Asuransi Jiwa, Bisnis Asuransi

Asuransi Jiwa Mengawal Anda untuk Keluar dari Zona Nyaman.

Jakarta (Allisyaasuransiku) – Hidup adalah pilihan. Inilah kata-kata Bijak yang sering diucapkan oleh orang-orang pada saat merasa dalam keadaan tertekan. Keadaan tertekan? Ya, karena pada saat tertekan, orang cenderung untuk memberikan “Pembenaran” terhadap apa yang telah dipilihnya atau dijalani selama ini.

Kondisi saat ini adalah terbentuk dari aktifitas Anda pada masa lampau. Hal ini saya yakin semua orang setuju. Tetapi yang menjadi tantangan di sini adalah, apabila kondisi saat ini tidak sebaik dari apa yang seharusnya Anda “mimpikan”, maka pilihannya adalah:

  1. Tetap menjalani kondisi saat ini dengan apa adanya
  2. Melakukan perubahan, tapi dengan konsekuensi, keluar dari Zona Nyaman.

Ada suatu cerita yang bisa dengan lebih menggambarkan apa itu “Zona Nyaman”.

Di suatu Kerajaan sedang diadakan sayembara oleh Raja. Sayembaranya adalah, Raja mempunyai 2(dua) ekor Elang Jantan yang tegap dan lincah. Kita sebut saja Elang A dan Elang B. Elang A mempunyai kebiasaan terbang tinggi dan jauh, intinya tidak bisa diam, sedangkan Elang B, lebih senang bertengger di ranting favorit, di dekat kamar Raja, sambil menunggu makanan, yang di berikan oleh pegawai kerajaan yang kebetulan lewat. Lama kelamaan Elang B semakin gemuk dan malas untuk bergerak. Hal ini membuat Raja Cemas, dan sudah segala upaya di lakukan, namun Elang B, tetap tidak mau merubah kebiasaan nya. Karena itulah Raja mengadakan Sayembara, bagi siapa yang bisa memaksa Elang B, untuk terbang tinggi dan jauh, Raja akan memberikan sejumlah koin Emas.

Singkat cerita sudah banyak orang yang mencoba berbagai cara, namun tetap saja kelakuan dari Elang B tidak berubah, sehingga pada suatu hari, datang seorang Tua Renta, dan meminta izin untuk ikut Sayembara. Pada awalnya Raja tidak mengizinkan, Karena melihat penampilan dari orang tua tersebut, namun akhirnya Raja mengizinkan juga, dengan sigap orang tua tersebut memanjat pohon, dan dengan cepat memotong Ranting di mana Elang B tersebut bertengger. Dengan seketika Elang B terbang tinggi berputar-putar. Melihat hal ini Raja menjadi senang , dan segera memberikan hadiahnya kepada Bapak Tua tadi.

Moral dari cerita di atas adalah, seringkali orang “malas” dan “takut” untuk keluar dari kondisi saat ini yang dirasakan aman dan nyaman. Padahal Potensi yang ada di dalam diri orang tersebut, belum dikeluarkan secara maksimal, kenapa ? Ya karena tidak ada lagi tantangan, yang mengharuskan orang tersebut mengeluarkan kemampuan maksimalnya, seperti pada saat dulu merintis karier atau usaha.

Untuk itulah Anda harus selalu memberikan target-target tertentu kepada diri Anda, agar Anda bisa menilai kemampuan dan kemajuan yang telah di capai.

Akan tetapi sebelum Anda keluar dari “zona nyaman”, ada baiknya Anda punya proteksi terlebih dahulu, sehingga kalau Anda menemukan atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, sudah ada pihak yang akan membantu Anda, yaitu Asuransi dalam hal ini.

Andrea Hirata — ‘Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi.’

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda pun dapat menghubungi saya:

M. Luthfi (Business Executive)

HP/WA: 0811919438 |Email:  allisyaasuransiku@gmail.com |Blog: allisyaasuransiku.com | Tinggal di Seputaran Bintaro.

 

Renungan

Chairul Tanjung tentang Nilai Penting Dirimu bagi Keluarga

Saya memperoleh gambar berikut ini dari facebook. Entah ini akun Chairul Tanjung yang pengusaha itu atau siapa, yang pasti statusnya sangat cocok dengan misi blog ini. Dia tidak bicara tentang asuransi jiwa, tapi arahnya jelas ke sana.

Chairul Tanjung tentang Pentingnya Menyayangi Keluarga

Berita Asuransi, Renungan

Pelajaran dari Kasus Afriani, Rasyid Rajasa, AQJ, hingga Christopher tentang Pentingnya Proteksi Kecelakaan

Data Badan Pusat Statistik menyatakan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tahun 2013 mencapai 100.106 kali. Dari jumlah kecelakaan itu, yang meninggal 26.416 orang. Setiap jam setidaknya terdapat 12 kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut tiga korban jiwa. Sementara setiap harinya, 69 nyawa melayang di jalan raya.

Outlander mautTEMPO.CO, Jakarta – Dalam dua tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Ibu Kota semakin membuat miris. Mulai dari kasus Afriani Susanti yang menabrak 15 orang dan menewaskan sembilan orang.

Setelah itu, Rasyid Rajasa, putra Hatta Rajasa yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Perekonomian RI, juga menabrak saat mengendarai mobil dengan menabrak kendaraan lain di jalan tol sehingga dua orang meninggal. Kemudian muncul kabar tak kalah memilukan, AQJ, anak di bawah umur yang melintas pembatas jalan tol dan menewaskan tujuh orang.

Data Badan Pusat Statistik menyatakan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tahun 2013 mencapai 100.106 kali. Dari jumlah kecelakaan itu, yang meninggal 26.416 orang. Setiap jam setidaknya terdapat 12 kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut tiga korban jiwa. Sementara setiap harinya, 69 nyawa melayang di jalan raya.

Kini terjadi lagi tabrakan maut di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa 20 Januari 2015. Christopher Daniel Sjarif pelaku yang menabrak hingga menewaskan empat orang dan dua luka parah ternyata positif menggunakan narkoba. Narkoba yang digunakan adalah LSD (Lysergic Acid Diethyamide) yang merupakan narkotika golongan satu. (Lihat Infografis: Kronologi Tabrakan Maut di Pondok Indah). Lanjutkan membaca “Pelajaran dari Kasus Afriani, Rasyid Rajasa, AQJ, hingga Christopher tentang Pentingnya Proteksi Kecelakaan”