Asuransi Jiwa

Tabel Tes Medis Terbaru 2020, Non-Medical sd UP 3,5 Miliar

Waktu saya menjadi agen Allianz tahun 2011, batas UP non-medical adalah 1,2 miliar. Setiap beberapa tahun, batas tersebut terus ditingkatkan. Pernah menjadi 1,6 miliar, lalu 2,5 miliar, dan mulai 10 Januari 2020 menjadi 3,5 miliar.

Hal ini tentunya akan semakin memudahkan masyarakat untuk berasuransi di Allianz. Peningkatan ini juga menunjukkan semakin besarnya kekuatan finansial Allianz karena berani menanggung UP besar tanpa mensyaratkan pemeriksaan kesehatan.

Berikut adalah tabel tes medis terbaru untuk dewasa.

Seperti terlihat pada tabel di atas, untuk usia 18 sd 45 tahun, batas non-medical adalah 3,5 miliar. Dengan catatan: calon tertanggung sehat tanpa riwayat sakit.

Artinya, jika nasabah sehat usia 18-45 tahun mengambil UP jiwa 3,5 miliar, dia tidak perlu melakukan medical check up. Polisnya akan otomatis disetujui dan perlindungan pun langsung berlaku begitu pengajuan sudah masuk ke Allianz.

Jika proses pendaftaran polis menggunakan aplikasi Allianz Discover di iPad, polis akan aktif dalam waktu tak sampai 1 menit setelah berkas lengkap di-submit. Lengkap artinya semua pertanyaan sudah diisi, kartu identitas dan lampiran lainnya sudah tersedia, dan premi pertama sudah dibayar.

Berapa premi untuk mendapatkan UP jiwa 3,5 miliar?

Tergantung usia dan jenis kelamin. Sebagai contoh, untuk pria sehat tidak merokok usia 30 tahun, preminya adalah 1,1 juta per bulan. UP 3,5 miliar diperoleh dari gabungan Asuransi Dasar sebesar 500 juta dan rider Term Life sebesar 3 miliar.

Sedangkan untuk wanita sehat usia 30 tahun, preminya adalah 1 juta per bulan.

Bagaimana kalau usia 45 tahun? Untuk pria, preminya adalah 3 juta per bulan. Untuk wanita, preminya 2,3 juta per bulan.

Premi belum termasuk jika ditambah rider lain, dan investasinya pun kecil.

Untuk usia anak (0 sd 17 tahun), batasnya lebih rendah. Tabelnya sebagai berikut:

Keterangan untuk tiap tipe tes medis dan singkatan di atas bisa dilihat di tabel di bawah.

Selengkapnya tentang ketentuan mengenai tes medis bisa dibaca di “Tabel Tes Medis“.


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Jiwa, Asuransi Syariah

Mari Berwakaf melalui Polis Asuransi Jiwa Allianz Syariah

Apabila anak Adam meninggal dunia, putuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. (HR Muslim).

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya berlangsung terus-menerus, dan karena itu pahalanya pun mengalir terus-menerus kepada pemberi sedekah, walaupun orangnya telah tiada.

Salah satu bentuk sedekah jariyah, dan merupakan bentuk yang paling tahan lama, adalah wakaf. Wakaf artinya berhenti, atau menahan, yaitu menahan pokoknya supaya tidak berkurang dan hanya mengambil manfaatnya.

Zaman dahulu, wakaf biasanya hanya berupa harta tak bergerak, terutama tanah dan bangunan. Tapi zaman sekarang, harta bergerak pun dapat ditahan apa yang menjadi pokoknya, dan hanya diambil apa yang menjadi manfaatnya, seperti pada konsep dana abadi.

Saat diminta berwakaf, anda mungkin membayangkan sejumlah harta yang besar. Seperti tanah, kebun, sawah, bangunan, dll itu memang harta yang besar dan tidak sembarang orang mampu melakukannya.

Tapi dengan konsep wakaf melalui polis asuransi jiwa syariah, sembarang orang pun dapat melakukannya karena dananya bisa dicicil dengan jumlah yang kecil, tapi hasilnya nanti bisa sangat besar.

Sebagai contoh, seorang pria usia 30 tahun dapat mencicil dana wakaf hanya 1 juta tiap bulan, tapi dia bisa berwakaf sebesar 500 juta lebih ke lembaga wakaf yang dipilih. Jika dia kumpulkan sendiri uang 1 juta tiap bulan, butuh 500 bulan atau 40 tahun lebih untuk terkumpul 500 juta. Tapi dengan asuransi jiwa, dana 500 juta untuk wakaf tersebut sudah tersedia sejak hari pertama polis asuransinya disetujui.

Karena wakaf dilakukan melalui polis asuransi jiwa, tentunya dana wakaf tersebut hanya bisa dicairkan ketika wakif (orang yang berwakaf) meninggal dunia. Ikrar wakaf yang sebenarnya baru dilakukan setelah dana wakaf diterima oleh lembaga atau pihak yang ditunjuk. Jadi, wakaf melalui cara ini sifatnya adalah wasiat. Tapi ini adalah wasiat yang berkekuatan hukum mengikat kepada wakif dan para ahli warisnya, sehingga tidak bisa dibatalkan oleh ahli waris.

Ketentuan Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah

Menurut fatwa MUI nomor 106 tahun 2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah:

  1. Jumlah yang dapat diwakafkan dari manfaat asuransi adalah maksimal 45% dari uang pertanggungan.
  2. Jumlah yang dapat diwakafkan dari manfaat investasi adalah maksimal 30% dari nilai investasi.

Dengan demikian, jika UP (uang pertanggungan) 1 miliar, maka yang dapat diwakafkan adalah maksimal sebesar 450 juta. Sedangkan dari sisi investasinya, jika nilainya 100 juta, maka yang dapat diwakafkan adalah maksimal 30 juta.

Sisanya tentu saja menjadi hak para ahli waris dari wakif tersebut. Dengan demikian, aturan ini tidak mencabut hak ahli waris untuk mendapatkan warisan.

Jadi, tindakan berwakaf wasiat melalui polis asuransi jiwa syariah ini akan sekaligus mendapatkan setidaknya dua kebaikan. Pertama, kebaikan karena memberikan harta untuk kepentingan umum (wakaf). Kedua, kebaikan karena memberikan harta kepada keluarga yang ditinggalkan (warisan).

Cara Berwakaf melalui Polis Asuransi Jiwa Allianz Syariah

Jika anda tertarik untuk mendapatkan dua kebaikan dari berwakaf melalui polis asuransi jiwa Allianz Syariah, caranya adalah sbb:

  1. Membuka polis asuransi jiwa syariah dari Allianz, yaitu produk Tapro Allisya Protection Plus. Preminya tergantung tergantung seberapa besar nilai yang akan diwakafkan dan tergantung kemampuan calon wakif.
  2. Mengisi form Janji (Wa’ad) Wakaf, yang akan disertakan sebagai bagian tak terpisahkan dari SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Formulir ini ditandatangani oleh wakif dan seluruh ahli waris. Dalam form ini disebutkan lembaga apa yang akan diserahi dana wakaf jika tertanggung (calon wakif) meninggal dunia.
  3. Selanjutnya membayar premi secara rutin untuk memastikan polis tetap aktif sampai saat itu tiba.
Form Janji Wakaf

Lembaga Wakaf yang Bekerja Sama dengan Allianz Syariah

Ke mana dana wakaf akan disalurkan? Saat ini Allianz Life Indonesia Syariah telah bekerja sama dengan 4 (empat) lembaga pengelola wakaf, yaitu:

  1. Dompet Dhuafa
  2. Rumah Wakaf Indonesia
  3. Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
  4. Inisiatif Wakaf (iWakaf)

Dompet Dhuafa (DD) didirikan pada tahun 1993 oleh Harian Umum Republika. DD adalah lembaga filantropi Islam bersumber dari dana zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). DD memiliki program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial. Di antara hasil karya DD yang berkelanjutan adalah RS Rumah Sehat Terpadu, Sekolah Umar Usman, Smart Ekselensia Indonesia, dan Khadijah Learning Center. DD berkantor di Philanthropy Building, Jl. Warung Jati Barat No.14, Jakarta Selatan. Alamat web: dompetdhuafa.org.

Rumah Wakaf Indonesia (RWI) berdiri pada tahun 2009 dan disahkan sebagai Lembaga Wakaf Nasional pada tahun 2010. Pada tahun 2014 Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai regulator pengelolaan wakaf di Indonesia telah menerbitkan izin Rumah Wakaf Indonesia sebagai Lembaga Pengelolaan Wakaf Tunai.  RWI memiliki program wakaf produktif seperti sekolah, rumah sakit, peternakan, pertanian, dan properti. Ada juga wakaf charity dalam program jembatan, desa Quran, sarana masjid, dan sarana sekolah. RWI beralamat di Jl. Batu Kencana 6, Gumuruh, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Alamat web: rumahwakaf.org.

Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar (YPI Al-Azhar) didirikan pada tanggal 7 April 1952. Nama Al-Azhar diberikan oleh Grand Syaikh Al-Azhar Kairo yang mengunjungi yayasan ini pada tahun 1961. Sejarah YPI Al-Azhar tak bisa dilepaskan dari figur Buya Hamka yang menjadi imam besar masjid agung Al-Azhar. YPI Al-Azhar memiliki lembaga wakaf yang berdiri sendiri dengan nama Wakaf Al-Azhar, mengelola wakaf produktif dalam mendukung aktivitas pendidikan dan dakwah. Di bidang pendidikan, YPI Al-Azhar telah memiliki sejumlah cabang Sekolah Al-Azhar di berbagai kota di Indonesia. YPI Al-Azhar beralamat di Kompleks Masjid Agung Kebayoran Baru, Jl Sisingamaraja, Jakarta Selatan. Alamat web: al-azhar.or.id.

Inisiatif Wakaf (iWakaf) adalah lembaga pengelola wakaf yang didirikan oleh Yayasan PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) dan telah mendapatakan register dari BWI (Badan Wakaf Indonesia). IWakaf memiliki sejumlah kegiatan wakaf seperti pembangunan masjid, ruang kelas, rumah singgah pasien, dan rumah sakit untuk hemodialisa. IWakaf berkantor di Graha PKPU lt 3, Jl Raya Condet no 27A, Batu Ampar, Jakarta Timur. Alamat web: iwakaf.or.id.

Calon wakif dapat memilih satu atau lebih dari empat lembaga di atas. Ke depan, tidak menutup kemungkinan calon wakif dapat memilih sendiri lembaga wakaf di luar yang disebutkan.

Premi Asuransi Jiwa Syariah Tapro Allisya

Berapa dana yang hendak anda wakafkan? Tergantung kemampuan anda.

Berikut adalah tabel premi dengan asumsi anda akan mewakafkan dana senilai 250 juta di saat nanti tutup usia. Sesuai ketentuan MUI, dana tsb adalah 45% dari UP yang diambil, yaitu sekitar 560 juta. Dengan demikian, dana yang diwariskan ke ahli waris (keluarga) adalah 310 juta. Sedangkan untuk sisi investasinya kita kesampingkan dulu, karena nilainya tidak bisa dihitung dengan pasti di awal.

Usia Masuk Premi per Bulan Dana yang DiwakafkanDana yang Diwariskan
25 400,000 250 juta310 juta
30 450,000 250 juta310 juta
35 550,000 250 juta310 juta
40 600,000 250 juta310 juta
45 800,000 250 juta310 juta
50 1,100,000 250 juta310 juta
55 1,500,000 250 juta310 juta
60 2,200,000 250 juta310 juta
65 4,000,000 250 juta310 juta
70 7,000,000 250 juta310 juta

Uang 250 juta itu untuk saat ini setara dengan sekitar lima ribu sak semen, atau seribu bak pasir, atau sekitar 50 ribu bata merah, yang bisa digunakan untuk membangun masjid, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, panti jompo, atau apa pun yang bermanfaat bagi kaum lemah.

Jika 250 juta dirasa kurang banyak, tentunya anda bisa menambahkan sendiri. Mungkin 500 juta, atau 1 miliar, atau 2 miliar, bebas saja. Kurang dari 250 juta pun boleh. Mungkin 25 juta, atau 50 juta, atau 100 juta, boleh. Nanti preminya disesuaikan.

Atau jika anda punya anggaran, misalnya 1 juta atau 2 juta per bulan, untuk berwakaf melalui cara ini, bisa diatur UP-nya dan berapa yang bisa diwakafkan. Berikut ini tabel jika anda berwakaf polis sebesar 1 juta per bulan, sesuai usia masuk.

Usia Masuk Uang Pertanggungan Dana Warisan (Min 55%) Dana Wakaf (Maks 45%)
25 1,4 miliar 770 juta 630 juta
30 1,3 miliar 715 juta 585 juta
35 1,050 miliar 580 juta 470 juta
40 900 juta 495 juta 405 juta
45 700 juta 385 juta 315 juta
50 550 juta 305 juta 245 juta
55 370 juta 205 juta 165 juta
60 250 juta 140 juta 110 juta
65 140 80 juta 60 juta
70 80 45 juta 35 juta

Kita lihat, semakin muda usia, semakin tinggi dana yang bisa diwakafkan. Oleh karena itu, marilah berwakaf sesegera mungkin.

Jika anda bukan orang yang sangat kaya, ini adalah cara agar mampu berwakaf sebanyak mereka, orang-orang kaya yang dermawan. Tanpa melalui asuransi jiwa, kecil kemungkinan kita bisa berwakaf sebanyak ini. Bahkan 5 atau 10 juta pun belum tentu. Coba saja.

Kelak, di akhirat nanti, akan ada orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sebentar saja, agar aku dapat bersedekah…” (QS Al-Munafiqun ayat 10).

Inilah cara agar, entah kematian itu ditangguhkan atau dipercepat, kita dapat bersedekah secara otomatis. Otomatis? Ya, karena bagian dana yang sudah diniatkan untuk wakaf itu langsung ditransfer oleh perusahaan asuransi ke lembaga pengelola wakaf.


Tertarik berwakaf melalui polis asuransi jiwa syariah dari Allianz?

Hubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Tanya-Jawab

T: Apakah berwakaf melalui polis asuransi jiwa ini harus menggunakan produk asuransi jiwa syariah?

J: Ya, tentu saja, agar niat suci ini terhindar dari gharar, riba, dan maysir (judi).

T: Apakah asuransi jiwa syariah tsb harus yang berjenis unitlink? Bolehkah dengan asuransi jiwa whole life (asuransi jiwa seumur hidup) atau asuransi jiwa term life (berjangka)?

J: Saat ini hanya asuransi jiwa jenis unitlink yang menyediakan perlindungan hingga seumur hidup (sd usia 100 tahun) dan sekaligus tersedia dalam produk syariah. Asuransi jiwa whole life tidak ada yang syariah (silakan dicari dan info ke saya kalau ada). Sedangkan asuransi jiwa term life tidak cocok karena masa perlindungannya dibatasi jangka waktu tertentu (misal 10 atau 20 tahun). Jika tertanggung masih hidup setelah jangka waktu tsb, tentunya niat berwakafnya jadi batal. Kalaupun bisa diperpanjang, tetap tidak ada produk term life yang menyediakan masa perlindungan sampai seumur hidup. Namanya juga berjangka.

T: Apakah calon wakif perlu bertemu dengan lembaga wakaf untuk berwakaf dengan cara ini?

J: Tidak perlu. Allianz Syariah telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga wakaf dimaksud, dan kelak dananya akan ditransfer secara otomatis ke rekening lembaga wakaf yang ditunjuk.

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa untuk Lansia

Apakah orang yang sudah lanjut usia butuh asuransi jiwa?

Yang pasti, kalau seseorang meninggal dunia, setidaknya ada dua pos pengeluaran:

  1. Biaya pengurusan jenazah dan pemakaman, atau prosesi di rumah duka.
  2. Biaya tradisi yang menyertainya, misalnya tahlilan untuk kaum muslim tradisional, ngaben untuk kaum Hindu Bali, saur matoa untuk warga suku Batak, dan lain-lain. Seringkali biaya tradisi kematian ini jauh lebih tinggi daripada biaya pengurusan jenazah.

Jika lansia tersebut atau keluarganya sudah punya dana untuk itu, tak masalah tidak ambil asuransi jiwa. Tapi jika belum ada dananya, sebaiknya ambil asuransi jiwa. Bahkan walaupun sudah ada dananya, tetap akan jauh lebih hemat jika disiapkan melalui asuransi jiwa.

Dengan asuransi jiwa, jika seseorang meninggal dunia, maka akan keluar sejumlah dana yang besar, yang bisa dipakai untuk keperluan pengurusan jenazah dan tradisi yang menyertainya, serta untuk kebutuhan lainnya.

Dua pos biaya di atas belum termasuk jika lansia tsb punya tanggungan utang, karena utang tetap harus dibayar walaupun sudah tiada. Dan jika jika lansia tsb masih punya anak-anak yang hidupnya belum mandiri, wajiblah dia punya asuransi jiwa.

Tabel Premi dan UP Asuransi Jiwa

Berapa premi asuransi jiwa untuk lansia?

Premi tergantung usia, uang pertanggungan yang diambil, dan kondisi kesehatan.

Sebagai contoh, berikut ini disajikan tabel premi untuk lansia mulai usia masuk 55 tahun sd 70 tahun. Produk yang digunakan adalah Tapro Allisya Protection Plus, asuransi jiwa jenis unitlink. Kondisi untuk lansia sehat, pekerjaan kelas 1 (dalam ruangan) atau kelas 2 (luar ruangan, risiko rendah).

Di sini disajikan dua tabel. Tabel pertama dengan uang pertanggungan 100 juta. Tabel kedua dengan premi 1 juta per bulan.

Sebagai contoh, untuk pria atau wanita usia 60 tahun, UP yang diinginkan 100 juta, maka preminya adalah 400 ribu per bulan. Tapi jika punya anggaran 1 juta per bulan, dia bisa mendapatkan UP 260 juta. Uang sebesar inilah yang cair dan diterima oleh ahli waris, jika suatu saat dia tutup usia.

Usia 70 tahun adalah usia masuk maksimal, di atas itu tidak bisa menjadi peserta asuransi jiwa. Masa pertanggungan sd usia 100 tahun, atau sampai tutup usia, mana yang lebih dulu.

Berapa lama bayar preminya? Disarankan anda membayar premi selama hidup. Saat terjadi klaim, akan keluar UP ditambah nilai investasi yang ada pada saat itu.

Pengecualian Meninggal Dunia

Cara Klaim Meninggal Dunia

NoFormulir/Berkas yang Dibutuhkan
1Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia, ditandatangani ahli waris
2Polis asli
3Surat Keterangan Dokter tentang Penyebab Kematian
4Jika tertanggung meninggal karena kecelakaan atau sebab tidak wajar, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian
5Jika meninggal di rumah tanpa perawatan dokter, buat laporan kronologis kematian dan ditandatangani ahli waris
6Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis, diisi dan ditandatangani ahli waris
7Kutipan Akta Kematian dari catatan sipil yang dilegalisir
8Surat Keterangan Meninggal dari kelurahan yang dilegalisir
9Surat Keterangan dari perwakilan Indonesia, jika meninggal di luar negeri.
10Formulir Pemberitahuan Nomor Rekening
11Fotokopi identitas diri tertanggung dan pemegang polis
12Fotokopi identitas diri semua ahli waris (akta lahir utk ahli waris anak)
13Fotokopi kartu keluarga
14Form CRS (Common Reporting Standard) dan FATCA (Foreign Account Tax Compliance Act) yang diisi ahli waris
15Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.

Catatan:

  • Klaim meninggal dunia diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tertanggung meninggal dunia.
  • Semua formulir klaim yang dibutuhkan bisa diunduh di web allianz.co.id, atau diminta ke agen anda.
  • Semua berkas klaim dikirim ke kantor agensi Allianz di mana anda mendaftar, atau dititipkan ke agen anda, atau dikirim ke kantor pusat Allianz Life Indonesia, dengan alamat Allianz Tower, Jl HR Rasuna Said Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta 12980 telp 021-29268888.

Cara Daftar

Bertemu dengan agen untuk mengisi SPAJ (Surat Pengajuan Asuransi Jiwa). Calon nasabah menyiapkan dokumen sbb:

  1. KTP calon tertanggung dan pemegang polis
  2. Buku tabungan atau kartu kredit (jika ingin cara bayar dengan autodebet)
  3. Resume medis atau hasil pemeriksaan medis (jika ada riwayat sakit)
  4. Premi pertama ditransfer di awal (kecuali cara bayar menggunakan kartu kredit)

Permohonan Ilustrasi


Untuk konsultasi mengenai produk-produk asuransi dari Allianz, atau ingin menjadi agen, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Tanya-Jawab

Tanya: Apakah untuk mengajukan asuransi ini harus tes medis?

Jawab: Jika sehat tanpa riwayat sakit, dan uang pertanggungan tidak melebihi batas non-medis (sesuai Tabel Tes Medis), maka tidak memerlukan tes medis. Tapi jika ada riwayat sakit, atau uang pertanggungan yang diambil melebihi batas non-medis, maka calon tertanggung akan diminta tes medis.

T: Jika diminta tes medis, di mana dilakukan dan atas biaya siapa?

J: Tes medis dilakukan di klinik yang bekerja sama dengan Allianz, antara lain Prodia, dan atas biaya dari Allianz.

T: Apakah ada masa tunggu untuk bisa diklaim?

J: Tidak ada masa tunggu. Hari ini polis disetujui, perlindungan langsung aktif. Jika sorenya atau besoknya meninggal dunia, bisa diklaim. Tapi tentunya untuk usia polis di bawah dua tahun akan ada investigasi yang mendalam tentang penyebab kematian. Selama penyebab kematian tidak terkait dengan kondisi yang telah ada sebelumnya, yang tidak dinyatakan di pertanyaan kesehatan, klaim akan dibayar.

T: Bagaimana cara bayar preminya?

J: Cara bayar bisa melalui transfer, autodebet rekening (Mandiri, BRI, BNI, BCA, BSM), atau kartu kredit (Visa, Master, Amex, BCA). Cara transfer bisa melalui banyak cara: transfer bank (Mandiri, BCA, HSBC, Permata), Pegadaian, Kantor Pos, Eazy Payment, dan Indomaret.