Asuransi Syariah, Video

[Video] Perbedaan antara Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Video di kanal youtube Asep Sopyan Network

Berikut adalah 9 perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional:

NoFaktor PembedaAsuransi SyariahAsuransi Konvensional
1Prinsip pertanggunganRisk sharing (berbagi risiko) atau saling menanggung di antara peserta.Risk transfering (pengalihan risiko) dari tertanggung kepada perusahaan asuransi.
2Akad (kontrak)Tabarru (hibah, akad dengan sesama peserta)Wakalah bil ujrah (mewakilkan dg upah, akad dg perusahaan)Tabaduli (jual-beli biasa) – Wakalah bil ujrah (utk produk unitlink) (Tapi tidak disebut dg istilah demikian)
3Penyimpanan dana klaimDisimpan di rekening dana tabarru milik para peserta, terpisah dari rekening perusahaanDisimpan di rekening perusahaan
4Sumber dana pembayaran klaimRekening dana tabarru milik para pesertaRekening perusahaan
5Surplus klaimDibagikan sebagian kepada peserta yang memenuhi syarat, sebagian sebagai cadangan dana tabarru, dan sebagian untuk perusahaan.Seluruhnya menjadi milik perusahaan
6Defisit klaimDitanggung bersama para peserta, dengan cara dipinjami dulu oleh perusahaan (qardh al-hasan, tanpa bunga) dan dibayar dari surplus underwriting tahun berikutnya.Ditanggung perusahaan
7Klausul bunuh diriDikecualikan selamanyaDitanggung setelah satu atau dua tahun
8Pengawas operasinal– DPS MUI (Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia)
– OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
OJK
9Penyaluran investasiInstrumen investasi yang sesuai syariat Islam dan dibolehkan menurut perundang-undanganBoleh di mana saja sesuai ketentuan perundang-undangan

Faktor Pembeda Lainnya

NoFaktor PembedaAsuransi SyariahAsuransi Konvensional
1Premi?Bisa sama bisa bedaBisa sama bisa beda
2Benefit?SamaSama
3Biaya-biaya?Bisa beda bisa sama. Dalam asuransi syariah ada tambahan pekerjaan yaitu menghitung dan membagikan surplus underwriting. Ada perusahaan asuransi yang menambahkan biaya administrasi untuk keperluan ini, ada juga yang tidak. Bisa beda bisa sama
4Perkiraan nilai investasi?Bisa beda bisa samaBisa beda bisa sama
5Proses underwriting?SamaSama
6Cara klaim?SamaSama

Video bisa dilihat di kanal youtube Asep Sopyan Network:

Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Syariah

Apakah Asuransi Mengandung Riba?

insurance-1022558_960_720Ada yang berkata, asuransi itu riba. Di mana letak ribanya? Pada kelebihan dari manfaat yang diterima dibanding premi yang dibayar.

Misalnya ada orang baru bayar premi beberapa sekali, tapi ketika sakit, biaya pengobatannya senilai puluhan sd ratusan juta ditanggung oleh asuransi. Ada orang terkena sakit kritis dan mendapat uang 1 miliar, padahal dia baru beberapa kali bayar premi sebesar 1 juta per bulan. Ada produk asuransi dengan premi di bawah 500 ribu per bulan, tapi dapat memberikan santunan 1 miliar untuk ahli waris dari orang yang meninggal, walaupun baru bayar satu kali. Bahkan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) pun preminya hanya beberapa puluh ribu per bulan, tapi biaya sakit ratusan juta pun bisa dibayari semua.

Jika dihitung-hitung, tingkat kelebihan dalam asuransi itu bisa puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali lipat.

Itulah riba, kata mereka yang menganggap asuransi sebagai riba.

Pertanyaannya, silakan dicek sejak zaman Nabi, adakah riba yang kelebihannya mencapai ratusan sampai ribuan kali lipat?

Saya yakin tidak ada, dan memang tidak ada. Berarti kelebihan dalam asuransi beda dengan kelebihan dalam riba. Lanjutkan membaca “Apakah Asuransi Mengandung Riba?”

Asuransi Syariah, Edukasi Asuransi

4 Manfaat Asuransi Syariah Secara Muamalah

4C3A4580-910F-49E4-947D-3521F4ADEAFD

Posted by denjo.

London tercatat sebagai pusat keuangan syariah terkemuka di Barat. Inggris merintis sejumlah industri keuangan syariah dengan perkembangan yang signifikan. Aset lembaga keuangan Inggris yang menawarkan layanan keuangan syariah mencapai 4,5 miliar dolar pada akhir 2014. Dari lebih dari 20 bank di Inggris, lima diantaranya menerapkan sistem obligasi Syariah sepenuhnya dan menawarkan layanan keuangan syariah, hampir dua kali lipat dari Amerika Serikat. Saat ini terdapat lebih dari 100 ribu pelanggan ritel keuangan syariah di Inggris. (Sumber:http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/15/11/05/nxbcrf382-inggris-pimpin-pasar-keuangan-syariah-terbesar-di-barat#)

Dengan membaca berita diatas, timbul beberapa pertanyaan?

• Mengapa Negara Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim masih menerapkan sistem konvensional (non-syariah)?

Dominasi pemikiran sistem konvensional menjadikan sistem syariah belum mampu berjalan sebagaimana yang diharapkan. Padahal sistem syariah berisi tuntunan dan pedoman ideal yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Secara tidak disadari didalam memenuhi kebutuhan hidup berumah tangga masih dipenuhi produk-produk konvensional, seperti menabung pada Bank konvensional, Asuransi konvensional, Kredit kepemilikan rumah dan bermotor konvensional dsb.

• Mengapa Negara Indonesia masih berkutat pada perdebatan para praktisi mengenai kajian-kajian keuangan syariah yang notabennya sudah halal?

Banyak praktisi yang hanya mengerti tentang hukum ekonomi namun tidak mengerti hukum syariah. Di sisi lain, juga terdapat praktisi yang hanya paham tentang hukum syariah, namun tidak mengerti hukum ekonomi.

Agar trend syariah bertumbuh maksimal, diperlukan praktisi yang paham tentang ekonomi namun juga ahli dalam hal syariah. Untuk dari itu dibutuhkan peran dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN)

4 Manfaat Asuransi Syariah Secara Muamalah
Majunya bangsa ini dimulai dari diri sendiri, dengan cara berasuransi syariah untuk
merencanakan masa depan keluarga yang sejahtera penuh dengan keberkahan dunia maupun akhirat. Berikut adalah 4 manfaat asuransi secara muamalah:

1. Melalui asuransi syariah kita belajar untuk hidup saling tolong-menolong dalam hal kebaikan, dengan cara menyisihkan sebagian penghasilan untuk dikontribusikan kepada peserta lain yang mengalami musibah, seperti sakit dan meninggal dunia.
2. Melalui asuransi syariah merupakan wujud tanggung jawab kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan karena meninggal dunia. Jangan sampai keluarga yang ditinggalkan tidak mencukupi nafkahnya dan jangan sampai mereka mengemis ataupun meminta-minta kepada orang lain.

3. Melalui asuransi syariah dapat memutuskan tali kemiskinan, sebab kemiskinan mendekati pada kekafiran.

4. Melalui asuransi syariah dapat menghindari diri dari bahaya riba, sebab seorang yang sedang mengalami musibah seperti sakit sudah pasti membutuhkan biaya. Solusi cepat mendapatkan dana untuk biaya pengobatan rumah sakit adalah meminjam dana pada rentenir atau lintah darat.

Dengan jaminan mayoritas penduduk di negara muslim tentunya akan mampu menerima asuransi syariah, tetapi perkembangan asuransi syariah tidak seperti apa yang dibayangkan. Walaupun demikian, saya yakin asuransi syariah akan lebih diterima masyarakat. Tahap demi tahap masyarakat akan lebih membuka diri terhadap asuransi syariah dan perlahan meninggalkan asuransi konvensional yang dimiliki saat ini.

Meninggalkan asuransi konvensional lebih baik karena sebagai hamba sudah tentu memegang prinsip apa yang dilarang didalam Islam.

3 Prinsip Asuransi Syariah yaitu:
1. Melarang Maisyir
Maisyir adalah suatu tindakan perjudian yang berarti seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah bekerja juga suatu tindakan memperkaya diri dengan cara merugikan orang lain.
2. Larangan Gharar
Gharar yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur- unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan.
Gharar berakibat sangat buruk yaitu akan menimbulkan kebencian pada pihak yang bertransaksi.
3. Larangan Riba
Yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.

Kesimpulan
Asuransi syariah memiliki banyak sekali maslahat untuk bermuamalah.
Asuransi syariah halal dan berkah.
Menjadi peserta asuransi syariah adalah satu cara mendapatkan pahala, Insya Allah.

Berkonsultasi secara gratis, hubungi:

Suhardeni

0812-8263-0856

phat_family46@yahoo.com