Edukasi Asuransi

4 Risiko Hidup yang Membutuhkan Asuransi

Kenapa butuh asuransi

Kenapa manusia butuh asuransi?

Karena dalam hidup ini ada risiko yang tidak dapat diduga dan menimbulkan dampak keuangan yang besar.

Seandainya tidak ada risiko, maka tidak akan ada asuransi.

Seandainya ada risiko tapi waktu kedatangannya dapat diketahui, maka kita dapat mengantisipasinya dengan cara lain.

Dan seandainya risiko yang tidak dapat diduga ini dampak keuangannya tidak besar, maka kita juga dapat menghadapinya tanpa asuransi.

Jadi, manusia butuh asuransi karena ada risiko hidup dengan dua ciri:

  1. Tidak dapat diduga alias waktu kejadiannya tidak dapat diketahui.
  2. Menimbulkan dampak keuangan yang besar, dalam arti akan berat atau bahkan tidak sanggup kalau ditanggung sendiri.

Risiko apa saja yang memenuhi dua ciri tersebut? Lanjutkan membaca “4 Risiko Hidup yang Membutuhkan Asuransi”

Layanan Polis

Allianz Hospital Assistant: Asisten Pribadi Saat Rawat Inap

Satu lagi layanan terbaru dari Allianz untuk para nasabah pemegang kartu asuransi kesehatan (produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier, dan Rider HSC+). Allianz memberikan kenyamanan bagi anda saat menjalani rawat inap di rumah sakit dengan memberikan bantuan melalui telepon atau SMS.

Dengan demikian, anda tidak perlu kebingungan lagi saat harus dirawat inap, karena ada asisten pribadi yang akan membantu anda.

Allianz Hospital Assistant

Bagaimana Allianz Hospital Assistant membantu anda?

  1. Pendampingan pada pasien atau keluarga pasien dilakukan melalui telepon seluler.
  2. Bantuan dalam proses administrasi rawat inap sejak nasabah terdaftar rawat inap di rumah sakit hingga berakhirnya masa rawat inap.
  3. Layanan 24 jam di rumah sakit rekanan di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu ada Call Center yang siap sedia membantu anda:

  • Allianz-AdMedika: 1500-126
  • Allianz Care: 1500-136
  • Allianz Care Syariah: 1500-139

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Penyakit Kritis

Komentar atas Kultwit Ligwina Poerwo-Hananto tentang Asuransi Penyakit Kritis

LigwinaBeberapa waktu lalu seorang klien saya mengirimkan tautan berisi rangkuman kultwit Ligwina Poerwo-Hananto, perencana keuangan di QM Financial, tentang asuransi penyakit kritis. Klien saya meminta saya menanggapi isi kultwit tersebut. Materi kuliah twiter bisa dibuka di web QM Financial, di sini: http://qmfinancial.com/summary-tweet-finclic-22-oktober-2012/

Saya pasang kembali isi kultwit tersebut di blog ini disertai komentar atas sejumlah poin yang menggelitik sel-sel otak saya (ditandai warna biru-tebal). Sebelumnya mohon maaf jika kata-kata saya ada yang keliru atau kurang selayaknya. Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Berikut ini merupakan summary tweet #FinClic 22 Oktober 2012 tentang Asuransi Penyakit Kritis.

Hari ini #FinClic ya! Khusus mau bahas tentang penyakit kritis dan efeknya ke keuangan kita. Silakan mulai pikirin pertanyaan- pertanyaannya.

Oke Bund, topik yang sangat menarik. (Ligwina adalah ibu dari 3 anak).

Gw selalu percaya ketok pintunya dan Tuhan yang pilihkan pintu mana untuk gw lewati. Dan belakangan ini semua tentang penyakit kritis #FinClic

It’s like the universe pulling me to come into new awareness, new knowledge and more importantly new way of life #FinClic

Tentang gaya hidup sehat bisa follow @erikarlebang @dr_Phaidon@rezagunawan atau @carlotamba. Gw bahas tentang sisi keuangannya aja ya #FinClic

Nanti ya jam12-an gw akan mulai #FinClic khusus tentang Penyakit Kritis, efeknya apa ke keuangan kita dan cara mengatasinya

Bahan ngobrol #FinClic hari ini akan nongol jadi artikel di @KontanNews dan blog http://qmfinancial.com 

Heits mari mulai #FinClic tentang penyakit kritis hari ini

Siip, lanjutkan 🙂

Dalam istilah asuransi. Penyakit Kritis: penyakit dengan kondisi irreversible, critically ill. Penyakit Kronis: berlangsung terus menerus #FinClic

Setuju, Bund. Beberapa penyakit kritis tergolong irreversible (gak bisa balik lagi, alias tidak akan pulih seperti sediakala). Setara dengan kejadian meninggal dunia dan cacat tetap. Kalau sudah kejadian, itu namanya “terlanjur”. Tinggal penyesalan jika tak punya persiapan. Ibarat dosa yang tak terampunkan. Atau maaf yang tak sempat disampaikan hujan kepada awan (plesetan dikit dari syair Sapardi Djoko Damono, hehe). Lanjutkan membaca “Komentar atas Kultwit Ligwina Poerwo-Hananto tentang Asuransi Penyakit Kritis”