Bisnis Asuransi

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedelapan (2019)

Alhamdulillah, saya telah melewati delapan tahun sebagai agen asuransi Allianz. Bagaimana pencapaian saya sejauh ini?

Dapat dilihat pada tabel berikut ini, pencapaian saya di tahun 2019 dibandingkan dengan 2018.

Keterangan20192018Perubahan
Penjualan pribadi411 juta, 28 polis211 juta, 30 polis+95%
Omset unit844 juta, 72 polis871 juta, 103 polis-4%
Omset grup1,998 M, 158 polis1,620 M, 195 polis+23%
Agen baru1015-34%
Agen aktif (minimal 1 polis)2125-17%
Promosi BE menjadi BP2~
BP direct13~
BP grup13~
Kesehatan murni (pribadi)335 jutaTidak dicatat~
Kesehatan murni (unit)579 jutaTidak dicatat~
Penghasilan (per Desember)35 jutaan per bulan35 jutaan per bulan=
Penghargaan1. Champion Club (trip Turki)  1. Champion Club (trip Korea Selatan) 2. BP Build BP (2 BP) 3. CPC Champion Club Unit Challenge (iPad)~

Secara umum, di tahun ini saya sedikit lebih baik daripada tahun sebelumnya. Khususnya dari penjualan pribadi, saya mencatatkan rekor yang belum pernah saya capai sebelumnya. Penjualan pribadi tertinggi yang pernah saya capai adalah 339 juta di tahun 2014. Lalu 316 juta di tahun 2016. Dan selebihnya selalu di bawah 300 juta, bahkan pernah di bawah 200 juta. Tapi tahun 2019 ini saya mencapai 411 juta. Dan ini membuat saya mencapai satu target trip ke luar negeri, yaitu Champion Club dengan tujuan Turki. Alhamdulillah.

Meski omset pribadi naik, tapi jumlah polis menurun. Artinya nilai per satu polis meningkat. Kenapa bisa terjadi? Karena di tahun 2019 ini, pada bulan Februari, Allianz meluncurkan satu produk yang luar biasa, rider HSC Premier pada produk Tapro. Ini adalah asuransi kesehatan yang menanggung biaya perawatan sesuai tagihan dengan limit miliaran, dan plan kamarnya didasarkan pada jumlah tempat tidur. Karena tergolong askes premium, preminya pun lumayan, di atas 1 juta per bulan per orang. Jadi walaupun tidak terlalu banyak nasabah, nilai per orangnya lebih besar.

Rider HSC Premier kemudian diperbarui menjadi rider HSC Premier X pada bulan November 2019, yang memberikan premi lebih murah tapi dengan manfaat yang lebih baik. Untuk plan kamar 1 bed, bisa di bawah 1 juta per bulan, yaitu mulai 800 ribu per bulan. Rider ini bisa lebih murah antara lain karena menyediakan wilayah perlindungan hanya di Indonesia.

Di tahun ini saya mulai mencatat produksi produk asuransi kesehatan murni, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan Smartmed Premier. Jumlahnya ternyata lumayan dan perlu diseriusi. Tahun 2019 omset saya dari tiga produk ini mencapai 335 juta. Komisinya memang hanya sekitar setengah dari komisi produk unitlink, tapi diperoleh terus selama nasabah memperpanjang polis. Jadi ada repeat income sehingga lebih bagus untuk jangka panjang.

Fokus Penjualan Pribadi

Mulai tahun ini dan seterusnya saya akan lebih fokus pada penjualan pribadi, baik asuransi jiwa, asuransi kesehatan, maupun asuransi umum.

Merekrut agen itu mudah tapi membina agen agar bisa jualan itu tidak mudah.

Ungkapan ini saya simpulkan setelah menjalani usaha mengembangkan grup sejak 2013 sampai 2018. Di antara hal paling berat dalam menjadi leader adalah: mengajak orang ikut pertemuan secara rutin minimal satu kali seminggu. Dalam mengajak itu, tentunya saya sendiri pun harus hadir di pertemuan tsb. Dan ini menjadi hal paling berat kedua: ikut pertemuan secara rutin setiap minggu, dan kadang lebih dari sekali.

Saya tahu leader-leader besar itu rajin mengadakan pertemuan dan ikut dalam pertemuan di grup yang lebih besar. Tapi mengadakan pertemuan, atau ikut pertemuan dan mengajak orang ikut pertemuan secara rutin, tampaknya bukan jenis pekerjaan yang saya inginkan.

Jadi kepada para calon agen yang mendaftar melalui saya, saya ingin katakan: Aktiflah jika ingin sukses. Saya akan bantu hal-hal yang anda butuhkan, tapi kunci utamanya terletak pada diri anda sendiri. Jika anda aktif dan inisiatif, leader akan lebih mudah untuk mengajari dan membimbing anda.

Jika anda ingin jadi agen asuransi dan bergabung di tim saya, saya tidak akan ajak anda atau bujuk-bujuk untuk ikut pertemuan. Tapi saya tetap akan memberikan informasi tentang pertemuan-pertemuan yang diadakan, baik oleh grup leader ataupun oleh perusahaan. Terserah kepada anda apakah akan ikut pertemuan itu atau tidak. Jika anda ingin belajar, silakan ikut. Jika tidak, atau anda punya cara belajar yang berbeda, tak masalah. Saya memberikan kebebasan kepada anda untuk menjadi apa yang anda inginkan. Yang penting anda aktif dan inisiatif.  

Saya pun akan siap sedia menyediakan kebutuhan anda. Ingin paham pengetahuan produk, silakan konsultasi langsung dengan saya. Di blog saya pun tersedia lengkap informasi produk-produk yang dijual di Allianz. Bacalah semuanya sampai habis. Jika ada yang kurang dipahami, tanya ke saya. Masih kurang, simak juga penjelasan produk dan perihal keasuransian di kanal youtube saya, Asep Sopyan Network.

Ingin belajar cara jualan, japri dengan saya, atau saya akan arahkan ke beberapa artikel dan video yang memuat cara jualan asuransi.

Ingin diajarkan cara membuat blog atau membuat video di Youtube, saya juga siap.

Bahkan ingin ditemani bertemu prospek pun saya akan sediakan waktu, yang penting tidak mendadak (minimal sehari sebelumnya).

Seperti saya dulu, di awal jadi agen saya langsung aktif dan berinisiatif mencari apa yang saya butuhkan. Sebagian saya peroleh dari leader dan ikut pertemuan, sebagian besar dari belajar mandiri.

Mulai sekarang, saya tidak ingin bergantung kepada tim dalam mendapatkan penghasilan. Tapi saya akan tetap melayani agen-agen yang butuh bantuan.

Demikian catatan saya untuk perjalanan menjadi agen tahun 2019.

Foto di Nami Island, Korea Selatan.

Terakhir, target saya pada tahun 2020 ini tidak muluk-muluk. Mendapat tiket Champion Club ke Korea Selatan dan menjadi MDRT, serta terus meningkatkan penjualan asuransi kesehatan dan asuransi umum, yang mulai tahun ini (2020) akan saya catat. Amin. []

Jika anda tertarik menjadi agen asuransi Allianz, klik di Cara Menjadi Agen Allianz.


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Simak cerita saya selengkapnya dalam judul “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz“:

Kunjungi juga kanal youtube saya: Asep Sopyan Network

Bisnis Asuransi

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keenam (2017)

Stadion San Siro 2Sudah enam tahun saya menjadi agen asuransi di Allianz. Alhamdulillah, sejauh ini secara umum semua berjalan baik mesti tidak setiap detailnya sesuai dengan harapan.

Para nasabah saya yang masih bertahan, yang berjumlah sekitar 250 orang, alhamdulillah, hampir semuanya sehat dan tidak ada yang pernah klaim musibah berat. Klaim yang lumayan sering hanya sakit ringan seperti diare dan tiphus. Beberapa dari mereka menghubungi saya tatkala ada masalah klaim, dan ketika berkat andil saya masalah tersebut terselesaikan, di situlah saya merasa pekerjaan saya sebagai agen asuransi terasa bermakna.

Yang namanya bisnis lazim ada naik-turun. Begitu pula bisnis saya di asuransi. Setelah pada lima tahun sebelumnya cenderung naik, di tahun 2017 ini, atau tahun keenam sebagai agen asuransi, saya merasakan mengalami penurunan.

Penjualan pribadi saya turun hampir setengahnya dibanding tahun sebelumnya. Omset unit turun sekitar seperempatnya. Polis nasabah di grup banyak yang lapse karena terpengaruh pemberitaan miring tentang Allianz di kuartal terakhir 2017. Untungnya ada satu kabar baik, yaitu omset grup saya masih mencatat kenaikan sekitar 20%. Semua itu berpengaruh ke penghasilan saya, yang turun sekitar 10%. Semoga tahun ini naik kembali.

Ringkasnya, produksi saya dan grup pada tahun 2017 bisa dilihat di bawah ini: Lanjutkan membaca “Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keenam (2017)”

Bisnis Asuransi

Generasi Milenial Sulit Punya Rumah, Ini Solusinya

Generasi milenial sulit punya rumah

Akhir-akhir ini di sejumlah media ramai berita analisis tentang generasi milenial yang kian sulit punya rumah, karena harga rumah semakin mahal sementara penghasilan tak bisa mengikuti kenaikan tersebut. Ini bukan hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.

Generasi milenial ialah orang-orang yang lahir antara tahun 1980-an sd 1990-an awal. Saat ini mereka berusia antara 25 sd 37 tahun, sudah saatnya punya rumah sendiri.

Sebagai gambaran, rumah di perumahan dengan luas tanah 50 M2 dan bangunan 30 M2, di daerah Jakarta harganya sudah di atas 500 jutaan, dan di pinggiran antara 300-400 jutaan. Ini artinya cicilan antara 3 jutaan sd 5 jutaan per bulan, di luar uang muka yang juga kerap jadi persoalan. Bagi orang dengan penghasilan sekitar 5 juta per bulan, nyaris tidak mungkin bisa memiliki rumah walaupun dengan cara KPR. Lanjutkan membaca “Generasi Milenial Sulit Punya Rumah, Ini Solusinya”