Asuransi Syariah

Allianz Syariah Bagikan Surplus Dana Tabarru Rp. 12,382 Miliar ke 77,551 Ribu Polis

Surplus Tabarru 1

Para nasabah Tapro Allisya Protection Plus dari Allianz Syariah, pada bulan September 2018 ini memperoleh kabar gembira, yaitu mendapatkan pembagian surplus underwriting dana tabarru. Dana surplus ini ditambahkan ke nilai investasi dalam bentuk unit investasi.

Ini adalah pembagian surplus untuk pertama kalinya, setelah pada tahun 2016, Allianz Syariah mengubah ketentuan polis mengenai surplus underwriting. Sebelumnya, surplus underwriting dikembalikan 100% ke rekening dana tabarru. Tapi mulai 2016, surplus underwriting dibagi dengan ketentuan sbb:

  • 60% kepada peserta dalam bentuk unit investasi.
  • 20% kepada perusahaan sebagai keuntungan.
  • 20% kepada rekening dana tabarru sebagai cadangan klaim.

Surplus underwriting merupakan selisih lebih dari total kontribusi peserta ke dalam dana tabarru (dana kebajikan) setelah dikurangi pembayaran klaim atau santunan.

Syarat polis asuransi syariah yang berhak mendapatkan surplus adalah:

  1. Polis masih aktif per 31 Desember 2017 dan sampai tanggal pembagian surplus di tahun 2018.
  2. Usia polis per 31 Desember 2017 minimal 12 bulan.
  3. Tidak ada klaim yang dibayarkan sampai dengan 31 Desember 2017

Dalam surat yang dikirimkan ke setiap peserta yang berhak, disebutkan bahwa total surplus underwriting dana tabarru hingga akhir 2017 adalah sebesar Rp. 24,24 miliar. Dari jumlah tsb, yang dibagikan ke peserta adalah 60% atau sebesar Rp. 14,53 miliar. Namun karena tidak semua peserta memenuhi kriteria untuk mendapatkannya, maka yang akhirnya dibagikan adalah sebesar Rp. 12,382 miliar ke 77,551 polis Tapro syariah.

Saya pun sebagai peserta asuransi Allianz syariah, melalui produk Tapro Allisya Protection Plus, mendapatkan surplus sebesar 418 ribu pada tanggal 9 Agustus 2018.

Surplus Tabarru Asep 1jt 2

Ingin menjadi nasabah Tapro Allianz Syariah?

Silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Syariah

Asuransi Haram?

Asuransi Haram 3

A : Saya gak mau ikut asuransi. Haram.

B : Kata siapa?

A : Kata guru saya.

B : Okelah kalau gak mau ikut asuransi. Cuma kalau kamu sakit, tanya guru kamu, mau gak dia bayarin biaya berobat kamu?

A : ?!@#$

B : Lalu kalau kamu pergi dari dunia ini, mau gak guru kamu menanggung biaya hidup dan sekolah anak-anak kamu sampai mereka mandiri?

A : ?!@#$

B : Kalau sudah mengharamkan, mestinya tanggung jawab dong. Iya kan?

A : Kata guru saya, tawakal saja, pasti Allah akan menjaga.

B : Tawakal itu wajib, tapi ikhtiar atau nyareat juga wajib. Siapa tahu, Allah menjaga kita lewat asuransi. Betul?

A : Betul juga. Ya udah deh, saya ikut asuransi. Tapi ini asuransi syariah kan?

B : Iya, ini asuransi syariah. Sudah ada fatwa halalnya dari para ulama di MUI.

A : Baiklah. []

Fatwa MUI tentang halalnya asuransi syariah bisa dibaca di “Fatwa MUI tentang Asuransi Syariah“.

Produk asuransi syariah yang tersedia di Allianz ada dua:

  1. Tapro Allisya Protection Plus: asuransi jiwa jenis unit-link dengan manfaat lengkap: asuransi jiwa, rawat inap cashless, rawat inap reimburse, penyakit kritis, kecelakaan/cacat, dan pembebasan premi.
  2. Allisya Care: asuransi kesehatan rawat inap cashless, murni tanpa investasi.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi syariah dari Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Business Partner]

HP/WA 082111650732 | myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Asuransi Syariah

KH Ma’ruf Amin: Asuransi Allianz Syariah Bagian dari Produk yang Halal

Berikut adalah cuplikan dari ceramah KH Ma’ruf Amin saat mengisi acara Seminar Allisya Circle di Kuningan City Jakarta tanggal 8 Juni 2017. Ketua MUI ini mengatakan bahwa asuransi syariah itu halal dan produk asuransi Allianz Syariah merupakan bagian dari produk yang halal.

Silakan disimak berikut videonya.

 

…. Syariah ini didasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional. Saya ini merangkap ketua MUI, ketua Dewan Syariah Nasional, yang melahirkan fatwa-fatwa itu. Jadi kalau masalah syariah itu ada fatwanya dari Dewan Syariah Nasional. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa produk-produk syariah, asuransi, perbankan, itu tidak syariah, orang itu tidak paham fatwa yang ada.

Karena itu tentu saya ingin mengatakan bahwa produk asuransi Allianz Syariah bagian dari produk yang halal.

Memang di dalam syariah itu ada yang cara berpikirnya itu tekstualis, harus berdasarkan nash. Kalau tidak ada nashnya, itu dianggap tidak syariah. Namanya tekstualis, artinya dia itu statis pada teks-teks saja. Ada juga yang liberalis, memberikan penafsiran syariah secara berlebihan.

Kita menggunakan pandangan yang moderat. Jadi kalau misalnya tidak ada dalil tapi itu dibutuhkan, maka kita pendekatannya dilarang atau tidak. Ada larangan atau tidak. Nah ketika tidak ada larangan dan tidak nabrak prinsip yang dilarang, yaitu tidak ada riba, tidak ada penipuan (gharar), tidak ada gambling (maysir), nah itu menjadi halal.

Selengkapnya mengenai fatwa-fatwa MUI tentang asuransi syariah, dapat dipelajari di “Fatwa MUI tentang Asuransi Syariah”.

Mengenai produk asuransi syariah yang tersedia di Allianz, ada dua yaitu Tapro Allisya Protection Plus dan Allisya Care. Tapro Allisya adalah asuransi jiwa jenis unit-link dengan beragam manfaat proteksi, meliputi proteksi jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan rawat inap. Sedangkan Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi.

Mengenai Tapro Allisya Protection Plus, bisa dibaca di SINI.

Mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

Untuk konsultasi asuransi syariah secara GRATIS, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda