Asuransi Jiwa

[Sharing Closing] Rider Term Life UP 3 Miliar, Premi 3,9 Juta Per Bulan, Pria Usia 52 Tahun

Pada tanggal 21 Desember 2019, saya bertemu dengan calon nasabah di Bintaro. Seorang pria, usia 52 tahun, mengambil Tapro Allisya Protection Plus dengan manfaat Rider Term Life Syariah 65 sebesar 3 miliar, premi 3,9 juta per bulan. Masa berlaku rider Term Life yang dipilih hanya sampai usia 65 tahun, jadi rencana pembayaran dibuat 13 tahun.

Ilustrasinya seperti ini:

Seperti terlihat di atas, selain rider Term Life Syariah 65, ada Asuransi Dasar sebesar 20 juta. Jadi total UP jiwanya sebenarnya adalah 3.020.000.000,- (tiga miliar dua puluh juta). Asuransi jiwa dasarnya memiliki masa perlindungan sd usia 100 tahun, sedangkan rider Term Life Syariah 65 sampai usia 65 tahun.

Term Life itu aslinya adalah asuransi jiwa berjangka. Tapi di sini, Term Life menjadi rider atau proteksi tambahan pada produk unitlink Tapro Allisya. Sifat berjangkanya tetap dipertahankan, dengan menyediakan pilihan masa perlindungan yaitu sd usia 45 tahun, 50, 55, dan seterusnya kelipatan 5 tahun hingga maksimal sd usia 85 tahun.

Nasabah kali ini memilih jangka waktu perlindungan hanya sd usia 65 tahun, padahal usianya sudah 52 tahun. Artinya, masa asuransi rider Term Life yang diambilnya hanya 13 tahun.

Kenapa tidak ambil jangka yang lebih panjang? Beliau teringat usia Rasulullah Muhammad Saw yang 63 tahun, jadi lebih dari itu adalah bonus. Kedua, anak-anaknya pada saat usianya 65 tahun sudah dewasa, sudah lulus kuliah, dan diharapkan sudah bekerja dan mandiri, sehingga tanpa warisan asuransi jiwa pun hidup mereka akan baik-baik saja. Selain itu, preminya juga lebih murah dibanding jika mengambil masa perlindungan yang lebih lama.


Karena UP yang diambil cukup tinggi dan usia nasabah sudah di atas 50 tahun, maka nasabah dikenakan tes medis tipe E. Ini adalah tes medis tipe tertinggi dengan item-item yang dicek paling lengkap.

Seperti terlihat di atas, item-item yang diperiksa dalam Tes Medis Tipe E terdiri dari: pemeriksaan fisik, analisa urine lengkap, lipid profile, gula darah puasa, tes fungsi ginjal & fungsi hati, tes darah lengkap, HbA1C, HBsAg, & chest X ray, treadmill test dan HIV test.

Selengkapnya tentang persyaratan tes medis pada produk asuransi jiwa Allianz, bisa dibaca di SINI.

Nasabah melakukan tes medis di RS Premier Bintaro pada tanggal 24 Desember 2019. Dan pada 29 Desember, saya menerima informasi bahwa polis nasabah sudah disetujui. Artinya, nasabah sehat. Alhamdulillah. Walaupun tesnya macam-macam, tapi kalau hasilnya bagus, polis akan diterima dengan premi sesuai pengajuan.


Karena Tapro Allisya ini adalah produk unitlink, bagaimana dengan investasinya?

Perkiraan nilai investasi bisa dilihat di gambar berikut.

Ilustrasi manfaat di atas terbagi dua kolom besar. Kolom Nilai Investasi dan kolom Manfaat Meninggal. Nilai Investasi adalah perkiraan dana yang bisa diambil jika nasabah hendak menarik seluruh dana (manfaat hidup). Manfaat Meninggal adalah UP Asuransi Dasar + UP rider Term Life + Nilai Investasi yang ada pada saat itu.

Di kedua kolom tersebut disajikan tiga asumsi kinerja investasi rata-rata per tahun, yaitu 5%, 13%, dan 18%. Dana diinvestasikan di Allisya Rupiah Equity Fund, yang mayoritas diisi saham-saham syariah di Bursa Efek Indonesia.

Mari kita lihat di kolom Nilai Investasi. Dengan menyoroti asumsi investasi yang paling rendah, yaitu 5%, di akhir tahun ke-13 atau saat usia nasabah 65 tahun, tertera angka 56,307 jutaan. Ini adalah perkiraan uang yang bisa diambil jika nasabah ingin menarik seluruh dananya di tahun tsb, dengan asumsi kinerja investasi rata-rata 5% per tahun.

Lalu coba kita lihat di kolom Manfaat Meninggal. Sejak tahun pertama sampai tahun ke-13, tertera angka 3 miliar lebih, dan setelah itu tinggal puluhan juta. Angka 3 miliar lebih itu adalah UP Asuransi Dasar (20 juta) ditambah UP Term Life (3 miliar) ditambah nilai investasi yang ada pada saat itu. Sedangkan setelah lewat 13 tahun, angka yang tertera adalah UP Asuransi Dasar (20 juta) ditambah nilai investasi yang ada pada saat itu.


Mungkin sedikit jadi pertanyaan, apakah premi 3,9 juta per bulan itu tergolong murah untuk mendapatkan UP 3 miliar bagi seorang pria usia 52 tahun?

Saya pun menanyakan hal ini ke nasabah. Dan beliau sudah mencari di beberapa perusahaan asuransi, termasuk yang menyediakan produk asuransi murni tanpa investasi, tapi Tapro Allisya Protection Plus ini adalah yang termurah.

Memang ada yang lebih murah, tapi jangka perlindungannya hanya satu tahun, dan tiap tahun akan naik preminya. Jika dibuat sama 13 tahun, atau 10 tahun, jatuhnya lebih mahal juga. Lalu ada juga yang membatasi UP-nya hanya 1 miliar untuk usia di atas 50 tahun, padahal beliau butuhnya lebih besar.

Dan yang tak kalah penting bagi nasabah, produk ini termasuk asuransi syariah. Jadi, murahnya dapat, syariahnya juga dapat.

Demikian.


Lebih lengkap tentang rider Term Life, bisa dibaca di tautan berikut ini.


Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Serpong Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Pengetahuan Asuransi

Saya Mau Ikut Asuransi, Apakah Saya Harus Tes Medis?

Iklan Asji 25

Tes medis, pemeriksaan kesehatan, atau medical check up, adalah suatu prosedur standar dalam pengajuan asuransi jiwa. Tapi tidak setiap orang yang mengajukan asuransi jiwa harus menjalani tes medis.

Tes medis hanya diperlukan karena satu atau dua hal:

  1. Uang pertanggungan melebihi limit non-medis.
  2. Ada riwayat sakit.

Tes Medis Berdasarkan Uang Pertanggungan

Perusahaan asuransi biasanya telah mengeluarkan tabel UP (uang pertanggungan) non-medis berdasarkan usia. Allianz sendiri pada tahun 2017 mengeluarkan tabel UP nonmedis sebagai berikut: Lanjutkan membaca “Saya Mau Ikut Asuransi, Apakah Saya Harus Tes Medis?”

Catatan Pribadi

Gara-gara Disuruh Treadmill oleh Allianz, Saya Jadi Rajin Lari 1 Km Tiap Hari

Bersama anak saya, Cahaya Senja, di lapangan Komplek Ciater Permai, Serpong.
Bersama anak saya, Cahaya Senja, di lapangan Komplek Ciater Permai Serpong.

Pada tanggal 26 Februari 2014, saya membuka polis Tapro Allisya Protection Plus untuk menambah manfaat dari polis yang telah saya miliki sebelumnya. Setoran 2 juta per bulan, manfaatnya Asuransi Dasar 1 miliar, Termlife 1 miliar, ADDB 1 miliar, TPD 1 miliar, CI+ 1 miliar, HSC+ plan kamar 1jt, dan payor benefit. Usia saya 33 tahun (lahir 1981), pekerjaan kelas 2 (agen asuransi). (Detail mengenai polis ini bisa dibaca di artikel Polis Tapro Saya).

Karena uang pertanggungan jiwanya mencapai 2 miliar (Asuransi Dasar + Termlife), untuk pengajuan polis ini saya dikenakan tes medis tipe C, meliputi pemeriksaan fisik, urin, lemak darah, gula darah, fungsi ginjal, fungsi hati, dan EKG (elektrokardiogram). Saya memeriksakan diri di RS Omni Internasional Alam Sutera pada Hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 atas biaya dari Allianz.

Saya sebetulnya cukup yakin dengan kondisi kesehatan saya. Alhamdulillah seumur hidup saya tidak pernah rawat inap, tidak pernah operasi, dan tidak memiliki suatu keluhan khusus. Tapi ternyata hasil tes bicara lain. EKG atau grafik irama jantung saya dinyatakan abnormal. Oleh karena itu saya diminta tes medis lagi, kali ini treadmill test. Hanya treadmill, sebab yang lainnya normal. Lanjutkan membaca “Gara-gara Disuruh Treadmill oleh Allianz, Saya Jadi Rajin Lari 1 Km Tiap Hari”