Bisnis Asuransi

Generasi Milenial Sulit Punya Rumah, Ini Solusinya

Generasi milenial sulit punya rumah

Akhir-akhir ini di sejumlah media ramai berita analisis tentang generasi milenial yang kian sulit punya rumah, karena harga rumah semakin mahal sementara penghasilan tak bisa mengikuti kenaikan tersebut. Ini bukan hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.

Generasi milenial ialah orang-orang yang lahir antara tahun 1980-an sd 1990-an awal. Saat ini mereka berusia antara 25 sd 37 tahun, sudah saatnya punya rumah sendiri.

Sebagai gambaran, rumah di perumahan dengan luas tanah 50 M2 dan bangunan 30 M2, di daerah Jakarta harganya sudah di atas 500 jutaan, dan di pinggiran antara 300-400 jutaan. Ini artinya cicilan antara 3 jutaan sd 5 jutaan per bulan, di luar uang muka yang juga kerap jadi persoalan. Bagi orang dengan penghasilan sekitar 5 juta per bulan, nyaris tidak mungkin bisa memiliki rumah walaupun dengan cara KPR. Lanjutkan membaca “Generasi Milenial Sulit Punya Rumah, Ini Solusinya”

Bisnis Asuransi

6 Pola Pikir Agen Asuransi Sukses

rahasia sukses agen asuransi 2

Seorang agen asuransi sukses sudah pasti memiliki pola pikir (mindset) yang tepat mengenai bisnisnya, yang membawanya kepada kesuksesan.

Inilah 6 pola pikir yang harus dibangun di dalam diri seorang agen asuransi yang ingin sukses.

1. Berpikir sebagai pebisnis.

Pekerjaan agen asuransi adalah sebuah bisnis. Agen asuransi tidak digaji dan tidak memperoleh tunjangan layaknya karyawan. Penghasilan agen asuransi didapat melalui omset penjualan, baik penjualan pribadi maupun tim (jika ada).

Oleh karena itu, seorang agen asuransi harus berpikir layaknya pebisnis atau pengusaha. Pebisnis memiliki karakteristik utama: proaktif, bertanggung jawab, dan berani mengambil risiko.

Proaktif artinya dia tidak menunggu diperintah layaknya karyawan, tapi dia sendirilah yang memerintahkan dirinya sendiri untuk berbuat. Dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, dan tidak menyerahkan tanggung jawab atas perbuatannya kepada orang lain. Dia pun berani mengambil risiko, misalnya untuk berinvestasi dalam hal-hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnisnya tumbuh.

2. Berpikir bahwa ini adalah bisnis anda sendiri, bukan bisnis leader anda.

Banyak orang yang berada di bisnis jaringan terjebak persepsi bahwa ketika dia disuruh jualan, hasilnya untuk upline atau leadernya. Ini kekeliruan besar. Untuk membuktikannya, coba saja anda tidak jualan sama sekali, nah, apa yang terjadi? Jelas anda tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan leader anda, jika dia seorang leader yang memiliki pola pikir benar, akan tetap tumbuh bersama agen-agennya yang lain.

Di bisnis ini, apa yang anda lakukan adalah terutama untuk anda sendiri. Memang leader anda memperoleh bagian dari penjualan anda. Tapi itu adalah haknya berdasarkan sistem, dan juga hasil dari kerjanya karena telah mengajak anda dan mendidik anda.

Tapi jangan khawatir dan tidak perlu iri. Bisnis ini sangat adil. Jika anda lebih proaktif daripada leader anda, anda bisa melebihi pencapaian leader anda. Banyak bukti bahwa di bisnis jaringan, seorang downline memiliki penghasilan yang lebih besar daripada upline-nya.

3. Berpikir bahwa bisnis ini adalah sebuah bisnis besar.

Semakin besar sebuah bisnis dalam persepsi anda, semakin serius anda menjalankannya. Jika sebuah bisnis anda anggap kecil, anda pun akan kurang serius atau menganggapnya sampingan belaka. Jadinya, hasilnya pun kecil saja.

Sebuah bisnis dikatakan besar bisa dilihat dari tiga hal: modal, omset, atau keuntungan. Kebanyakan orang hanya terpaku pada yang pertama. Dari segi modal, bisnis distribusi asuransi memang kecil. Tapi dari segi omset dan keuntungan, nilainya sangat besar.

Omset Myallisya 2016
Omset grup saya tahun 2016

Sebagai ilustrasi, omset grup saya pada tahun 2016 adalah lebih dari 2 miliar setahun. Jika dihitung bulanan sekitar 180 juta per bulan dan ini semua mengalirkan penghasilan lebih dari 40 juta per bulan.

Omset 180 juta dan penghasilan 40 juta per bulan itu besar atau kecil? Bagi saya masih kecil, tapi saya yakin akan terus membesar, karena di ASN ada agen yang omset per bulannya lebih dari 40 miliar dan penghasilannya lebih dari 2 miliar per bulan.

Jadi, jangan pernah anggap remeh bisnis agen asuransi. Salah satu indikasi menganggap remeh adalah sudah jadi agen tapi tidak menjalankannya secara sungguh-sungguh.

4. Berpikir bahwa bisnis ini adalah pekerjaan utama anda, bukan sampingan.

Anda harus menganggap bisnis agen asuransi sebagai pekerjaan pokok anda, bukan sampingan. Mungkin saat ini belum bisa sepenuh waktu (full time), tapi tetap harus dikerjakan sepenuh hati (full heart). Sekurang-kurangnya, anda punya cita-cita untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama anda di masa yang akan datang (1-2 tahun kemudian).

Jika anda menganggap bisnis ini sebagai sampingan belaka, hasilnya pun akan sampingan pula, dan akan sulit menyamai apalagi melebihi penghasilan anda saat ini.

5. Berpikir dalam kerangka jangka panjang, bukan saat ini saja.

Mungkin anda telah berhasil menjual satu-dua polis dan ternyata komisinya kecil, dicicil pula tiap bulan. Tapi cobalah berpikir satu-dua tahun ke depan, ketika anda telah menjual 50 polis, atau telah memiliki jaringan 50 agen aktif, maka apa yang dicicil tiap bulan itu akan menjadi satu jaminan keamanan bagi penghasilan anda.

Bagi agen asuransi, cara melihat masa depan itu gampang sekali. Lihat saja upline anda atau leader di atasnya lagi, berapa lama mereka telah menjadi agen dan apa yang telah mereka raih saat ini. Itulah masa depan anda, bahkan anda bisa lebih baik lagi jika anda bekerja lebih keras dan lebih cerdas.

6. Berpikir sebagai bagian dari sebuah tim, bukan individual.

Bisnis asuransi dijalankan dengan skema bisnis jaringan, di mana ada upline (leader, perekrut, atau ayah), downline (yang direkrut atau anak), dan crossline (agen lain yang tidak segaris keturunan dengan kita, atau saudara). Kesemuanya adalah agen-agen yang memiliki tujuan sama, yaitu ingin sukses. Untuk itu diperlukan kerja sama dan saling mendukung agar semuanya mencapai tujuan.

Tidak mungkin seorang agen bisa sukses jika dia sendiri saja. Mungkin dia jago jualan dan mampu mencetak premi yang besar-besar, tapi lama-lama dia akan cape sendiri.

Nobar Munchen
Bpk Hendy Winata (paling depan), pendiri grup Busster, saat mengajak agen-agennya (termasuk saya, berkacamata di tengah baris kedua) nonton bola di Singapura, 27 Juli 2017. 

Ada pepatah: “Jika ingin cepat, berlarilah sendiri. Tapi jika ingin jauh, berlarilah bersama-sama.” Ungkapan ini sangat tepat menggambarkan filosofi bisnis asuransi.

Kenapa seorang agen harus berpikir sebagai bagian dari sebuah tim? Karena dia masuk ke bisnis ini melalui orang lain (upline), dan dia butuh bimbingan dari upline-nya bagaimana cara menjalankan bisnis ini agar sukses. Kemudian kelak dia pun akan menjadi upline atau leader, jadi dia harus pandai memimpin para downlinenya agar mereka bisa sukses. Tak boleh dilupakan peran crossline, di mana kita butuh mereka untuk menjadi penyemangat, penasihat, sumber inspirasi, kompetitor yang baik, dan pengukur pencapaian kita.

Demikian. []

Tertarik menjadi agen asuransi? Silakan baca-baca beberapa artikel lagi.

  1. Sistem Bisnis ASN. https://myallisya.com/ruang-agen/sistem-bisnis-asn/
  2. Tapro, Produk Unggulan Allianz. https://myallisya.com/ruang-agen/tapro-produk-unggulan-allianz/
  3. Perbedaan Profesi Karyawan dengan Agen Asuransi. https://myallisya.com/2017/04/06/perbedaan-antara-profesi-karyawan-dengan-agen-asuransi/
  4. Perbedaan Bisnis MLM dan Bisnis Asuransi. https://myallisya.com/2013/06/11/perbedaan-bisnis-mlm-dan-bisnis-asuransi/
  5. Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kelima. https://myallisya.com/2017/01/19/pengalaman-menjadi-agen-asuransi-allianz-tahun-kelima-2016/
  6. Cara Menjadi Agen Allianz. https://myallisya.com/ruang-agen/cara-menjadi-agen-allianz/

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Bisnis Asuransi

Dicari: Para Penulis yang Mau Jadi Agen Asuransi

Blog

Apakah anda bisa dan senang menulis?

Apakah anda ingin bekerja penuh waktu sebagai penulis?

Apakah anda ingin kaya dari menulis?

Jika ya, apakah anda sudah tahu bagaimana cara jadi kaya dengan menulis?

Beberapa Cara Penulis Mendapatkan Uang

Bekerja jadi penulis itu kelihatannya enak. Waktu kerja fleksibel dan tidak diatur siapa pun. Tapi bagaimana dengan penghasilannya jika hanya mengandalkan dari aktivitas menulis?

Berikut ini adalah beberapa cara penulis mendapatkan uang. Seorang penulis bisa melakukan salah satu atau kesemuanya sekaligus, sesuai kemampuan dan kesempatan yang ia miliki. Bisa juga menggabungkan dengan aktivitas lain di luar menulis.

1. Menulis di Media Massa

Tulisan di media massa bisa berupa artikel opini, politik, budaya, atau karya sastra. Jika satu artikel mendapat honor rata-rata 500 ribu, maka untuk mendapatkan penghasilan 10 juta per bulan dibutuhkan 20 artikel, dan untuk mendapatkan 100 juta per bulan dibutuhkan 200 artikel per bulan, alias sehari 7 artikel.

Sanggupkah anda menulis 7 artikel sehari? Bagaimana dengan mutunya? Dan mungkinkah semuanya dimuat di media massa

2. Menulis Buku

Seorang penulis buku mendapatkan uang dari royalti. Jika harga buku 50 ribu dan royaltinya 10% (5 ribu rupiah per buku), maka untuk mendapatkan uang 100 juta, buku tersebut harus laku 20 ribu eksemplar. Ini sudah masuk kategori best seller untuk ukuran Indonesia.

Jika anda ingin mendapatkan penghasilan 100 juta tiap bulan hanya dari menulis buku, sanggupkah anda menulis satu buku best seller tiap bulan

3. Membuat Blog

Seorang penulis bisa membuat blog dan mendapatkan uang dari situ melalui beberapa cara. Satu yang banyak dilakukan orang adalah melalui iklan berbayar (adsense). Syaratnya, blog anda ramai pengunjungnya. Semakin banyak pengunjung, semakin banyak uang yang masuk melalui iklan.

Sebagai gambaran, konon blog semacam portalpiyungan, postmetro, dan seword, mendapatkan uang dari iklan antara 25-50 juta per bulan. Pengunjung mereka sekitar 200 ribu sd 800 ribuan per bulan.

Apakah anda sanggup membuat blog seramai itu atau lebih ramai lagi? Perlu diketahui, blog-blog tersebut memuat tulisan sejumlah belasan hingga puluhan per hari dan dikerjakan oleh beberapa orang.

Sebagai perbandingan, blog myallisya.com tempat tulisan ini dimuat, hanya dikunjungi rata-rata 500 orang per hari atau 15 ribuan per bulan, sedangkan uang iklan yang diperoleh rata-rata hanya 1 USD per bulan. Sangat tidak bisa diharapkan.

Tidak banyak penulis yang sanggup menjadi kaya-raya sepenuhnya dari menulis. Oleh karena itu, sejumlah penulis terkenal biasanya mengandalkan periuk nasinya dari kerja sampingan di luar menulis, seperti menjadi dosen, pembicara publik, konsultan penulisan, pengusaha penerbitan, atau mengerjakan proyek-proyek penulisan yang sebenarnya di luar ketertarikannya.

Cara Yang Saya Lakukan: Membuat Blog dan Menulis tentang Asuransi

Saya menyadari diri saya bukan penulis produktif. Selama satu dekade tahun 2000-an, tulisan saya yang dimuat di media massa, berupa esai, cerpen, dan puisi, masih bisa dihitung dengan jari alias setahun satu pun belum tentu. Jadi tidak mungkin saya mengandalkan hidup dari situ.

Saya juga belum pernah mampu menyelesaikan sebuah buku pun. Saya masih memimpikan suatu saat bisa menerbitkan buku, tepatnya novel, tapi kali ini jelas bukan dengan tujuan untuk mencari uang.

Saya pun pernah tertarik untuk mencari uang lewat blog dan pernah berusaha membuat blog yang ramai pengunjungnya agar menarik para pemasang iklan. Tapi sampai saat ini belum berhasil.

Akhirnya, pada akhir 2011, saya bertemu seseorang yang mengenalkan saya dengan produk dan bisnis asuransi. Saya pun mendaftar sebagai agen asuransi, lalu membuat blog dan menulis tentang seluk-beluk asuransi. Dari mana bahan-bahan tulisan saya? Ya saya belajar, dari membaca, ikut training, dan dari pengalaman saya sendiri ketika bertemu prospek.

Saya tidak mendapatkan uang secara langsung dari tulisan yang saya buat di blog. Tapi tulisan-tulisan saya tentang asuransi mengundang banyak orang untuk mampir di blog saya, yaitu mereka yang sedang mencari produk asuransi atau ingin menjadi agen asuransi. Setiap tahun saya mendapatkan sekitar 50 nasabah dan 20 agen.

Saat ini, setelah lima tahun menjadi agen asuransi yang menulis blog, nasabah saya ada lebih dari 200 orang dan agen saya ada lebih dari 50 orang, dengan omset penjualan lebih dari 2 miliar setahun.

Dari situ, saya mendapatkan penghasilan hampir 50 juta per bulan dan sebagian besarnya merupakan penghasilan pasif. Saya pun sudah memiliki rumah, mobil, bisa berinvestasi dan bersedekah lumayan banyak, dan setiap tahun selalu jalan-jalan ke luar negeri.

Rumah mungil (2014) dan mobil sejuta umat (2015)

Sejak awal bergabung jadi agen sampai sekarang, aktivitas saya sama: menulis tentang asuransi untuk blog myallisya.com. Saya tidak pernah menawarkan asuransi kepada orang lain secara langsung, kecuali sedikit di awal-awal bergabung.

Sembari menulis, saya melayani konsultasi tentang asuransi dan bisnis asuransi. Sehari-hari saya di rumah saja, dan baru keluar rumah jika sudah ada janji dengan calon nasabah atau calon agen yang hendak bergabung.

Di antara puluhan agen saya, ada belasan yang mengikuti cara saya dalam menjual asuransi dan merekrut agen melalui blog. Blog-blog mereka bisa dilihat di “Rekomendasi Blog Agen Allianz”. Kebanyakan dari mereka tidak berlatar belakang penulis, tapi ada juga yang sukses dengan blognya.

Saya masih terus mencari agen-agen baru yang mampu menulis atau yang latar belakangnya seorang penulis. Jadi penulis itu enak. Kerja dari rumah, waktu sangat fleksibel, tidak mengatur atau diatur siapa pun. Dan digabung dengan menjadi agen asuransi, maka segala kelebihan tadi ditambah dengan penghasilan yang besar serta kesempatan mendapatkan aneka penghargaan, antara lain mendapatkan trip gratis ke luar negeri setiap tahun.

Jadi, apakah anda adalah penulis yang saya cari?

Profil Saya

Trip kapal pesiar bersama istri (2018)

Sebelum memutuskan, anda perlu tahu tentang saya, dengan siapa anda akan bekerja sama. Nama saya Asep Sopyan, asal dari Pandeglang Banten, kuliah Psikologi di UIN Ciputat, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ciputat, dan saat ini tinggal di Tangerang Selatan.

Sekitar dekade 2000-an, saya pernah menulis sejumlah cerpen dan esai di media massa. Sebagian besar tulisan saya tersimpan di blog pribadi asepsopyan.com. Karya berupa cerpen bisa dibaca di CERPEN. Berupa puisi, bisa dibaca di PUISI. Berupa esai, bisa dibaca di ESAI. Karya edit buku bisa dilihat di EDIT. (Tambahan: Sejak 2017, saya juga merekam lagu-lagu yang saya karang bertahun-tahun sebelumnya. Hasilnya bisa dilihat di LAGU).

Secara keseluruhan, bicara kualitas dan kuantitas, saya seorang penulis yang biasa-biasa saja, malah di bawah standar. Dan saya pun mencari penulis yang biasa-biasa saja, sebab penulis yang luar biasa akan punya impian pada level yang berbeda.

Melalui artikel ini, saya menawarkan sebuah peluang bisnis yang akan membantu rekan-rekan para penulis untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Jika anda bukan penulis dengan bakat, kecerdasan, dan produktivitas luar biasa seperti Andrea Hirata, Ippho Santosa, Tere Liye, Mira W, Dewi Lestari, Seno Gumira Ajidarma, Quraish Shihab, Habiburrahman el-Shirazy, Arswendo Atmowiloto, Pramoedya Ananta Toer, Kho Ping Hoo, Bastian Tito, dan lain-lain, saya kira anda perlu melupakan mimpi untuk hidup sejahtera semata-mata dari tulisan.

Tentu saja anda tetap harus memelihara impian anda. Saya pun tetap memelihara impian saya untuk menulis cerpen dan novel. Suatu waktu jika penghasilan pasif saya sudah di atas 100 jutaan per bulan dan agen-agen di tim saya sudah bisa jalan sendiri, saya akan membagi waktu misalnya setengah tahun untuk menulis novel dan setengah tahun untuk memperhatikan bisnis. Dengan demikian, saya yakin saya bisa menyelesaikan satu novel setiap tahun, sekaligus menjaga bisnis saya tetap berkembang.

Selengkapnya tentang cerita dan impian saya, bisa dibaca di artikel “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun 1-5“. 

Peluang Bisnis di ASN

Saya menjadi agen asuransi di ASN (Allianz Star Network), sebuah jalur distribusi keagenan yang memasarkan produk-produk asuransi jiwa dan kesehatan dari Allianz Life Indonesia. Allianz adalah satu merek besar di industri asuransi dunia, didirikan di Jerman tahun 1890. Jika anda suka sepakbola, anda akan tahu stadion indah Allianz Arena di Jerman. Jika anda suka menonton F1, anda akan menemukan logo Allianz di arena balapan. Allianz pun menjadi penjamin dari sejumlah proyek monumental dunia, antara lain menara Burj Al-Arab di Dubai, Petronas di Malaysia, Jin Mao Building di Shanghai, menara Jam Raksasa Abraj Al-Bait di Mekkah, Bandara Chek Lap Kok di Hongkong, dan MRT Singapura.

Produk-produk yang disediakan oleh Allianz Life Indonesia cukup beragam, tapi terutama yang menjadi unggulan adalah asuransi jiwa jenis unit-link yang dikenal dengan nama Tapro. Dalam produk ini sudah tercakup semua jenis asuransi pokok yang dibutuhkan oleh manusia, yang saya singkat R-S-C-M, yaitu asuransi Rawat inap, asuransi Sakit kritis, asuransi Cacat tetap, dan asuransi Meninggal dunia. Semua orang dan keluarga butuh Tapro, jadi pangsa pasar produk ini sangat besar. (Lebih lanjut tentang Tapro, silakan dibaca di “Produk Unggulan Allianz).

Sebagai balasan bagi agen karena telah membantu orang-orang memiliki perlindungan Tapro, tersedia skema kompensasi yang sangat menarik, yang memungkinkan setiap agen memiliki penghasilan tanpa batas. Jika di atas saya menyebutkan angka 50 juta dan 100 juta per bulan, walaupun itu sudah cukup kaya untuk ukuran orang Indonesia, sesungguhnya itu belum seberapa. Ada ratusan orang di ASN yang memiliki penghasilan 100 juta per bulan, dan yang tertinggi di atas 1,5 miliar per bulan. Anda dapat membaca nama-namanya di artikel “Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2016”. (Lebih lanjut tentang sistem bisnis, silakan dibaca di “Sistem Bisnis ASN).

Apakah peluang ini cukup menarik bagi anda?

Jika anda penulis, anda tidak perlu door to door menawarkan asuransi kepada orang, tidak perlu membuat janji temu dengan teman anda untuk membicarakan asuransi. Anda cukup melakukan seperti yang saya lakukan, yaitu membuat blog dan rutin menulis tentang seluk-beluk asuransi. Anda butuh berusaha lebih keras di awal supaya pengunjung blog anda segera mencapai ratusan orang per hari. Setelah itu, calon-calon nasabah akan datang dengan sendirinya.

Tertarik?

Jika ya, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan