Asuransi

Mengubah Pertanyaan Pesimis Menjadi Pertanyaan Optimis

mindset-743161_640

Saya sering menerima pertanyaan semacam ini dari calon agen asuransi: “Berapa minimal penjualan dalam setahun supaya tidak diterminasi?

Terus-terang pertanyaan ini membuat saya keheranan. Memangnya apa tujuan anda jadi agen asuransi? Masakah supaya tidak diterminasi?

Hati-hati dengan pertanyaan yang anda ajukan. Beda pertanyaan, beda tindakan, dan beda pula hasilnya.

Ini soal pola pikir atau mindset. Dan hasil akan mengikuti apa yang kita pikirkan.

Daripada memikirkan pertanyaan minimalis, cobalah ajukan pertanyaan berikut ini:

  • Berapa penjualan yang diperlukan untuk mencapai level leader (BP)?
  • Bagaimana cara meraih penghasilan 10 juta per bulan dalam setahun ke depan?
  • Apa yang harus dilakukan agar mendapat hadiah trip ke luar negeri?
  • Bagaimana cara supaya saya bisa membeli rumah dan mobil?

Itulah baru namanya pebisnis. Seorang pebisnis berpikir bagaimana agar hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini.

Seorang pebisnis dengan pola pikir yang benar tidak berpikir bagaimana supaya tahun depan masih bisa jualan, tapi berpikir bagaimana supaya tahun depan bisa buka cabang di kota lain.

Begitu pula seorang agen asuransi dengan pola pikir yang benar tidak berpikir bagaimana supaya tahun depan masih bisa jadi agen, tapi berpikir bagaimana supaya tahun depan grupnya berkembang.

Seiring waktu dan pencapaian yang telah diraih, seorang agen diharapkan menaikkan lagi kadar pertanyaannya, misalnya:

  • Bagaimana supaya saya bisa membantu penghidupan orangtua saya di hari tua?
  • Bagaimana menjadi MDRT (Million Dollar Round Table)?
  • Bagaimana membentuk tim yang banyak dan solid?
  • Bagaimana supaya omset grup saya berlipat ganda tahun ini?
  • Bagaimana mendapatkan penghasilan ratusan juta sd miliaran per bulan?

Cita-cita manusia tak ada batasnya. Dan cita-cita yang baik membuat kita beranjak naik dari kondisi kita saat ini.

Tentu saja seorang agen perlu mengetahui aturan dasar seperti minimal produksi supaya tidak diberhentikan tahun berikutnya, tapi seorang yang ingin maju akan lebih banyak mengisi pikirannya dengan ide-ide untuk merealisasikan impiannya. Dan salah satu cara memunculkan ide tersebut adalah melalui pertanyaan yang tepat. []

Untuk konsultasi mengenai bisnis asuransi, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Senior Business Partner)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Bisnis Asuransi

Ingin Sukses, Beranikah Anda untuk Berubah?

“Orang yang mau hidupnya berubah tapi tetap melakukan hal yang sama setiap harinya, itulah orang gila.” (Albert Einstein)

 

Tak diragukan lagi, semua orang ingin sukses. Sukses, dalam berbagai bentuk dan tingkatannya, adalah suatu kebutuhan, yang jika tidak dipenuhi akan membuat seseorang tidak atau kurang bahagia.

Tapi untuk mencapai sukses diperlukan sejumlah perubahan. Di sinilah masalahnya. Proses perubahan itu pada umumnya tidak mengenakkan bahkan bisa menyakitkan, sehingga kebanyakan orang lebih senang berkubang di zona nyaman. Padahal sesungguhnya zona nyaman itu tidaklah betul-betul nyaman. Dan jika terus didiami, semakin lama akan semakin tidak nyaman.

Saya ambil contoh profesi agen asuransi. Sudah banyak orang yang tahu bahwa menjadi agen asuransi adalah satu cara untuk berubah dari hidup yang biasa-biasa saja menjadi hidup yang luar biasa. Tapi yang betul-betul mau menempuh jalannya dan menghadapi segala risikonya, tidaklah sebanyak agen yang mendaftar. Yang berhasil mungkin hanya sepersepuluhnya, sebagian lagi menjadi agen yang setengah-setengah, dan selebihnya kembali ke zona nyaman mereka (yang sesungguhnya tidak nyaman itu).

 

Venny Wantouw, pernah ditolak 60 kali berturut-turut di awal jadi agen, mendirikan grup Busster, grup yang paling pesat perkembangan jaringannya di ASN.
Venny Wantouw, pernah ditolak 60 kali berturut-turut di awal jadi agen, mendirikan grup Busster, grup yang paling pesat perkembangan jaringannya di ASN.

Lanjutkan membaca “Ingin Sukses, Beranikah Anda untuk Berubah?”