Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi

Aku Mencintaimu Seumur Hidupmu

Aku mencintaimu seumur hidupmu

Di antara dua ungkapan ini:

  1. Aku mencintaimu seumur hidupku.
  2. Aku mencintaimu seumur hidupmu.

Mana yang kadar cintanya lebih tinggi?

Mari kita analisis.

Ungkapan pertama, jika si aku berakhir hidupnya, maka berakhir pulalah cintanya. Apa yang terjadi selanjutnya pada hidup orang yang dicintainya, tak dipedulikan lagi.

Ungkapan kedua, jika si aku berakhir hidupnya, cintanya masih terus mengalir kepada sang kekasih. Hidup dari orang yang dicintainya masih terus menjadi perhatiannya.  Lanjutkan membaca “Aku Mencintaimu Seumur Hidupmu”

Berita Klaim

Allianz Life Bayar Klaim Meninggal Dunia 1,837 Miliar + Pembebasan Premi

Berita Klaim 1,3M 2

Berita Klaim 1,3M

Berita ini diperoleh dari akun FB bpk Yohannes Harjono Saputro, seorang leader Allianz di Lampung, MDIT *2.

Semoga kabar buruk sekaligus kabar baik ini menginsipirasi kita semua tentang pentingnya memiliki proteksi untuk melindungi keluarga tercinta.

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Edukasi Asuransi

Pentingnya Asuransi Jiwa dan Meninggalnya Orang Tua yang Tidak Memiliki Asuransi Jiwa.

Judul artikel ini lahir ketika beberapa hari lalu saya kehilangan MAMAH MERTUA tersayang yang begitu besar jasanya dan layak jadi panutan siapapun juga, yaitu tidak hanya bagi kami anak-anaknya tapi bagi siapapun yang pernah mengenal beliau. Sehingga PR kami saat ini adalah meneruskan perjuangannya, serta melanjutkan budi baiknya.

Mengapa saya berkata demikian, karena saya mulai faham ketika ada pepatah bijak mengatakan bahwa “baik tidaknya seseorang disaat hidupnya, akan terlihat saat di akhir hayatnya”.

Dan ini yang saya alami secara langsung saat kepergian “mama mertua” saya kemarin, hingga banyak yang jadi pelajaran berharga bagi saya pribadi, yaitu perjuangan seorang istri dan ibu dari titik nol, hingga rumah tangganya bisa dikatakan sakinah, mawaddah wa rahmah serta anak-anaknya bisa dikatakan mandiri dan mapan saat mamah harus kembali berpulang kepada sang pencipta. Dan kepergian beliau boleh dikatakan begitu “mudah dan mendadak”. Tanpa sakit serius atau pun dirawat terlebih dahulu di ruang ICU atau IGD/UGD. Hingga ini jadi “Shock” cukup hebat bagi kami anak-anaknya. Lanjutkan membaca “Pentingnya Asuransi Jiwa dan Meninggalnya Orang Tua yang Tidak Memiliki Asuransi Jiwa.”