Asuransi Jiwa, Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi Jiwa dan Penyakit Kritis, untuk Perlindungan Penghasilan dan Aset Anda

Penghasilan adalah sejumlah uang yang kita peroleh dari pekerjaan kita. Penghasilan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makan dan minum, pakaian, rumah tinggal, kendaraan, pendidikan anak, rekreasi, hobi, bersedekah, asuransi, dan investasi.

Penghasilan yang diinvestasikan seiring waktu akan menjadi aset, entah berupa properti, logam mulia, tabungan, saham, dan lainnya.

Baik penghasilan maupun aset, dua-duanya berasal dari kerja keras kita. Tentunya kita akan menjaga agar penghasilan dan aset kita tetap ada dan terus bertambah.

Tapi masalahnya, ada kemungkinan bahwa dua-duanya dapat lenyap begitu saja. Kenapa? Karena kita manusia tak lepas dari risiko. Di antaranya adalah risiko meninggal dunia dan penyakit kritis. Dua sebab ini tidak bisa diprediksi, bisa terjadi kapan saja, dan tak bisa dihindari ketika waktunya tiba.

Asuransi jiwa menggantikan penghasilan yang hilang ketika seseorang meninggal dunia, dalam bentuk memberikan sejumlah uang pertanggungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Asuransi penyakit kritis mencegah seseorang yang terkena penyakit kritis dari menjual aset-asetnya yang ada, yang telah dia kumpulkan dengan kerja kerasnya.

Dua bentuk asuransi ini wajib dimiliki oleh mereka yang menjadi pencari nafkah dalam keluarga.

Allianz memiliki produk yang disebut Tapro Allisya Protection Plus, memberikan manfaat asuransi jiwa dan penyakit kritis untuk melindungi penghasilan dan aset anda.

Hubungi saya untuk informasi lebih lanjut.

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Penyakit Kritis

Penyakit Kritis, Satu Kejadian yang Bisa Mengubah Hidup

Hasil gambar untuk peringatan merokok

Penyakit kritis adalah satu kejadian yang bisa mengubah hidup. Tatkala seseorang mendapat vonis entah itu kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, atau sejenisnya, saat itu pula hidupnya berubah. Dan memang harus berubah. Terpaksa berubah.

  1. Tadinya suka merokok, jadi berhenti merokok.
  2. Tadinya sembarang makan, jadi selektif memilih makanan.
  3. Tadinya sering begadang, jadi berhenti begadang
  4. Tadinya jarang berolahraga, jadi rajin berolahraga
  5. Tadinya jarang berdoa, jadi rajin berdoa
  6. Tadinya sombong, jadi rendah hati
  7. Tadinya kaya, jadi miskin dan banyak utang

Banyak dari perubahan itu positif sifatnya, kecuali yang terakhir.

Perubahan nomor 1 sd 6, mestinya tidak perlu menunggu kena sakit kritis baru berubah. Tapi seringkali orang lupa dan lebih memperturutkan apa yang terasa menyenangkan untuk dirinya saat ini. Lanjutkan membaca “Penyakit Kritis, Satu Kejadian yang Bisa Mengubah Hidup”