Penyakit Kritis

Apa Itu Rider Critical Illness?

  1. Rider Critical Illness merupakan proteksi tambahan pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
  2. Rider Critical Illness ada tiga macam. CI+, CI accelerated, dan CI100.
  3. Rider CI+ memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis. (Klik Daftar 49 penyakit kritis). Masa perlindungan sd usia 70 tahun dan klaim tidak mengurangi uang pertanggungan dasar.
  4. Rider CI accelerated memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami satu dari 49 penyakit kritis, masa perlindungan sd usia 85 tahun, dan klaimnya mengurangi UP dasar.
  5. Rider CI100 memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami satu dari 100 kondisi penyakit kritis, klaim bisa diberikan sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun, dan klaim tidak mengurangi UP dasar.
  6. Uang pertanggungan Critical Illness dapat diambil dengan minimum 8 juta dan maksimum 2 miliar rupiah.
  7. Rider CI accelerated dan CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sd 64 tahun. Sedangkan rider CI100 dapat diambil mulai usia 5 tahun sd 70 tahun.
  8. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Demikian. []

Penyakit Kritis

Penyakit Kronis Jadi Pembunuh Utama

Penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes merupakan penyakit yang menjadi pembunuh utama di dunia sekarang ini menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam laporan The Global Status disebutkan, penyakit tidak menular telah menyebabkan 36 juta kematian secara global pada tahun 2008. Sekitar 80 persen kematian itu terjadi di negara miskin dan berkembang.

Dalam laporan tersebut juga dinyatakan, penyakit tidak menular kini menjadi ancaman utama kesehatan mengalahkan penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis, dan HIV.

“Penyakit tidak menular kini menjadi tantangan terbesar. Untuk beberapa negara tidak berlebihan jika situasi ini adalah sebuah bencana untuk kesehatan, sosial, dan terutama ekonomi negara,” kata Dr Margaret Chan, Direktur WHO.

Ia menambahkan, penyakit tidak menular memberikan pukulan yang sangat telak pada program pembangunan. “Hal ini menghabiskan pendapatan nasional hingga miliaran dollar dan membuat orang makin terdorong ke dalam kemiskinan,” katanya.

WHO juga menjelaskan, sebenarnya penyakit tidak menular bisa dicegah bila pejabat pemerintahan mau menerapkan kebijakan untuk mengampanyekan pola makan sehat dan memperketat aturan mengenai pemasaran tembakau. (KOMPAS.com)