Asuransi Penyakit Kritis

10 Fakta yang Perlu Dipahami tentang Asuransi Penyakit Kritis

survey-penyakit-kritis-allianzDi antara berbagai produk asuransi, asuransi penyakit kritis kiranya merupakan produk yang paling banyak disalahpahami. Sebagian orang menganggapnya tidak penting, tapi sebagian lagi justru menganggapnya merupakan produk asuransi paling penting yang harus dimiliki.

Saat ini, asuransi penyakit kritis pada umumnya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa jenis unit-link. Unit-linknya itu sendiri sudah banyak disalahmengerti, apalagi ditambah rider penyakit kritis.

Orang yang keberatan dengan asuransi penyakit kritis banyak yang berkata dengan nada sinis: “Buat apa asuransi penyakit kritis, kriterianya sangat berat, orang udah mau mati baru bisa diklaim.”

Tetapi orang yang setuju asuransi penyakit kritis berpandangan: “Justru pada kondisi seperti itulah seseorang paling amat sangat butuh bantuan.” Lanjutkan membaca “10 Fakta yang Perlu Dipahami tentang Asuransi Penyakit Kritis”

Penyakit Kritis

Awas Maut… Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!

Pada produk Tapro Allianz, gejala-gejala seperti dialami wartawan Kompas.com, M Latief, ini masuk kategori Serangan Jantung Pertama (rider CI+ ataupun CI100, kriteria lengkap ada di bagian bawah). Simak bagaimana kisahnya lolos dari serangan maut agar kita semua waspada. (Sumber artikel: Kompas.com). 

M Latief saat berlibur dengan kedua putranya, Azka dan Azzam.
M Latief saat berlibur dengan kedua putranya, Azka dan Azzam.

KOMPAS.com — Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada.

Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.

Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.

Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit.

Pikiran saya mulai kalut. Maklum, baru kali ini mendadak kondisi badan drop secepat itu dengan tanda-tanda yang aneh, tak biasanya.
Lanjutkan membaca “Awas Maut… Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!”